
Hari pun berlalu dan sekarang berganti bulan, kandungan ku sekarang sudah masuk bulan ke 4 , dan hari ini jadwalku untuk memeriksakanya, Saat ini Aku dan suamiku sudah di dalam mobil untuk menuju rumah sakit. Ya,,, Dokter Hani lah yang suamiku pilih untuk memeriksaku tiap bulanya, alasan Suamiku katanya, karena mereka berdua sudah berteman lama, jadi kalau ada apa apa dengan kandunganku, lebih enak untuk bertanya.
"Mas,,, nanti kalau abis priksa anterin Dinda ke supermaket bentar yah, Dinda mau beli buah, "kataku.
"Suruh Mba Siti aja sih Dek yang beli buahnya, nanti Adek cape lagi, "jawab Suamiku sambil menyetir.
"Apaan sih Mas, ya ngga cape lah, orang cuman mau beli buah doang, lagian Dinda juga udah lama ngga main ke mall kan, bosen tau Mas di rumah terus,"kataku sambil cemberut.Karena pulang kuliah langsung pulang dan hanya berdiam diri di rumah.
"Tapi bentar aja yah, cuman beli buah ngga boleh yang lain, "dari pada ngga boleh ke Mall mending iyain aja deh, itu juga udah seneng bisa cuci mata walau bentar.
Ahirnya kita sampai di rumah sakit, Kita berdua langsung menuju ke ruangan Dokter Hani,setiap bertemu suster pasti suster itu selalu menyapa Suamiku dan pada berbisik tentangku juga.
"Pagi Dokter,,, wah Istri dokter ini yah, "
"Pagi Dokter Agung,,istrinya masih muda yah"
"Eh,, Pak Dokter sama siapa tuh,, ?"
Dan masih banyak lagi .Suamiku nenanggapinya dengan senyuman manisnya lagi,, rasanya pengin deh itu ngelakban mulutnya Suamiku biar senyumnya ngga di umbar ke orang lain,, jadi sebel ihh...
Kita sekarang sudah ada di ruangan Dokter Hani, Aku disuruh tiduran di atas kasur pemeriksaan, bajuku di angkat sedikit dan perutku di olesi seperti jel, dan di usapnya di perutku.
"Dokter,, ini lihat anak anda sudah terbentuk sempurna, "kata Dokter Hani ke Suamiku. Sambil melihatkan gambar di monitor.
Suamiku langsung bersukur, "Apa sudah bisa di libat jenis kelaminya Dok, ?"tanya Suamiku.
Sambil tersenyum Dokter Hani menjelaskan, "Untuk jenis kelaminya belum bisa di lihat sekarang,Dan bisa di lihat nanti pas umur 6 bulan kehamilan, "Dan suamiku hanya menganggukan kepala.
Setelah selesai Aku di bantu Suamiku untuk duduk, setelah Duduk Dokter Hani memberiku resep obat yang harus Aku minum.
Sebelum kita keluar dari ruangan Dokter Hani Suamiku menanyakan kondisi kandunganku.
"Dok,, apa kandungan Istriku sudah kuat dan tak lemah lagi,? "kata Suamiku.
"Sudah sehat dan juga sudah kuat, dan berat badanya juga sudah naik, "jawab Dokter Hani.
"Hemmm,, kalau gitu berarti sudah bisa buat berhubungan badan kan Dok, ?"kata Suamiku. Dan Aku langsung mencubit paha Suamiku.
Suamiku pun kesakitan dan melihat ke arahku, Aku langsung melotot,,,
"Sudah bisa kok Dok,, tapi harus posisi nya yang membuat si Istri nyaman ya Dok, "jawab Dokter Hani sambil tersenyum. Dan Aku sangat malu.
Setelah kita mengambil obat di Apotik rumah sakit, kita langsung menuju parkiran dengan saling bergandengan tangan.Dan tidak ketnggalan Suamiku selalu tersenyum kalau bertemu suster yang menyapanya.
Sampai di dalam mobil Aku langsung cemberut dan Suamiku melihat ke arahku,lalu bertanya.
