MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Salep


__ADS_3

Zara membantu Rizki membakar, sedang pak supir yang memengolah arang biar baranya bagus.


"Za,, Abang haus ambilin minum mau ngga,?"kata Rizki pada Zara.


"Mau minum apa,,? "


"Emm,, air mineral yang dingin,, "saat Rizki bicara,rupanya Mimin mendengarnya, dan Mimin langsung mengambilkan yang di inginkan Rizki.


Saat Zara mau mengambilnya, Mimin sudah datang memberikan botol air mineral dingin.


"Mas Rizki mau ini yah, ini Mimin udah ambilkan,, "Zara langsung melihat ke Mimin dengan tatapan ngga suka, lalu melihat ke arah Rizki sambil melotot.


Rizki lalu mengambilnya karena merasa ngga enak, dan Mimin langsung tersenyum senang dan pergi. Zara langsung memanyunkan bibirnya tanda kesal.


"Pak,, ini buat bapa, minum gih biar seger dan semangat bikin apinya,, "


"Serius Mas buat Saya,, "Rizki mengangguk.


"Makasih ya Mas,, "kata pak supir.


"Kenapa masih diam di situ, katanya mau ngambilin Abang minum,, "kata Rizki pada Zara, Zara lalu tersenyum dan pergi mengambil minum buat Rizki.


"Bang ini,,, "kata Zara memberikan botol pada Rizki.


Rizki mengambilnya lalu membuka tutupnya dan langsung meminumnya,karena haus Rizki sampai habis setengah botol.


"Kamu mau minum ngga Za,, "sambil mengacungkan botol ke Zara.


"Boleh,, Zara juga haus,, "Zara lalu meminum sisa air yang ada di botol.


Setelah minum Zara membantu Rizki membakar lagi, dan saat Zara membakar tidak sengaja jari Zara terkena bara .


"Aawww,,,,"teriak Zara. Rizki yang melihatnya langsung melihat ke jari Zara, dan terlihat memerah, Rizki lalu meniupinya.


"Kamu lagi ngapain Ki,, pegang pegang tangan Zara gitu, lepass,,, "Hendra tiba tiba sudah ada di samping Zara dan langsung menarik tangan Rizki agar tidak memegang tangan Zara.


"I,, ini Bos tangan Zara kenap api,, "jawab Rizki.


"Apa,, kok bisa,, sini Papah lihat,, "Hendra mengambil tangan Zara dan melihatnya merah.


"Aduhh,, ini mah harus di kasih obat, kalau ngga bisa melepuh, ayo Papah kasih obat, kamu ngga usah bantuin mereka lagi,, "Hendra langsung membawa Zara masuk ke dalam.


"Zara kenapa Mas,,? "tanya Dea saat melihat Hendra menggandeng Zara masuk dengan kelihatan cemas.

__ADS_1


"Jari Zara kena api,, harus di kasih salep ini,, "Hendra lalu mencari salep .


"Ya ampun sayang,, coba Bunda lihat,, "


"Ini Bun,, tapi ngga papa kok, cuman merah aja,, "


"Tapi ini harus di obati,, kalau engga takutnya melepuh,, "kata Dea sambil melihat ke luka Zara.


"Sinih Papah obatin,, "Hendra lalu mengolesi luka Zara dengan salap.


"Udah,, jangan bantuin mereka lagi, kamu tinggal makan aja, ngga harus bekerja,,"setelah selesai memberi salep.


"Iya Pah,,, "jawab Zara dengan pelan.


"Udah kamu di dalam aja sama Bunda dan adek,, ngga usah keluar lagi,, "Zara hanya mengangguk.


Sekitar satu jam semua sudah matang, Mba dan Oma menata makanan di atas tikar yang sudah di lebarkan di rumput depan Vila.


Lalu semuanya duduk di tikar, sedang si kembar tidur di kamar sambil di temani satu pengasuh, karena si kembar sudah tidur.


