MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Hendra Cemburu Pada Rizki


__ADS_3

Rizki yang kaget langsung melepaskan tanganya di punggung Zara, tapi setelah Zara berdiri dengan benar.


"I, ini ta,, tadi Zara mau jatuh Pak, saya hanya menolongnya,, "sambil sedikit gagap Rizki berkata.


"Benar sayang apa yang di katakan Dia,, ?"


"Benar Pah,, Zara tadi hampir jatuh karena kesandung, untung ada Abang yang nolongin, kalau ngga Zara pasti udah jatuh,, "


"Kok kamu ada di kamar ini, ngapain,, "


"Papah,, ngomongnya jangan galak gitu ah,, kasian Abang,, orang Abang bantuin Zara ambil tas di atas lemari, karena Zara ngga sampai,, "


"Kenapa sih harus nyuruh dia sayang, kamu bisa suruh Papah, apa kamu ngga bisa ngambilnya berdiri pakai bangku,, "


"Pah,, udah ah kalau Papah banyak ngomong, Zara jadi lama beres beresnya, sekarang Papah keluar yah,, "sambil mendorong Papahnya ke luar.


"Eh Rizki kamu juga keluar ,ngapain berdiri di situ,, "


"Papah,,, iih,, udah di bilangin ngomongnya yang bener, jangan galak galak gitu,, "


"Iya iya,,,"jawab Hendra yang nerasa kesal karena Zara selalu membela Rizki.


Rizki dan Henda lalu keluar ,sedang Zara langsung menutup pintu kamarnya dan lanjut membereskan bajunya.


"Kamu awas kalau berani macem macem pada Zara ya Ki, Zara masih kecil jangan di ajarin yang mesum mesum,, ngerti,, "Rizki. mengangguk.


"Jangan cuman ngangguk, jawab,, "


"Iya Bos,, "

__ADS_1


"Jangan mentang mentang kamu suka di belaiin Zara kamu jadi ngga nurut sama Saya ya Ki,, kalau kamu ngga nurut Saya pecat kamu jadi asisten Saya,, "


"Jangan dong Bos,, saya selalu nurut dan setia kok sama Bos,, "


"Bagus itu, awas aja kalau kamu macam macam dan ngga mau nurut, akan Saya cabut restu saya untuk kamu berhubungan sama Zara, "


"Mas,, kamu tuh ngapain sih di situ, kok malah ribut, itu tolong gendong si kembar, mba mau siapin Su*su buat mereka,, "kata Dea yang sedikit teriak.


"Iya sayang,,, "Hendra pun lalu pergi, dan Rizki langsung mengelus dada.


"Ki,, kamu harus siap siap akan di gembleng terus sama Hendra, pasti Hendra akan selalu membuatmu kesal karena dia merasa kamu telah merebut anaknya darinya,,semoga kamu kuat ya Ki, "kata Ayah Doni sambil tersenyum ngeledek.


"Iya Pak ,saya akan berusaha untuk kuat, "Rizki pun sambil tersenyum tipis.


Lalu Zara pun keluar dari kamarnya sambil membawa tas.


"Bang ini tas Zara taro di mana,,? "


Zara keluar dari rumah sambil menggendong adek kemarnya, dan yang satunya di kendong Hendra. lalu semua pun bersiap untuk berangkat ke rumah Dea yang lama .setelah berpamitan pada Kakek dan Ayah Doni.


Sekitar 40 menit mobil Hendra pun berhenti di di rumah Dea. semuanya turun untuk masuk ke dalam. rumah terlihat bersih karena Doni sering datang dua minggu sekali untuk membersihkan rumahnya dan rumah Dea.


"Ki,, kamu tidur di rumah kak Doni,dan yang lain tidur di rumah istriku,, "


"Kok Aku sendiri Pak,, "


"Kenapa,, takut,? badan aja gede tapi penakut, buat apa coba,, "


"Suttt,,, kalian berdua kenapa jadi ribut terus sih, udah itu turunin koper kopernya,, jangan ribut terus,, "kata Dea sambil geleng geleng kepalanya karena melihat Hendra dan Rizki ribut terus dari tadi.

__ADS_1


Lalu Hendra dan Rizki mengangkat semua koper dan tas untuk dibawa masuk ke dalam rumah.


Setelah selesai Rizki lalu beristirahat di rumah Doni sendirian.


"Ahirnya istirahat juga,, "sambil merebahkan badanya di sofa panjang.


Jam pun berlalu, Sore harinya Hendra menyuruh Rizki untuk membeli daging sapi di supermarket, karena Hendra malam nanti ingin buat acara bakar bakar.


"Pah Zara ikut Abang yah,, "


"Ngga usah,, biarin dia pergi sendiri, "


"Tapi Abang ngga paham daerah sini Pah, kasian kalau nyasar,, Nanti kalau Abang hilang gimana,, "


"Ngga mungkin hilang lah sayang,, dia itu sudah tua pasti punya akal buat cari jalan,,lagian sekarang tuh ada hp jadi gampang cari jalan,, "Zara langsung cemberut.


"Mas,, udah sih biarin Zara ikut, biar Rizki ada temenya, kamu tuh kaya ngga pernah muda aja sih Mas,, kalau orang sedang kasmaran tuh penginya kemana mana bareng, jadi biarkan mereka pergi bareng, lagian kan ngga lama, cuman ke supermaket,, "


"Sayang,, kamu kok malah belain mereka sih, '


"Bukan belain,, tapi berilah mereka berdua pergi bersama. aduh kamu kok malah yang jadi ribed banget sih Mas,, Zara, Rizki udah sanah kalian pergi belanja, nanti keburu malam,, Biar Papahmu Bunda yang urus, Papah mu ini kaya ngga pernah rasain muda aja,, "


Lalu Rizki dan Zara pun pergi, sedang Hendra di nasehati oleh Dea untuk tidak terlalu mengengkang mereka. Hendra pun ahirnya mengerti dan menurut apa perkataan Dea.karena menurut Dea anak yang terlalu di kekang dan apa apa di larang ,itu kurang baik, si anak bisa saja nantinya nekat dan melawan ke orang tua.


Sedang di dalam mobil Zara langsung menyandarkan kepalanya di pundak Rizki.


"Abang yang sabar yah,, Papah orangnya baik kok, cuman lagi nyebelin aja sekarang, suka ngomel ngomel ngga jelas,, "Rizki lalu mengambil tangan Zara dan menciumnya.


"Tenang aja,, sekeras apa pun papahmu. marah marah, ngga akan merubah cinta Abang buat kamu, bagi Abang omelan dan perkataan Papahmu itu hanya lewat kuping kanan keluar kuping kiri, Abang ngga masukin ke hati, karena Abang tau sebenarnya Papahmu itu cemburu sama Abang, karena Abang adalah laki laki yang di cintai kamu,, "Zara pun tersenyum mendengar perkataan Rizki.

__ADS_1


Di dalam mobil Mereka mengobrol sambil menikmati indahnya sore di kampung, sampai tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2