__ADS_1
"Itu kenapa mulutnya di monyongin begitu, pengin di cium ! "sambil menginjak gas mobil Suamiku bicara.
"Bodo,, "jawabku ketus.
"Kenapa Sayang,, ngomng dong pengin apa biar Mas tau,, "
Aku masih tetap diam, tiba tiba Suamiku menepikan mobilnya dan berhenti.
"Ngapain berhenti sih,, "kataku.
"Adek kenapa, kenapa keluar dari rumah sakit malah bete kaya gitu hemmm.., katanya mau ke supermaket beli buah,, jadi ngga kalau ngga jadi kita langsung pulang aja, gimana, "
"Iiihhhh kan Mas udah janji tadi mau ke supermaket, kenapa ngga jadi sihh.. "
"Makanya jangan manyun gitu dong,harus senyum,,, Ade kenapa sihh hemmm... Kalau Mas ada salah bilang dong biar Mas tau salahnya di mana,? "sambil mengusap rambutku.
"Masss,,, nyebelin. kenapa sih senyum senyum terus ke setiap ketemu suster suster di rumah sakit, sok ganteng tau ngga sih Mass,,, "jawabku. Dan suamiku malah tertawa dengan kencengnya. Emang ada yang lucu apa ih sebel banget.
"Adek,,, Suster di rumah sakit itu udah kenal sama Mas tuh udah lama dan mereka juga udah pada tau kalau Adek itu Istrinya Mas,Kalau Mas tersenyum pada mereka karena mereka menyapa Mas, masa Mas suruh diam aja ya kalau di sapa ya ngga sopan lah dek.Adek cemburu... "
Aku masih tetap diam, dan Suamiku langsung memeluku dan mencium keningku.
"Mas seneng malah kalau Adek cemburu, berarti Adek cinta sama Mas, "
"Udah Sayang jangan menangis lagi, Mas minta maaf, Mas janji ngga akan senyum senyum sama orang lagi, "sambil mengusap Air mataku Suamiku berkata.
"Dinda yang minta maaf pada Mas, karena Dinda jadi kekanak kanakan kaya gini,Dinda juga ngga tau kenapa jadi begini"kataku.
"Iya Sayang ngga papa, mungkin dedek bayinya yang pengin di sayang sama Mas, kita jalan lagi yah, kita jadi kan pergi ke supermaketnya, "Aku pun mengangguk.
Ahirnya setelah drama yang ku buat selesai, kita langsung pergi menuju supermaket yang Aku inginkan.
Sesampainya di supermaket kita langsung masuk ke arah tempat buah, karena Aku masih belum bisa makan nasi terlalu banyak, jadi lebih banyak ke buah buahan yang Aku makan. Aku mengambil melon, apel, pir,jeruk sedang Suamiku langsung ke arah Daging dan ikan ikan. Suamiku membeli ikan lumayan banyak,katanya bagus buat bayi di perutku, Aku sih terserah Suamiku aja, kalau Aku nanti doyan Aku makan kalau ngga mau pa lagi mual ya Aku ngga makan.
Setelah selesai belanja kita langsung pulang karena hari juga sudah mulai sore.
"Mas,,, Dinda pengin di masakin sama Mas ikan bakar dong, "kataku tiba tiba ingin makan iman bakar, karena ngeliat sepanduk pedagang kaki lima yang mangkal di jalan.
"Hahhh.... Mba Siti aja ya Dek yang bikin, Mas takut ngga enak,, "kata Suamiku.
"Ngga mauuu,, Dinda maunya Mas yang bikin, "kataku lagi.
"Tapi kalau ngga enak gimana dong De,, "
"Pokonya tar Mas yang bikin, Dinda pengin Masakan yang Mas masak, "jawabku sambil cemberut.
__ADS_1
"Iya udah iyaa,,,,tar Mas bikinin, jangan ngambek lagi yah, "sambil mengusap rambutku.
Aku pun langsung tersenyum, Dan Aku merasa aneh sendiri dengan tingkahku sekarang.
