MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Sarapan Di Rumah Hendra


__ADS_3

Sampai di Rumah Hendra sudah jam 11 malam, setelah semuanya sudah di turunkan Hendra menyuruh Rizki pulang. Dan Hendra juga menyuruh Rizki untuk membawa mobilnya.


"Pah,, ini udah malam, Abang suruh nginep aja, "


"Ini belum terlalu malam Za, udah Rizki pulang sanah, besok kamu harus ke kantor pagi, pasti kerjaan sudah numpuk menunggumu,, besok jemput Saya jangan sampai telat, ngerti,, "Kata Hendra,Rizki lalu menjawab Iya dan Hendra langsung masuk ke dalam.


"Abang mau pulang,, ?"


"Iya,, tadi ngga denger apa yang Papahmu bilang,, Abang pulang yah, besok Abang harus bangun pagi soalnya,, "


"Iya udah,, Abang hati hati yah,, "


Rizki lalu masuk ke mobil dan langsung pergi,Sampai rumah Rizki langsung menjatuhkan badanya di kasur, tanpa ganti baju karena Rizki merasa sangat lelah.


Pagi harinya Rizki bangun sedikut telat, jam 6 Rizki baru bangun, dan Rizki langsung bersiap untuk pergi ke kantor, tapi akan menjemput Hendra dulu ke rumahnya.


"Nasib nasib,,jadi anak buah ya begini, ngga boleh telat dan harus selalu siap,, "kata Rizki yang sedang menyetir mobil yang mau menuju rumah Hendra.


Sampai rumah Hendra, Rizki lalu masuk ke dalam rumah.


"Mba Pak Hendra di mana,,? "tanya Rizki pada Mimin.


"Eh Mas ganteng,, Bapa ada di ruang makan,, "


"Oh ya udah Saya mau ke sana langsung,, "Mimin mengangguk. Rizki lalu masuk ke ruang meja makan.


"Pagi Pak,, Bu,, "sapa Rizki pada Hendra dan Dea, sedang ke Zara Rizki tersenyum saja.


"Pagi, Ayo Ki sarapan dulu,,Za siapin sarapan buat Rizki gih,, "Dea yang bicara.


"Ini udah siang,, kalau mau sarapan cepet ,, nanti telat lagi ke kantor,, "Hendra bicara sambil terus makan.


Rizki laku duduk dan Zara langsung menyiapkan sarapan buat Rizki, dari mengambilkan nasi goreng juga minum buat Rizki.


"Makasih yah,, "Kata Rizki dan Zara mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Rizki laku makan sarapanya,baru saja habis setengah Hendra sudah menyuruhnya untuk berangkat.


"Tunggu Pah,, kasian Abang ini tinggal sedikit lagi kok,, "


"Papah akan tunggu di mobil, Ayo sayang kita ke depan,, "Jawab Hendra sambil mengajak Dea mengantarnya ke depan. Dea pun bangun dan berjalan bersama Hendra menuju depan rumah.


"Sayang,, kamu kapan akan berangkat ke singapurnya,, ?"


"Mungkin besok lusa,, kenapa,,? "


"Sebelum pergi ke singapur, kita jalan dulu yuk, "


"Mau kemana,,? "


"Ke mall, kita nonton,, "


"Ayo,, tapi Abang yang izin ke Papah yah,, "


"Iya, tapi kamu bilang ke Papahmu juga yah,, "


Zara mengangguk.


Sampai di luar Hendra sudah ada di dalam mobil, dan Rizki langsung berjalan menuju mobil.saat akan masuk mobil Zara memanggil Rizki, ternyata Zara mengambil tangan Rizki lalu menciumnya.


Hendra yang melihatnya langsung membunyikan klakson dengan kencang, Dea melihat kelakuan suaminya hanya tersenyum tipis sambil tersenyum.


Rizki langsung membawa mobilnya menuju kantor.


"Heri tadi pagi telfon saya, katanya pak Herman dan anaknya akan datang ke kantor hari ini,, "


"Apa Bapa akan melanjutkan kerjasama dengan mereka,,? "


"Saya lagi kurang yakin pada mereka, menurutmu gimana,,? "


"Saya sih sebenarnya dari pertama melihat proposal mereka juga kurang yakin Pak, tapi semua keputusan kan ada di Bapak,, "

__ADS_1


"Apa yang membuatmu kurang yakin,,"


"Karena saya dengar perusahaan mereka sedang sakit, karena kalah tender dua bulan lalu, "


"Kenapa kamu ngga bilang kemarin pada saya, "


"Karena saya pikir Bapa udah tau, apa lagi Pak Herman ingin menjodohkan anaknya dengan Zara, Saya makin takut bersuara,, "


"Harusnya kamu tuh jangan takut bilang pada Saya, justru harusnya kamu tuh bilang pada saya kalau perusahaan mereka sedang sakit, jadi saya saat itu juga langsung tidak mau buang buang waktu untuk bertemu denganya untuk bicara tentang kerja sama ini, apa lagi mau menjodohkan anaknya dengan Zara, pasti langsung saya tolak,,"


"Iya Pak Maaf,,, "


Hendra dan Rizki pun sampai kantor, lalu mereka masuk bersama.


Heri langsung memberikan laporan pekerjaan dengan banyaknya, dan yang harus di tandatangani oleh Hendra.


"Letakan semuanya di meja, "kata Hendra saat Heri membawa tumpukan map di tanganya.


"Iya pak, ini sudah saya periksa tinggal bapa tandatangani saja,, dan yang ini saya belum periksa, "


"Ya udah kamu boleh keluar,, "Heri lalu mengangguk dan keluar dari ruang Hendra.


"Ki,, kamu bantu Saya memeriksa yang ini,, bawa sanah ke ruanganmu, nanti kalau ada yang Saya butuhkan akan saya panggil kamu,"


Rizki pun lalu mengambil map yang di tunjuk Hendra, lalu Rizki keluar dari ruangan Hendra.


"Enak banget sih kamu Ki abis ikut liburan bareng Bos,, "


"Enak apanya sih,, sama aja kerja kok, orang Aku nyetir mobil terus, Aku tuh jadi supir tau ngga,, "


"Ya setidaknya kamu ngga pusing lah masalah kerjaan,, "


"Ngga pusing kerjaan tapi kurang istirahat,,udah ah Aku mau lanjut,, kerjaan nih banyak, "Rizki lalu pergi, dan masuk ke dalam ruanganya.


Saat Rizki sedang memeriksa pekerjaanya yang tinggal 2 map lagi, Hendra menelfonya, dan. menyuruhnya untuk ke ruanganya secepatnya.

__ADS_1


Rizki lalu dengan berjalan cepat langsung keluar dan menuju ruangan Hendra. saat Rizki buka pintu ternyata di depan Hendra sudah ada yang duduk di sofa. dia adalah Pak Herman dengan Anaknya Angga.


Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2