MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dokter Baru


__ADS_3

Pagi ini sebelum Aku berangkat ke rumah sakit, Aku menyiapkan baju Suamiku untuk dia pakai juga untuk di bawa ke luar kota selama dua hari.Aku masukan baju baju itu ke koper yang tidak begitu besar.


"Pahh,,, bangun, ini sudah jam 6 katanya mau berangkat pagi, "sambil ku usap rambutnya.


"Hemmm,,, iya sebentar lagi, "sambil mengeratkan guling yang di peluknya.


"Mamah mau bangunin Akbar dulu ya Pah,,, "kataku sambil berjalan ke luar, sedang suamiku hanya bergumam.


Aku langsung menuju ke kamar anaku, dan saat Aku masuk kamar Anaku dia juga sama kaya Papahnya,masih meringkuk di bawah slimut sambil memeluk guling.


"Sayang,,, bangun yuk,, ini udah siang,"kataku sambil ku usap punggungnya.


"Tunggu Mah,,, Dede masih ngantuk, "


"Tapi ini dah siang,, hari ini Papah mau ke luar kota, dan nanti yang jemput Dede di sekolah kakek loh, "kataku.


"Beneran Mah,,, nanti yang jemput Dede Kakek, "sambil mengucek matanya dan duduk.


"Iya,,, Mamah nanti pulang kerja baru jemput Dede di rumah Kakek,, "


"Dede nanti bisa main dong sama Kakek,? "


"Iya dong,, makanya sekarang bangun trus mandi dan berangkat sekolah yah, "lalu Anaku pun bangun dan Aku mengikutinya ke kamar mandi. Anaku kalau di rumah Ayah dan Ibu sangat senang karena Ayah sangat memanjakanya. Setiap Anaku minta apa aja di turutinya, untung saja jarang ketemu karena Ayah dan Ibu juga sibuk.


Selesai mandi Aku memakaikan baju seragam sekolah anaku, dan Aku juga sudah rapi tinggal menunggu suamiku . karena Suamiku akan pergi keluar kota, Aku pun menungginya sampai pegi dulu, Aku ngga mau meninggalkanya sebelum Suamiku pergi.


Setelah Anaku siap, langsung Aku suruh ke meja makan, karena Aku akan membangunkan Papahnya.


"Pah,,, udah siang ini. Ayo bangun ah,,,, "sambil kutarik slimut juga bantal gulingnya.


"Iyaaa,,, ini Papah bangun,, "dan sebelum masuk kamar mandi dengan isengnya,Suamiku memeluku dan menciumi pipiku.


"Udah ahh,,, sanah, keburu siang, "sambil ku dorong agar masuk kamar mandi.


Aku langsung keluar menarik koper juga membawa tas kerjaku. lalu Aku menuju meja makan.


"Udah makanya Sayang,?"tanyaku karena tadi Aku menyuruh Mba Siti untuk menyuapinya, karena Anaku kalau makan pagi itu susah jadi harus sabar dan lama.


"Udah Mah, tinggal dikit, "jawab Anaku.


"Sini Mba biar Saya yang lanjutin nyuapin Dede, "kataku sambil mengambil piring dari tangan Mba. Mba Siti lalu pegi untuk membereskan pekerjaan lainya.

__ADS_1


Setelah itu Aku menyuapi Anaku sambil Aku juga makan. Suamiku yang sudah kelihatan gagah dengan baju yang sudah Aku siapkan pun datang mendekat, lalu menarik kursi untuk duduk.


"Jagoan Papah makanya harus banyak yah, biar kuat dan cepat besar,, "sambil mengusap kepala Dede, sedang Aku langsung mengambil piring untuk di isi makanan untuk Suamiku sarapan.


"Papah nanti kalau pulang dari luar kota beliin mainan yah Pah, "sambil mengunyah makanan.


"Iya,, nanati Papah belikan mainan deh, tapi Dede janji yah ngga boleh nakal harus jadi anak yang nurut, ok,, "Anaku pun langsung menganggukan kepala sambil ikut memalas ok.


Selesai kita makan, Anaku langsung masuk mobilku, karena Aku yang akan mengantar, sedang Suamiku. menggunakan taxsi.


"Hati hati ya Pah, kabarin Mamah kalau sudah sampai, "sambil Suamiku memeluku.


"Iya Sayang,,, Mamah juga hati hati, jaga kesehatan jangan terlalu cape, "sambil mencium keningku.


Lalu Aku mencium tangan suamiku, setelah itu Aku masuk mobil dan langsung menuju sekolah Anaku. kalau Suamiku masih menunggu taxsinya datang. jadi Aku pergi duluan.


Di jalan Aku menelfon Ayah mengatakan kalau nanti Dede pulang pukul 2 siang dan jangan lupa untuk menjemputnya, Ayahku pun mengiyakan.


Setelah sampai sekolah, Aku mengantarkan sampai di dalam kelas. dan setelah Anaku duduk Aku pun pergi.


"Ibu Ini mamahnya Akbar yah ,?"tanya Ibu ibu yang sedang duduk di depan kelas.


"Ngga kenapa kenapa sih, cuman banyak Ibu Ibu di sini yang mengira kalau Akbar itu ngga punya Ibu, soalnya setiap yang antar jemlut ke sekolah pasti Papahnya, kirain Papah itu duda loh,,, "kata Ibu satunya lagi yang dandananya kaya badut.


"Iya yah ibu ibu kirain Papahnya Akbar duda. yah kalau gini sih kita udah ngga bisa ledekin lagih deh Dokter gantengnya,, "kata ibu yang rata badanya.


"Sekarang kan ibu ibu dah tau kalau Akbar punya ibu,jadi Saya harap jangan keganjenan sama Suami Saya yah bu,,karena Saya tidak suka Suami saya di godain orang, permisi... "kataku agas sedikit judes agar ibu ibu itu tidak ganjen lagi pada suamiku.


Apa tadi katanya,, Dokter ganteng, kirain duda enak aja kalau ngomong, itu lagi si Suami pasti suka tebar pesona. Awas besok kalau pulang Aku uwel uwell.....


Sambil menyetir mobil menuju rumah sakit Aku marah marah sendiri. Dan ahirnya sampai juga di rumah sakit.


Aku langsung menuju ruanganku, dan sampai ruanganku, baru saja Aku duduk suster jeni masuk dan memberi tauku untuk datang ke ruang rapat, karena Direktur rumah sakit akan memperkenalkan Dokter baru.


Aku dan Suster Jeni pun langsung kesana, dan saat sampai kita langsung masuk dan duduk, karena Dokter juga Suster sudah banyak yang berkumpul.


Setelah menunggu sepuluh menit ahirnya Pak Direktur datang bersama seseorang di belakangnya. Lalu Pak Direktur pun memberikan sambutan ,setelah itu memperkenalkan Dokter baru itu.


Aku melihat ke arah Dokter itu pun seperti tidak asing, tapi Aku lupa siapa.


"Selamat pagi semuanya,, perkenalkan nama Saya Dokter Budi. Saya akan mulai bekerja di rumah sakit ini semoga kita semua bisa menjadi teman dan bekerja sama dalam membantu orang untuk sembuh dari sakitnya, terimakasih.. "

__ADS_1


Setelah Dokter itu memperkenalkan diri,dan sebelum kita menyudahi pertemuan ini. kita semua di suruh untuk berjabatangan dengan Dokter Itu.


Satu persatu Dokter dan Suster pun berjabat tangan,sampailah sekarang giliran Aku yang berjabat tangan.


Mata kita pun bertemu, Dokter itu tersenyum padaku.


"Hai,,,, Kita bertemu lagi,rupanya kamu Dokter di sini, senang bertemu denganmu Dokter Dinda, "Aku yang belum ingat siapa dia hanya tersenyum,sepertinya dia membaca teg nama ku, karena dia menyebut namaku.


Setelah kita semua berkenalan, Pak Direkturpun mengahiri pertemuan ini.


.


.


.


Di Lain Tempat


"Bu,,, Ibu ngga usah berangkat kerja dulu, Ibu masih keliahatan pucat,pokoknya ngga boleh ngebantah, "kata Doni yang tegas pada Farida. karena semalam Farida merasakan perutnya yang kesakitan, di ajak ke rumah sakit oleh Doni, Farida tidak mau.


"Iya Yah,,, Ibu libur hari ini, "jawabnya sambil kembali tiduran.


"Ayah kenapa belum berangkat, "kata Farida lagi.


"Hari ini Ayah libur, mau jagain Ibu juga karena cucu kita akan ke sini, "jawab Doni.


"Dede Akbar mau ke sini, tumben ada apa memangnya Yah,,? "


"Pamuji pergi keluar kota dan Dinda sedang sibuk di rumah sakit, jadi ngga bisa jemput, "kata Doni yang mendekati Farida di kasur.


"Oh gitu,,, "Doni hanya mengangguk.


"Ibu harus di periksa, Ayah takut kalau Ibu kenapa kenapa, jangan memendam sakit sendirian lagi, Ayah ngga bisa hidup tanpa Ibu, "sambil mengusap perut Farida.


"Tapi Ibu takut Yah,,, sakit di perut Ibu sudah dua minghu ini Ibu merasakanya, tapi selalu Ibu tahan, karena Ibu juga takut kalau nanti hasilnya buruk, "sambil Farida memeluk Doni.


" kenapa Ibu ngga bilang pada Ayah, jangan menyembunyikan apapun pada Ayah Bu, Ayah Mohon. dan Jangan berkata begitu, kita berdoa aja semoga ngga kenapa kenapa, hanya sakit perut biasa,, "sambil mencium rambut Farida.


**Trerimakasih atas doa ya kak, alhdhulilah sekarang aku sudah mendingan.


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, biar aku semangat nulis**.

__ADS_1


__ADS_2