Setelah sampai rumah Aku langsung masuk dapur untuk meminta mba Siti memotong buah apel untuk ku makan. Sedang Suamiku langsung menyenyiapkan ikan yang akan di bakarnya. Aku juga bilang pada Mba Siti untuk tidak membantu Suamiku memasak Ikan Bakar.
Suamiku sibuk di dapur untuk membakar ikan, sedang Aku dan Mba Siti duduk di sofa sabil nonton tv.sekitar satu jam Suamiku memasak ahirnya matang juga, Aku di panggil Suamiku untuk ke meja makan untuk memakan Ikan Bakarnya.
"Sayang,, ini ikan bakar nya udah matang, coba cicipi enak ngga, "kata Suamiku saat Aku sudah duduk.Saat Aku lihat ikan bakar itu di hati ingin tertawa karena ikanya sepertinya ke gosongan.Tapi Aku tahan untuk tidak tertawa ,karena Aku juga ingin tetap memakanya.
"Iya Mas,, Dinda akan makan, "sambil Aku taro ikanya di piring.
"Non,, itu sepertinya kegosongan, Mba bikinin lagi aja yah, "tiba tiba Mba Siti mendekatiku dan mengatakan kalau ikanya gosong.l aduhhh..
"Masa itu gosong sih Mba,, ngga kali mba,, "kata suamiku.
"Iya,,, ngga kok Mba, nih enak kok, "jawabku sambil Aku tetap memakanya. Sedang wajah Mba Siti dan Suamiku seperti merasa keheranan melihat Aku yang makan ikan gosong dengan lahapnya.
Ahirnya ikan bakar satu ekor habis oleh ku,dan Aku merasa sangat kenyang.
Saat Aku makan ikan bikinan Suamiku, Suamiku justru minta Mba Siti yang membakarnya untuk Suamiku. kita jadi sama sama makan ikan bakar dengan betuk warna yang berbeda.
"Sayang,,, jangan tidur dulu yah,, "kata suamiku saat Aku naik ke kasur untuk tidur.
"Emang kenapa mas, ?"tanyaku yang duduk di kasur.
"Kan kandungan Adek udah kuattt.. , Mas udah lama puasa nih Dek, Mas penginnn... "Aku langsung tersenyum melihat wajah suamiku yang sedang memelas.
"Iya udah,,, Dinda tungguin, Mas mandi dulu sanah, bau asap ikan gosong, "kataku sambil menutup hidungku.
"Adekkk,, katanya enak ikanya kok gosong sih, "kata Suamiku yang akan masuk ke kamar mandi.
"Hahaa,, iya ngga. ikanya enak kok, udah sonoh Mas mandi dulu,, "kataku. Dan Suamiku pun masuk kamar mandi.
Selesai mandi Suamiku hanya memakai handuk saja tanpa memakai baju. ya ampun badan suamiku kenapa masih sangat kekar sih... padahal umurnya sudah mau masuk kepala 4 loh,, batinku.
"Kenapa Adek ngliatin Mas kaya gitu,mau pegang ini hemmm,, "sambil menujuk perutku. Aku langsung menggeleng dan menundukan wajahku karena malu.
Suamiku langsung mendekatkan badanya ke padaku, Suamiku ikut duduk di kasur, dan mengangkat daguku agar terangkat, "malam ini Mas menginginkan Adek, dan Mas ingin menjenguk dede bayi,"Aku hanya mengangguk. saat suamiku mengusap perutku yang sudah kelihatan menonjol.
**Besok lagi yah kak ,lanjutan Mas Agung buka puasa selama 4 bulanya, hehe...
Jangan lupa buat like, komen juga votenya ya kak, makasihhh...
Sambil nunggu Mas Agung buka puasa, mampir ke cerita baruku yu kak, AKU BUKAN PEBINOR. yang menceritakan seorang suami menyuruh istrinya untuk menikah lagi dengan sahabatnya,karena sang suami yang mandul, tidak bisa memberinya keturunan. trimakasih**..
__ADS_1