
Rizki lalu menindih badan Zara, dan mencium bibir Zara langsung. Zara yang sebenarnya juga menginginkanya langsung membuka mulutnya untuk menyambut ciuman Rizki.
Mereka berdua menikmati ciuman mereka, Rizki yang tau Zara sudah kehabisan nafas, lalu Rizki melepaskan ciumanya, ciuman Rizki turun ke leher dan ketelinga Zara juga .
Zara mencengkram kedua lengan Rizki dengan kedua tanganya, karena Zara merasa kegelian.
"Banggg,, "sambil menggigit bibirnya agar suaranya tertahan.
Tangan Rizki tidak tinggal diam, dia tidak main di dada melainkan turun ke bawah, Zara yang memakai baju dres membuat tangan Rizki lebih gampang masuk ke dalam.
Tangan Rizki bermain di kaki Zara bagian atas, di usap usapnya kaki bagian atas milik Zara dengan tanganya. Zara mengalungkan tanganya di leher Rizki.
"Sayang,,, Abang sangat menginginkanmu,,rasanya sungguh membuat Abang jadi gila,, "sambil berbisik di telinga Zara dan menciuminya.
"Jangan Bang,, kita harus bisa menahanya, jangan buat orang tua kita kecewa,, "
Rizki lalu menjatuhkan badanya ke samping Zara, dan menatap langit langit kamar. handuk yang Rizki pake sudah terlepas, untungnya Rizki memakai cela*na dal*am.
Rizki lalu menarik Zara untuk di peluknya, dan Rizki mencium kening Zara cukup lama.lalu Rizki menarik Zara agar di atas badanya,
"Kamu tuh tiap hari makin cantik aja sih Yang,membuat Abang makin cinta.dan rasanya Abang tuh jadi ngga mau jauh darimu, dan Abang sekarang jadi takut kalau kamu di singapur ,takut kamu di ambil orang,, "Zara tersenyum.
"Gombal,, ngga mempan tuh, "
"Serius ini Yang, "sambil Rizki merapikan anak rambut Zara.
"Bang,, pake baju sanah, Zara malu tau lihat Abang gini,, "
"Malu kenapa, kamu harus terbiasa, karena nanti setelah kita menikah ,Abang kalau di kamar akan selalu seperti ini, karena Abang tidak akan biarkan kamu tidur dengan tenang,"
"Iihh,, apaan sih Bang,, "
"Mau ngapain kamu Yang, jangan turun, "saat Zara bergerak akan turun dari atas badan Rizki.
"Tapi ini ada yang ngganjel, ngga enak banget rasanya,, "Rizki yang tau maksud Zara lalu tersenyum.
__ADS_1
"Kalau mau enak harusnya di masukin Yang, mau coba ngga,, "Zara langsung melotot dan mencubit dada Rizki, Rizki bukanya kesakitan malah tertawa.
Rizki lalu mengankat Badan Zara dan mereka sekarang duduk, Zara duduk di panguan Rizki, dengan posisi saling hadap.
"Bang,, Zara turun yah,, "
"Kenapa memangnya, ?"
"Emm,, ininya Abang ngeganjell,, "Zara bicaranya sangat pelan.
"Di giniin biar enak,, "Rizki menekan pinggul Zara, karena Zara memakai dres dan bawahnya terangkat teratas, membuat milik Zara dan milik Rizki menempel,dan hanya terhalang kain tipis yang mereka pake.
"Aahhh,,, "kata Zara sambil memejamkan matanya dan menggigit bibirnya saat Rizki menggerakan pinggulnya.
Lau tangan Rizki yang satunya melepas kancing baju Zara.satu persatu kancing pun terlepas.
"Banggg,,, "Saat bibir Rizki sudah ada di dadanya. karena Zara merasakan geli tapi nikmat. apa lagi saat lidah Rizki memainkan daging kecil ujung dadanya.
Rizki dengan rakusnya tidak melewatkan kedua dada Zara. keduanya di mainkan dan di sedo*tnya seperti bayi yang kelaparan.
"Sayang gerakan terus,, Ayoo,,, "Rizki sudah merem melek. tanganya sibuk memainkan dada Zara. dan Zara terus mengerakan pinggulnya.
Setelah beberapa menit Rizki langsung menurunkan Zara dari pangkuanya, Rizki langsung ke kamar mandi untuk bersolo Ria.
Zara menjatuhkan badanya di kasur, karena Zara pun merasa lelah dan nafasnya sedikit ngos ngosan.
Rizki di kamar mandi cukup lama, dan sekitar 20 menitan Rizki baru keluar dari kamar mandi.
Rizki melihat Zara yang masih tiduran di kasur, dan Rizki langsung mengambil baju di lemari untuk di pakenya.
"Sayang,, kamu ngantuk,, mau tidur apa mau pergi nih,, "Rizki sambil mengancing bajunya mendekati Zara yang masih tiduran.
"Zara lemes Bang,, tapi Zara juga pengin pergi jalan jalan,, "
"Ya udah ayo siap siap kalau mau jalan,, "
__ADS_1
"Tapi Zara lemess,, "Rizki lalu membantu Zara mengancing bajunya.setelah itu Zara di suruhnya duduk dan Rizki lalu merapikan rambut Zara dengan menyisirnya.
"Sayang,, warna bibirmu hilang, kamu bawa ngga,,? "
"Bawa,, ambilin tas Zara dong Bang,, "
"Di mana tasnya,,? "
"Di sofa ruang tengah,, "Rizki pun keluar dan mengambil Tas Zara, sedang Zara bangun dan menuju ke kaca. Zara lalu merapikan baju dan penampilanya.
"Ini sayang,, "Rizki memberikan tasnya pada Zara.
Zara lalu mengoleskan pewarna bibir ke bibirnya, seyelah itu Zara mengajak Rizki untuk berangkat.
"Ayo Bang kita berangkat,, "
"Ayo,, "mereka lalu keluar dari kamar dan menuju ke mobil.
Rizki membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, Zara yang masih merasa lemas menyandarkan kepalanya di pundak Rizki.
"Yang,, Abang laper nih, kita makan dulu yah, "
"Zara juga lapar,, kayanya kita Ngg bisa nonton deh Bang, soanya udah jam 8,"
"Iya,, jam cepet banget sih, maaf ya Yang kita gagal nonton,, "
"Ngga papa, yang penting malam ini kita jalan bareng,, soalnya besok sore Zara mau berangkat kesingapur,, "
"Iya,,, besok Abang yang antar ke Bandara yah, "Zara mengangguk.
Sampai di Mall Rizki dan Zara sambil bergandengan tangan masuk ke dalam, dan mereka mencari tempat makan yang nyaman untuk mereka makan.
Setelah menemukan tempat yang cocok, mereka berdua masuk, dan mereka juga memesan makanan.
Jangan lupa liks, komen dan votenya, trmakasih...
__ADS_1