
Pagi pun datang,Vivi sudah bersiap untuk pergi ke Bandung.Vivi sedang sarapan dulu sebelum pergi.
Keluarga Dinda juga sedang sarapan,tidak lama Kembar berangkat sekolah setelah sarapan selesai,hari ini Dinda akan ke klinik di temani Agung,karena pak supir pulang mengantar kembar,dia akan mengantar Vivi.
"Mah,,Pah Abang ikut ke bandung yah,Abang pengin lihat klinik dulu,mumpung sama pak supir jadi pulangnya juga ikut pak supir lagi,sebelum pergi ke Amerika biar Abang lihat kaya gimana kliniknya,"Akbar sebenernya cari alasan,biar bisa bareng Vivi.
"Emang Abang ngga cape nanti bolak balik di perjalanan,?"
"Ngga lah Mah,kan Abang cuman duduk doang,ya ngga cape,,boleh kan Mah,pah,,?"
"Ya udah sanah ikut,tapi di sana ngga boleh ikut angkat angkat,Abang ngga boleh cape ,ngerti ,"
"Siap Bu Bos,,,"Sambil tersenyum.sedang Dinda hanya geleng geleng kepala.
Akbar lalu bersiap,Akbar mandi dulu dan tidak lupa kirim pesan sama pak supir,kalau dirinya akan ikut ke Bandung,dan suruh tunggu.
Vivi selesai sarapan berpamitan pada semuanya,lalu berpamitan juga pada Dinda dan Agung.
"Kamu hati hati di sana ya Vi,semoga betah,,"kata Dinda.
"Kalau ada apa apa langsung kabarin kesini Vi,jangan menumpuk masalah,itu tidak baik,"kata Agung.
Vivi menjawab Iya setelah Agung dan Dinda memberi nasehat,Vivi lalu mengambil kopernya dan membawanya ke mobil, pak supir sudah sampai rumah setelah mengantar kembar ke sekolah.
"Sudah siap vi,,?"
"Sudah,,mau berangkat sekarang apa Bapa mau minum dulu,"
"Ya tunggu bentar yah,Bapa mau ambil kopi dulu,tadi udah minta bikinin sih ,"Pak sopir lalu turun.
Saat sedang menunggu pak supir,Akbar lalu masuk ke dalam mobil,Vivi langsung kaget.
"Kenapa,,kok lihatinya kaya gitu,?"tanya Akbar melihat Vivi yang kaget.
"Mas kenapa masuk ke mobil,nanti kelihatan orang tua Mas sama pak supir ngga enak,udah sanah keluar Mas,,"
"Orang Aku mau ikut kamu ke Bandung kok,"
"Ngga percaya Saya,,udah Mas sanah keluar,"
"Aku serius Vi,Aku mau nemenin kamu ke Bandung,Aku mau lihat tempat di mana kamu bekerja,Aku harus memastikan tempatnya aman buat kamu,"Vivi lalu diam karena Pak Supir akan masuk mobil,Akbar tersenyum melihat Vivi yang masih ngga percaya.
"Sudah siap Den,,?"tanya pak Supir.
"Sudah pak,ayo kita berangkat,"
"Siap Den,,kita berangkat,,"
Mobil pun berjalan dan meninggalkan rumah Dinda,Akbar dan Pak supir mengobrol dengan asiknya,mereka mengobrol tentang masa lalu ,saat Akbar masih kecil .Vivi hanya jadi pendengar saja.
__ADS_1
Tak terasa sudah masuk setengah perjalanan,Akbar mengajak Pak supir untuk istirahat di tempat pengisian bahan bakar yang ada di Tol,setelah itu Akbar mengajak Pak Supir dan Vivi untuk minum kopi dulu.
"Pak santai aja,kita ngopi dulu yuk,"
"Boleh itu Den,Ayo,,"pak supir pun turun.
"Ayo turun kenapa diam saja,?"tanya Akbar pada Vivi.
"Malas turun,emang mau ngapain,,?"
"Kita istirahat dulu,ayo kita beli yang hangat hangat,"
"Ngga mau ah,Males,,"
"Kamu ngomong begitu berarti kamu pengin Aku gendong nih,"
"Apaan sih ngga kok,,"
"Makanya ayo turun,,"Ahirnya Vivi turun.
Akbar,Vivi dan Pak Supir lalu istirahat di tempat makan,Akbar memesankan kopi untuk pak supir,sedang untuk Vivi coklat hangat,sebagai teman kopi nya,Akbar pesan roti bakar.
Setelah setengah jam istirahat,mereka memutuskan melanjutkan perjalananya lagi.
Sekitar jam 10 pagi mereka ahirnya sampai,dan mobil langsung masuk ke parkiran klinik.
Ketiganya turun dan di sambut oleh sepasang suami istri yang umurnya belum begitu tua,sekitar 50 tahunan.Dinda sudah telfon memberi tau kalau Akan ada yang datang anak dan calon dokter.
