MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mantan Suami Menelfon


__ADS_3

Mas Hendra setelah ku bisiki kata kata rayuan mautku dia langsung tersenyum, dengan masih tersenyum lalu menganggukan kepala. dan posisi Mas Hendra yang duduk sambil bersanadar di sandaran kasur memudahkan dia untuk tanganya ikut menggerakan pinggulnya.


"Tapi harus kamu yang kerja,, ini sebagai hukuman,, "sambil tangan satunya mengangkat daguku. Dan Aku pun mengangguk tanda setuju.


Lalu tanganya menarik daguku agar makin mendekat dan kita pun berci*man.Aku kalungkan tanganku di leher Mas Hendra, sedang tangan Mas Hendra dua duanya ada di pinggangku dan sambil menggerakanya maju mundur.


Di bawah duduku sudah terasa benda yang mengganjal, ciuman kita pun makin menuntut. Lalu Mas Hendra melepaskan bajuku dan pembungkus dadaku. setelah terbuka Mas Hendra dengan tersenyum tipis langsung memainkan buah dadaku,


Mas Hendra dengan rakusnya Meny**ot seperti bayi yang sedang kehausan, dan tangan satunya meremasnya dengan gemas, sambil sesekali memelintir daging kecilnya, sedang Aku hanya bisa merasakan ke nikmatan. dari bibirku mengeluarkan suara suara aneh dan itu yang membuat Mas Hendra makin menjadi saat suara de**hanku keluar.


Saat Mas Hendra menyuruhku untuk turun dari pangkuanya karena ingin melepaskan celanaku, tiba tiba hpku berbunyi.


"Mas,, Dea angkat dulu boleh ngga,,? "Saat ku lihat nama yang tertera adalah kaka Doni.


"Emang siapa yang telfon,, ?"


"Ka Doni,, "jawabku.


"Ya udah angkat aja,, tapi kamu duduk sinih,, "sambil menepuk kasur yang kosong di sebelahnya.


Lalu Aku pun duduk, dan Mas Hendra dengan bergerak pelan menarik celanaku, sedang Aku mengangkat telfon dari Kaka.


"Iya Hallo kak,, "kataku.


"De,, maaf ganggu, kamu dah tidur belum,,? "


"Ngga papa kak, belum tidur kok, emang ada apa,,? "


"Ini kaka pengin kabarin kamu, Kak mau bikin acara 4 bulan kehamilan Kak Dian, kamu bisa datang ngga,, ?"


"Acaranya kapan emangnya kak,,? "


"Minggu sore,, itu kalau kamu bisa datang, kalau ngga juga ngga papa, kaka hanya memberi kabar aja,, "


"Iii,, iya kak na,, nanti Dadek tanya Mas Hendra dulu yah, "


"Kamu lagi kenapa sih,,suaranya kok gagap gitu,,? "

__ADS_1


"Iini,, lagi di.. "


"Ininya buka sih sayang,, Saya susah,, "kataku belum selesai, Mas Hendra malah ngomong dengan kencangnya.


"Apa sih Mas,, tunggu dong, Dea lagi telfon ini,, "kataku sambil sedikit berbisik.


"Hallo De,, ada apa,, kamu lagi sama suamimu apa,,? "


"Hallo Iya kak,,ini lagi sama Mas Hendra, "jawabku sedikit pelan.


"Oh gitu,, ya udah lanjutin sanah,, jangan lupa kalau bisa datang,, "setelah Aku menjawab Iya hp pun mati.


"Kamu tuh Mas,, orang Dea lagi telfonan sama kaka malah kamu ngga sabaran banget,, "kataku sambil ngomel.


"Ya lagian orang tinggal di buka aja kakinya, pake di kempit gitu, Saya kan jadi susah,, "


"Lagian kamu mau ngapain sih Mas,, katanya Dea yang suruh kerja, tapi kenapa Mas jadi yang repot ,,"kataku.


"Mau ke mana,,? "tanya Mas Hendra, saat Aku turun dari kasur. tapi Aku tidak menjawabnya.


