
Akbar sudah sampai di kampus,dan.langsung masuk ke dalam kelas.Beni sudah ada di dalam dan langsung memanggil Akbar.
"Kakaku masih di rumahmu Bar,,?"
"Sudah Aku antar pulang,tadi sekalian Aku berangkat,,"
"Oh,,maaf yah jadi ngerepotin kamu,dan makasih,,"
"Iya santai aja ,,"sambil duduk .
Tidak lama Dosenpun masuk dan Dosen langsung memberi materi kepada mahasiswanya.
Keesokan harinya,Arsila datang ke klinik Dinda,Rupanya Dinda menelfonya dan menyuruh untuk datang ke klinik.
"Siang Tante,,"kata Sila saat masuk ke ruang kerja Dinda.
"Siang sayang,,ayo masuk,,"Sila langsung masuk dan cipika cipiki dengan Dinda.
"Sila Naik apa ke sininya,?"
"Naik taxsi Tan, "
Lalu saat Dinda dan Sila sengang mengobrol,Agung masuk.
"Sayang,,kita jadi makan siang ngga,,?"kata Agung.
"Eh ada Sila,kapan datang,,?"
"Baru Om,,"sambil tersenyum tipis.
"Jadi Pah,,Mamah udah pesan restoran yang sangat bagus untuk kita makan,,"
"Ya udah yuk kita berangkat,ini sudah jam satu loh,,"
"Iya,,,ayo Sila ikut makan siang bareng Tante dan Om dulu,"
"Tapi Tan,,bukanya kita mau ngomongin masalah kerjaan,,"
"Iya,,kita obrolinya nanti setelah kita makan siang dulu,,ayo kita pergi,,"sambil menarik tangan Sila.
Mereka bertiga jalan menuju parkiran mobil,setelah sampai mobil mereka langsung masuk.
"Hallo pak ,,Fatiya sama Faiza sudah pulang belum,,?"Dinda sedang menelfon pak supir yang menjemput kembar.
__ADS_1
"Ya sudah ,bapa langsung pergi ke alamat yang saya kirim ya Pak,saya sudah kirim serloknya ke hp bapa,,"Setelah itu hp pun di matikan.
"Sudah pulang mereka,,?"tanya Agung.
"Sudah Pah,"Agung mengangguk.Sila yang duduk di bangku belakang hanya diam dan mendengarkan Agung dan Dinda mengobrol.
"Andai orang tuaku seperti om dan Tante,pasti keluargaku akan bahagia juga seperti mereka,Gara gara Papah yang selalu sibuk kerja dan mengabaikan Mamah,membuat Mamah jadi sakit,dan sampai mamah meninggal,Aku benci banget sama Papah,,"kata Sila dalam hatinya.
Ahirnya mobil Agung masuk ke rumah makan yang sangat bagus,dan tempatnya juga sejuk karena banyak pohon mengelilingi rumah makanya.
"Ayo kita masuk,,"Agung merangkul pundak Dinda dan berjalan masuk,sedang sila ada di belakang mereka berdua.
Dinda sudah memesan tempatnya dan langsung menuju meja yang sudah di pesan,jadi tempat makanya seperti saung,dan satu keluarga satu saung.
"Kok telat sih Mah,pah,,Abang sudah nunggu 10 menitan loh,,"ternyata Akbar sudah sampai duluan.dan Akbar tidak melihat ada Sila karena di belakang Agung dan Dinda.
"Iya,,maaf tadi Mamah ada pasien,,"lalu Dinda dan Agung duduk lesehan .Akbar melihat ada Sila langsung mengerutkan kedua alisnya karena kaget ada Sila.
"Sila ayo duduk,,"Dinda menyuruh duduk.Sila mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
Sila pun duduk di dekat Dinda,baru saja Sila duduk kembar datang.
"Mamah,,Papah,,"teriak keduanya.lalu si kembar salaman kepada semuanya.
"Ayo duduk,kita makan siang bersama,ini sudah siang,,"
Makanan semua sudah siap di meja,Dinda rupanya sudah memesan semua.Mereka makan sambil mengobrol.
Akbar dari tadi tidak mengeluarkan suara,hanya suara kembar yang paling berisik.
"Abang dari tadi diam aja,,lagi sariawan ya Bang,,?"Faiza yang berkata.