Rizki melihat ke arah Zara, dan juga ke jarinya yang tadi terkena bara yang panas. selesai makan semuanya merapikan bekasnya, dan Hendra langsung menyuruh Zara untuk masuk ke dalam.


"Tapi Zara mau lihat kembang apinya Pah,, "


"Ki,, ambil kembang apinya gih di dalam, kita tata biar nyalainya gampang,, "


"Iya Bos,, "lalu Rizki masuk ke dalam, dan Rizki melihat Zara masuk ke dapur, lalu Rizki mengejar Zara ke dapur.


"Tanganya gimana,,udah ngga panas kan,?"tanya Rizki pada Zara, dan Zara yang tidak tau ada Rizki di belakangnya langsung kaget.


"Udah ngga sakit lagi kok Bang, kan udah di kasih salep,, "Lalu Rizki memegang tangan Zara dan di lihatnya.


"Sakit banget yah,, ?"


"Ngga kok, kan ngga lecet cuman merah,, "Rizki lalu mencium tangan juga jari Zara yang terkena bara api tadi. Zara yang di gitukan langsung merasa malu, wajah Zara langsung memerah.


"Abang,, takut ada yang lihat,, "sambil menarik tanganya yang di genggam Rizki.


"Abang ngapain masuk,,? mau ke kamar mandi,,? "


"Ngga,,Abang lagi di suruh Papahmu ambil kembang api,, "


"Ya udah sanah ambil, nanti Papah nyariin loh karena Abang kelamaan,, "

__ADS_1


"Ya udah Abang keluar dulu yah,, "Zara mengangguk.


Rizki lalu mengambil kembang api di dalam lemari, setelah itu di bawanya keluar.


"Lama amat sih Ki,, ambil gitu aja lama,, "


"Maaf Bos,, tadi saya ke kamar mandi dulu,kebelet,,"


"Ya udah sanah di tata, biar bisa kita nyalakan,, "


"Siap Boss,,, "jawab Rizki lalu mulai menata kembang api.


Rizki dan pak supir menatanya, setelah selesai Hendra menyuruh Rizki langsung menyalakan krmbang api itu,dan Rizki pun menurut langsung di nyalakan. kembang api pun ahirnya pecah di atas dengan indahnya. semuanya melihat dengan senangnya.


Rizki melihat ke arah Zara yang tersenyum dengan cantiknya sambil melihat ke atas. pesta kembang api pun selesai dan karena sudah malam semuanya masuk ke kamar masing masing untuk istirahat.


"Tadi suka lihat kembang apinya,,? "tanya Rizki, saat ini mereka berdua sedang berkirim pesan, Rizki di kamarnya begitu juga Zara yang ada di kamarnya.


"Suka,, bagus banget ya Bang,, "


"Iya,,,tapi tangan Abang sakit, ?"


"Sakit kenapa Bang? "


"Tadi waktu Abang bantu beres beres tangan Abang ngga sengaja kena tempat bara,, "kata Rizki sambil mengirim foto tanganya yang sudah terlihat melepuh.


"Ya Tuhan,, udah di kasih obat salep kaya Zara belum Bang,, "


"Belum,, orang Abang ngga tau di mana naronya, tadi Abang udah cari di kotak obat, tapi ngga ada,, "


"Ya pasti ngga ada Bang, orang salepnya di bawa Zara,"


"Pantersan Abang cariin ngga ada,, "


"Ya udah Zara anterin ke kamar Abang yah,"


"Ya boleh kalau kamu mau,,,dan jangan sampai ada orang lihat kamu ke sini, takutnya nanti lapor papahmu,dan kita kena semprot lagi,, "


"Iya Bang tunggu yah,, "


Zara membuka pintu kamarnya dengan pelan, lalu menengok kekanan dan ke kiri, setelah di lihat aman, Zara lalu keluar dan tidak lupa mengunci pintunya, Zara lalu masuk ke kamar Rizki.


Jangan. lupa like, komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2