Baru saja Aku naik ke kasur dan Mas Hendra sudah merentangkan tanganya untuk menyambutku, Hpku pun berbunyi lagi, dan takutnya kaka yang menelfon Aku pun mengambil hpku dan Aku duduk di sambing Mas Hendra yang sudah rebahan.


"Siapa lagi yang menelfon,,? "tanya Mas Hendra.


"Ngga tau Mas ngga ada namanya,, biarin aja lah Mas,, "Aku taro hpku di atas bantal dan dengan masih bunyi aja.


"Angkat aja dulu,, siapa tau penting, "kata Mas Hendra saat hpku berbunyi lagi.


Lalu Aku pun mengangkatnya, dan Mas Hendra menyuruh untuk di sepeker.


"Hallo,,, "kataku.


"Hallo sayang,,, "Aku dan Mas Hendra saling pandang, Aku langsung paham sekali siapa si penelfon dari suaranya.


"Maaf ini siapa yah,, sepertinya salah sambung,, "kataku.


"Jangan di matikan De,, ini Aku Dedi,, "Mas Hendra melarangku untuk mematikanya karena Mas Hendra sudah tau yang menelfon adalah mantan suamiku.

__ADS_1


"Mau apa kamu menelfon Dea,, kita sudah ngga ada urusan lagi kan,, ?"


"Aku mau minta maaf,, dan Aku ingin bertemu denganmu, apa bisa,,? "


"Maaf,,, Dea sudah ngga mau bertemu lagi denganmu, Dea sudah menikah dengan orang yang sangat mencintai Dea dan menerima segala kekurangan Dea, jadi tolong jangan menelfon dan mengganggu Dea lagi,,, "


"Aku ngga akan pernah menyerah untuk bertemu denganmu, karena Aku ingin meminta maaf padamu secara langsung, rasanya Aku tidak akan tenang kalau belum meminta maaf padamu secara langsung,,, "


"Bila Aku harus bersujud padamu agar mendapatkan maaf darimu,akan Aku lakukan, "


"Sayang Apa sudah selesai bicaranya,, Ayo kita lanjutkan lagi,, hemmm,,, "kata Mas Hendra sengaja agar Dedi tau kalau Aku sedang bersama suamiku.


"Iya sayang sudah kok,, "jawabku.


"Maaf suami Dea sedang menunggu, sebaiknya kamu jangan menghubungi atau menelfon Dea lagi, karena Dea sudah ngga mau lagi melihatmu,, "dan langsung Aku matikan.


Lalu Aku langsung memblokir nonya. setelah itu air mataku mengalir tanpa Aku sadari.


"Kenapa menangus,,, Saya ngga suka melihatnya,, "Aku langsung menghapusnya dan tersenyum.


"Dea rasanya sungguh jijik mendengar suaranya, apa lagi dia bilang minta maaf, apa dia tidak ingat saat dia menghina dan menyakiti Dea begitu dalamnya, "kataku setelah air mata sudah ku hapus, Aku menangis karena teringat saat saat dia bicara yang sungguh menyakitiku dan sekarang dengan gampangnya dia minta maaf.


"Tapi Dea juga bersukur, karena Tuhan telah mengirimkan seseorang yang sangat baik dan menyayangi Dea, memang semua cobaan yang Tuhan kasih pasti akan ada hikmah di balik cobaan itu,,, "


"Terimakasih telah membuat Dea menjadi wanita yang sangat bahagia, semoga Mas tidak akan berubah rasa sayang dan cintanya untuk Dea sampai ahir nanti,,"Mas Hendra pun memeluku sambil mencium keningku.


"Saya akan selalu mencintai dan menyayangimu, selama nafas ini masih ada di tubuhku, kita akan bersama sama selamanya, sampai ajal yang memisahkan,, "Aku pun tersenyum dan mengangguk.


"Pakai bajumu,, Saya sudah ngga pengin lagi, kita tidur aja,,"


"Serius nih,, "Mas Hendra pun mengngguk.


Aku langsung memakai bajuku lagi,dan setelahnya kita tidur dengan saling berpelukan.


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih,,


Dan jangan lupa mampir ke cerita baruku, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.

__ADS_1


__ADS_2