MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Sakit Tapi Tak Berdarah


__ADS_3

Zara rupanya hampir pingsan, makanya Bumi langsung memeluknya.


"Za,, pintu lif sudah terbuka,, bertahanlah,, jangan pingsan,,"Bumi lalu menggendong Zara keluar dari Lif setelah teknisi menyuruhnya keluar tanda sudah aman.tapi Bumi memakai kaosnya terlebih dahulu.


Zara lalu di dudukan di bangku, dan ada seorang wanita yang memberikan minum untuk Zara. Bumi membantu Zara untuk minum.


"Sudah lebih baik,,? "Zara mengangguk, setelah minum habis setengah botol air minum.


"Ayo Aku antar ke apartemen mu,, kita naik lif lagi yah,, "


"Zara ngga mau naik lif lagi Kak, Zara takut, "


"Tapi ini baru lantai 5,kalau ngga naik lif kamu kuat naik lewat tangga 5 lantai lagi,, "


"Zara kuat,, "sambil bangun dari duduknya. dan berjalan menuju tangga.


"Mba lifnya sudah jadi, lebih baik naik lif aja, karena mba terlihat lemas dan pucat,, "kata petugas teknisi, mereka ceritanya ngomongnya pake bahasa inggris yah.


"Tapi saya takut Pak, "jawab Zara dengan pelan.


"Saya akan temani,, kalian ke atas, silakan naik lif saja,, "


"Iya Za kita naik lif aja, kamu ngga mungkin kuat berjalan sampai lantai 10 dalam keadaan seperti ini,, "Zara diam sambil berfikir.


"Sudah ayo naik,, kamu butuh istirahat,, "sambil merangkul pundak Zara karena Zara masih terlihat lemas.


Ahirnya Zara dan Bumi masuk ke dalam lif, badan Zara terlihat tegang, Bumi pun merasakanya.


"Ngga usah takut, kita berdoa saja semoga ngga berhenti lagi seperti tadi,, "sambil menggenggam tangan Zara. Zara hanya mengangguk pelan.


Lif ahirnya berhenti di lantai 10,Zara dan Bumi pun keluar dari dalam lif. dan berterimakasih pada bapak teknisi yang mengantar.


Lalu Bumi pun ikut masuk ke dalam apartemen Zara, ini pertama kalinya Bumi masuk ke apartemen Zara.


"Maaf,, tempatnya berantakan,, "kata Zara saat membuka pintu.


"Ngga kok,, ini cukup rapi,, "jawab Bumi, lalu keduanya pun masuk.


Zara mengambilkan minum untuk Bumi, dan memberikanya.

__ADS_1


"Ini kak minum lah,, "


"Iya,, trimakasih,, "Bumi lalu meminumnya.


"Aku pulang yah, kamu istirahatlah,, "bangun dari duduknya.


"Terimakasih ya kak,, tadi Zara benar benar takut,, "


"Iya,, sudah jangan di fikirkan, kamu tidur lah,, "Zara lalu mengangguk dan tersenyum.


Bumi lalu keluar dari apartemen Zara, dan saat pintu tertutup, Bumi langsung memegang dadanya, karena dari tadi Bumi menaha rasa sakitnya.


"A,, aku harus cepat pu, lang,, Aku harus minum obat,, dadaku sangat sakit,, "sambil berjalan menuju lif.


Sampai di apartemenya Bumi langsung masuk ke kamar, dan mencari obatnya, setelah mendapatkanya Bumi langsung meminumnya.


Bumi lalu diam sesaat karena menunggu reaksi obatnya bekerja, setelah 10 menit dada Bumi sudah tidak sakit lagi, Bumi lalu langsung tiduran.


Beda dengan Zara, setelah ganti baju dan bersih bersih, Rizki rupanya menelfon dan vc.


"Sayang,, kok wajah kamu terlihat pucat, kamu sakit,,? "tanya Rizki.


"Oh mungkin kamu kecapean ya Yang,, "


"Cape sing ngga Bang, Zara malah seneng, mungkin karena Zara ngga tidur siang,, "


"Bisa jadi sih,, ya sudah kalau gitu kamu istirahat dan langsung tidur yah, ini juga udah malam, besok Abang telfon lagi,, "


"Iya Bang,, "


"Sun dulu dong,, "Zara hanya tersenyum, lalu mematikan telfonya.


Setelah itu Zara meletakan hpnya di meja dekat ranjang, dan Zara langsung tidur.


Pagi harinya Zara sudah bersiap untuk berangkat kuliah,setelah sarapan Zara langsung pergi. saat ada di depan pintu lif Zara sedikit bingung antara mau masuk atau tidak. Zara teringat kejadian semalam dan ahirnya Zara turun ke bawah menggunakan tangga saja.


Samapi di bawah Zara langsung keluar dengan kening yang sedikit berkeringat, ternyata Bumi sudah ada di depan apartemen Zara.


"Pagi Za,, kita berangkat bareng yuk,, "Zara hanya mengangguk.

__ADS_1


"Kamu tadi turun pakai tangga yah, ngga pakai lif,, "Bumi rupanya melihat kening Zara yang berkeringat, lagi lagi Zara mengangguk.


"Pantas saja, kening kamu sampai berkeringat gitu,, "Zara langsung mengambil tisu di tasnya, dan mengusap keringat yang ada di keningnya.


"Kamu masih takut,, "


"Iya,, "jawabnya dengan pelan.


"Ya memang orang kalau sudah takut susah sih Za,, tapi kamu juga jangan kelamaan takutnya, nanti kamu cape sendiri loh kalau naik tangga terus,, "


Mereka pun ahirnya sampai di kampus, dan keduanya langsung berpisah ke tempat jurusanya masing masing.


Saat jam makan siang, Bumi melihat Zara di kantin dan sedang makan sendirian, Bumi lalu mendekatinya.


"Boleh duduk sini ngga,,? "Zara langsung mendongak, saat melihat Bumi Zara pun tersenyum tipis dan mengangguk.


"Makasih,,kamu makan apa,,? "


"Ayam goreng,, "


"Oh,,, pulang jam berapa nanti,, "


"Jam dua,, habis ini ada kelas tambahan juga,"


"Kita berarti sama, Aku juga pulang jam dua, "


"Za,, Aku boleh minta no telfonmu ngga,,? itu kalau boleh,, kita kan sekarang teman, jadi takutnya di antara kita sedang butuh sesuatu bisa saling bantu,, "kata Bumi lagi.


Zara selerti sedang berfikir, dan Zara pun mengiyakan, Bumi tersenyum senang dan langsung memberikan hpnya pada Zara.


Zara lalu mengetik nonya di hp Bumi, saat keduanya sedang makan, hp Zara berbunyi tanda panggilan dan ternyata Rizki.


"Iya hallo Bang,, "jawab Zara, Bumi pun langsung faham siapa yang menelfon.


"Ini Zara lagi makan, Abang udah makan belum,,? "


"Oh iya,,, iya udah dah,, iya sayangggg,, "kata Zara, dan mengahiri panggilan.


Bumi dari tadi selalu menatap ke Zara ,Bumi masih saja merasa sakit melihat bagai mana Zara berbicara pada Abangnya. sungguh tersiksaaaaaaa.....

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2