"Iya bener Dek,tumbenAbang dari tadi diem aja,biasanya aja paling berisik,,"Fatiya sekarang yang bicara.
"Apa sih Dek,,udah makan aja,jangan banyak omong,,"Akbar menjawab.
"Mungkin karena ada kak Sila ya Bang jadi Abang ngga banyak ngomong,,"Akbar matanya langsung melotot ke faiza.
Sila pura pura ngga denger,sibuk makan sambil menunduk.Agung dan Dinda tersenyum.
Akbar masih diam dan ngga banyak bicara dari tadi,kembar bersama Agung dan Dinda pergi keliling rumah makan ,karena kembar ingin foto foto.
Yang tinggal hanya ada Akbar dan Sila yang masih menghabiskan makananya.Sila yang tidak hati hati saat makan ikan,tiba tiba tersedak dan Sila mencoba mengeluarkanya.Akbar yang melihat Sila seperti kesakitan langsung mendekatinya.
__ADS_1
"Kenapa,,,?"
"A,,ada duri ,,"
"Ayo muntahin,"kata Abang,sambil menyuruh jari Sila untuk mengodek ke mulutnya.Sila pun menurut.Sila langsung keluar saung saat akan muntah,dan benar saja Sila muntah,Akbar langsung mengambil tisu dan mendekatinya.
"Ini lap mulutnya,,"Sila mengambil tisu dari tangan Akbar.dan mengelap mulut juga kening yang keringatan.
"Sudah keluar durinya,,"Sila.mengangguk.
Lalu Akbar melihat muntahan Sila di depan saung,Akbar memanggil pelayan rumah makan itu.
"Mas,,mas sinih bentar,,"
"Iya ada apa Mas,,?"
"Ini teman saya muntah,tolong ambilkan air satu ember yah ,biar nanti saya siram,,"Sila yang mendengar Akbar berkata seperti itu pada pelasan rumah makan merasa tidak enak.mas itu langsung pergi mau mengambilkan Air.
"Cuek tapi baik,,Aku merasa ngga enak karena selalu merepotkanya,,"kata Sila dalam hatinya.
"Sinih Mas airnya,biar saya yang menyiramnya,,"kata Akbar meminta ember ke Mas Pelayan.
"Biar saya aja Mas,Mas takut kotor,,"
"Ngga papa,biar saya aja,,"Akbar tetap memgambil ember dan menyiram muntahan Sila agar masuk got.
Setelah di menyiram Akbar juga memberi uang buat mas yang mengambilkan air.tadinya ngga mau tapi Akbar tetap memberikanya.
Dinda dan yang lain pun datang,dan mereka tidak tau apa yang barusan trrjadi pada Sila.
Selesai makan mereka langsung pulang,tapi Dinda mengajak untuk foto bersama di depan rumah makanya dulu.
"Mahh,,ngapain sih foto,malu tau ngga,,"Akbar tidak mau karena malu.
"Ngapain malu sayang,ini tempatnya indah kok,ayo sekali aja yah,,"
Dinda menyuruh Pak supir untuk memfotokanya,kembar berdiri di depan ,Agung dan Dinda sebelahan,Sila dekat Dinda,saat Akbar mau di dekat Agung,Dinda menyuruh untuk di dekat Sila.Akbar sebenarnya ngga mau,tapi Dinda memaksanya,jadi Akbar ahirnya berdiri dekat Sila.tampang Akbar saat foto sangat datar,ngga ada senyum senyumnya sama sekali.
Setelah foto ,Kembar pulang dengan pak sopir,Akbar pulang sendiri,sedang Sila ikut Agung dan Dinda,mereka mau ke klinik lagi.sebelum Sila masuk mobil,Sila mendekati Akbar dulu.
"Eemmm,,makasih yang tadi,dan maaf selalu merepotkan,,"Akbar hanya menjawab Iya dengan sangat singkat.
Lalu Akbar masuk ke mobil,Sila juga masuk ke mobil Dinda ,Akbar melihat Sila dari sepion sebelah kanan.dan Akbar belum pergi ,Akbar menunggu mobil Agung pergi duluan,setelah mobil Agung pergi,Akbar baru menjalankan mobilnya untuk pulang.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih....