MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Berangkat Ke Amerika


__ADS_3

Akbar terus saja melu*mat bibir Vivi,dan Vivi sudah bisa mengimbangi permainan Akbar di bibirnya.


Dari mulut keduanya sampai keluar suara dercakan dan kecapan.


"Eeeeemmmm,,,"Vivi mengeluarkan lengkuhan Karena Vivi sudah kehabisan nafas.


Akbar lalu melepaskan ciumanya,dan Ciuman Akbar turun ke leher,di leher Akbar menji*latinya,sampai ke telinga Vivi,Vivi sampai merinding dan bulukuduknya sampai berdiri karena merasa geli dan nikmat.


"Maassss,,,,"sambil tangan Vivi mengusap punggung Akbar.


Suara Vivi membuat Akbar makin berna*fsu,Ciunan Akbar lalu ke leher lagi dan turun ke bawah,tangan Akbar melepaskan dua kancing baju Vivi,membuat dada Vivi terlihat bagian atasnya yang tidak tertutup B*H.


Akbar menciuminya dan membuat tanda cinta di dada Vivi.


Akbar sebenarnya menginginkan lebih,taoi Akbar pun sadar dan tau kalau itu belum boleh di lakukanya.Akbar ingin melakukanya nanti saat mereka sudah menikah,agar malam pertama ada yang sepesial.


Akbar menghentikan kegiatanya,Dan melihat ke wajah Vivi yang matanya terpejam,Akbar tersenyum saat melihat tanda yang dia buat di atas dada Vivi.


Akbar tidak melihat seberapa besar dada Vivi,tapi yang Akbar bisa tebak dan lihat dari dada yang tidak terbungkus,Dada Vivi cukup besar.


Vivi membuka matanya pelan ,mereka pun saling pandang dan tersenyum bersama.tangan Vivi dengan berani mengusap pipi Akbar sambil mereka masih saling tatap.


"Aku pasti akan sangat merindukanmu nanti di sana,sungguh rasanya Aku ngga mau jauh darimu,Aku mencintaimu,,,"sambil Akbar mencium tangan Vivi setelah di ambilnya dari pipinya.


"Saya juga akan sangat merindukan Mas,Saya mencintai Mas dan hanya ada Mas di hati saya,Saya akan menjaga rasa cinta ini hanya untuk Mas,,sampai Mas kembali dari Amerika nanti,"


Mereka sama sama mengutarakan rasa cintanya masing masing.Akbar lalu mencium bibir Vivi lagi,keduanya sama sama menikmati dan terbuai dengan permainan bibir mereka.


Sampai tak dirasa kaki Vivi terbuka,dan posisi Akbar yang ada di atasnya membuat senjatanya menempel dengan inti tubuh Vivi.


Akbar menekan pinggulnya ke bawah membuat milik Vivi tertekan dan Vivi sampe melengkuh.


"Eeeemmm,,,"dan ciuman pun terlepas karena Vivi mendongakan wajahnya.


Vivi merasakan miliknya ada yang menekanya tapi rasanya sungguh nikmat,Akbar melihat Vivi yang terlihat menikmatinya lalu menggerakan pinggulnya,memberi gesekan gesekan tipis nikmat.


Wajah Akbar di benamkan ke dada Vivi,sambil menciuminya,Tangan Vivi ******* ***** rambut Akbar.sekitar sepuluh menit mereka berdua melakukan kenikmatan,Akbar bangun dari atas badan Vivi lalu masuk ke kamar mandi,Vivi merasa bingung kenapa Akbar tiba tiba bangun dan pergi ke kamar mandi.


Vivi mengusap bibirnya yang terasa tebal,sambil tersenyum tipis,Vivi lalu memegang inti tubuh juga yang masih merasa ada tersisa kenikmatan.


Vivi lalu bangun dan merapikan kancing bajunya,ternyata banyak tanda merah di dadanya.


"Ya Tuhan,,kenapa bikin banyak gini sih,,"


Setelah merapikan bajunya,Vivi lalu merapikan rambutnya sambil di sisir,saat sedang mengikat rambut,bunyi klakson mobil terdengar,lalu Vivi keluar dari kamarnya dan mengambil kunci gerbang yang ada di samping pintu.

__ADS_1


Vivi membukakan pintunya,lalu mobil pun masuk,Semuanya turun dari.mobil lalu mengeluarkan belanjaan dari mobil.


"Bi,,ini belanjaanya banyak banget,,?"Kata Vivi.


"Aden yang menyuruh,katanya buat setok buat masak,"


"Oh gitu,,"


"Aden mana Vi,,?"Tanya pak supir.


"Tadi lagi di kamar mandi Pak,,"


"Oh,,Vi wajah kamu kok sepertinya ada yang beda,apa yah Vi,,"Pak supir melihat ke wajah Vivi,lalu Vivi menunduk.


"Beda apanya sih Pak,udah yuk Bi kita masak,"


Vivi langsung mengalihkan pembicaraan.


Vivi dan Bibi masuk ke dapur yang ada di belakang klinik,dekat kamar Bibi dan suaminya.


Akbar lalu keluar dari kamar Vivi dan mencari nya,Akbar sudah cuci muka dan merapikan bajunya,jadi terlihat segar.


"Sudah pulang Pak,,"


Akbar dan Mamang berjalan mengelilingi klinik,sedang pak supir tidur ,biar istirahat.


Sekitar satu jam setengah masakan pun sudah matang dan siap untuk di makan,Pak supir sudah bangun,lalu kelimanya makan bersama.


Selesai makan Pak supir dan Akbar bersiap untuk pulang.


"Pak,,tunggu di mobil dulu,Tas Saya ketinggalan di kamar Vivi,,saya mau ambil dulu,"


"Iya Den,,"Mata Akbar memberi kode ke Vivi untuk mengikutinya.


Akbar pergi duluan dan Vivi lalu mengikutinya dari belakang.


Saat sudah sampai.kamar Vivi,Akbar langsung memeluk Vivi dengan erat.


"Jaga cinta kita,kita harus sama sama sukses dulu,dan kita harus saling percaya,nanti kita harus sering kasih kabar dan kirim pesan yah,jaga diri kamu baik baik,Aku percaya pada kamu,kalau kamu akan selalu setia dan menungguku,"Kata Akbar.


"Iya Saya akan menjaga cinta kita,dan saling percaya satu sama lain,Mas hati hati di sana pasti di sana lebih banyak godaan,Saya pasti akan selalu kasih kabar,,Saya akan menunggu Mas dengan setia sampai.Mas pulang dengan kesuksesan,"kata Vivi.


Lalu Akbar melepaskan pelukanya,Akbar menciumi seluruh wajah Vivi,dan terahir menempelkan bibir mereka.


"Aku pulang,,"Vivi mengangguk sambil matanya berkaca kaca.

__ADS_1


"Jangan menangis,,"Vivi mengangguk.


Akbar lalu keluar dari kamar Vivi dan langsung pergi ke mobil,sampai Mobil.Akbar langsung masuk.


Vivi tidak mau mengantar Akbar karena ngga mau menangis.ahirnya Vivi hanya di kamar saja.


Hari berlalu,Akbar sedang bersiap untuk berangkat ke Amerika,Dinda membantunya bersiap.


"Abang harus jaga kesehatan,kangan lupa beri kabar yah,"


"Siap Mah,,"


"Ya udah oni sudah malam,tidur sanah,besok berangkat pagi kan,,"


"Iya Mah,,"Dinda pun keluar dari.kamar Akbar.


Sebelum Tidur Albar Vc an dengan Vivi dulu,mereka berdua mengoborol sampai mata kita sama sama terpejam,karena tertidur.


Pagi harinya Akbar bangun di bangunkan Mamahnya untuk bersiap,Akbar lalu bangun,dan mengecas hpnya dulu sebelum mandi.


Selesai Mandi Akbar bersiap dan keluar dari.kamarnya sambil menarik kopernya besarnya.


Akbar sebelum.pergi sarapan dulu bersama keluarganya,semuanya akan ikut mengantar.


Selesai sarapan semua masuk mobil,sampai di aBandara Dinda,Agung dan kembar bergantian memeluk Akbar yang akan berangkat.


"Abang hati hati yah di sana,,"


"Iya Mah,,"


Akbar menarik kopernya masuk ke dalam,dan Dinda melihat Akbar menangis sedih,Agung memeluknya.


"Jangan di tangisi,Anakmu mau pergi untuk mencari ilmu,,"Kata Agung.


Setelah Akbar sudah tidak terlihat,Dinda,Agung dan kembar pun pulang.


Akbar sebelum hpnya di matikan ,Akbar mengirim pesan pada Vivi.


"Sayang Aku sudah mau masuk pesawat,doakan selamat samapi Amerika Yah,I love you,,"


***Sekian yah untuk cerita Vivi dan Akbar di sini,tunggu cerita mereka di judul lain,nanti kalau sudah ada Aku kabarin.


Besok lanjut cerita si kembar.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih***...

__ADS_1


__ADS_2