"Iya Pak makasih,,"
"Silakan masuk,pasti cape kan,?"
Vivi mengambil kopernya,saat kelihatan keberatan Akbar lalu membantunya,dan Akbar yang menariknya ke dalam.
"Sinih Den biar Saya aja yang bawa,"kata si bapa.
"Ngga usah pak biar saya aja,,"kata Akbar.
Pak supir dan pak penjaga lalu mengobrol,sedang si ibu lagi buat minuman.
"Itu yang cowo anak pemilik kelinik Pak,dan yang perempuan itu Dokter yang akan tinggal di sini,"pak supir memberi tau siapa Akbar dan Vivi.
"Oh iya pak,ibu dinda tadi sudah memberi tau saya,tapi pas saya lihat mereka seperti sepasang kekasih ya pak,"
"Bukan pak,mereka memang sudah akrab seperti sodara,soalnya yang perempuan dia tinggal bersama di rumahnya,dan yang biyayain kuliah juga orang tuanya si Aden,yang punya klinik ini,Aden juga besok seminggu lagi mau ke amerika buat kuliah,dia ikut kesini tuh pengin lihat klinik sebelum pergi,"
"Oh gitu,,"lalu si ibu datang sambil membawa makanan.
Sedang Akbar dan Vivi masuk ke kamar di mana kamar itu akan di tempati Vivi.
__ADS_1
Kamar Vivi sudah ada kasur,lemari dan kipas angin,juga ada meja dan kursi,sedang kamar mandinya ada di dalam juga.
Akbar langsung tiduran ke kasur karena merasa lelah,sedang Vivi melihat lihat kamarnya,Vivi melihat ke kamar mandi,lalu lemarinya dan setelah itu duduk di bangku.
"Vi,,di kamar aja rasanya sudah dingin gini,enak banget tempatnya,apa lagi buat pelukan sama guling gini,"sambil Akbar memeluk guling nya.Vivi hanya tersenyum.
"Apa lagi kalau gulingnya di ganti kamu,pasti rasanya tambah hangat,,"sambil mata Akbar berkedip satu,Akbar rupanya menggoda Vivi.
"Mas udah sanah keluar,ngga enak sama pak supir kalau kamu di kamar saya gini,"
"Tenang aja sih Pak supir aman lah,"
"Mas,,udah sanah keluar,,jangan gitu ah,"Akbar menurut keluar,tapi rupanya Akbar punya ide.
Akbar mencari pak supir,setelah ketemu Akbar lalu melancarkan rencananya.
"Pak,saya minta tolong dong,"kata Akbar ke pak supir.
"Minta tolong apa Den,?"
"Anterin Ibu belanja ke pasar,buat kita makan siang yah,"
"Tapi pasar di sini jauh Den,"kata si bapa penjaga.
"Makanya pake mobil pak biar jauh tapi enak,"jawab Akbar.
"Sekalian setok yang banyak bumbu dan lauk pauknya,nih Ibu saya kasih satu juta buat belanja yah,nanti taro kulkas biar awet yang lainya,"ibu pun menerimanya,memang ngga ada bahan masakan di dapur.
"Pak,,bapa sekalian ikut,kasian istri bapa belanja sendirian yah,biar klinik saya yang jagain,"pak penjaga diam sebentar sambil berfikir.
"Iya pak ayo ikut saja,biar kita jalan jalan,"kata si ibu.
Ahirnya mereka bertiga pergi,Akbar lalu menutup gerbang dan menguncinya.Akbar langsung menuju kamar Vivi lagi,di kamar Vivi sedang merapikan baju bajunya ke dalam lemari.
Akbar lalu memeluk Vivi dari belakang,dan menciumi lehernya.
"Mas jangan seperti ini,ngga enak kalau ada yang lihat,"sambil Vivi melepaskan tangan Akbar yang memeluk perutnya.
"Tenang aja mereka bertiga sudah pergi,Aku suruh ke pasar buat belanja,"Vivi sedikit kaget,ternyata Akbar benar benar buat rencana yang cerdik.
Akbar lalu tidak menyia nyiakan waktu mereka berdua,di gendongnya Vivi menuju kasur,sampai di kasur Abang menindihnya,Vivi terlihat kaget dengan kelakuan Akbar.
"Mas,,kamu mau ngapain,jangan macem macem yah,"sambil mata Vivi melotot.
"Tenang aja,Aku ngga akan melewati batas,"dan Akbar langsung saja melu*mat bibir Vivi dengan rakus.
***Besok episede terahir untuk Akbar dan Vivi di sini,lanjutnya akan Aku buat cerita berpisah.
Dan lanjutan dari cerita ini akan ke si kembar Faiza dan Fatiya,tapi nanti mereka juga akan Aku buatkan cerita terpisah,di sini hanya untuk mengambil alur cerita dari si kembar SMA saja.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih***...