
"Tapi janji ya Mas bentar aja,, "
"Iya,, Mas janji bentar aja,, "
Agung dengan tidak sabaran melepaskan daster yang Dinda pake. dan setelah terlepas Dinda di tidurkanya di atas sofa, dan Agung yang ada di atasnya.
"Karena Sayang minta jangan lama lama,kita langsung main aja yah,, "lalu Agung menarik kain segitiga yang masih di pake Dinda.
Setelah terbuka, Agung langsung menji**lati inti tubuh Dinda agar basah, biar saat milik Agung masuk tidak sakit dan kering.
"Masss,, aahhhh,, "saat Agung memainkan lidahnya di inti tubuh Dinda.
Dinda meremas rambut Agung yang sedang sibuk memainkan inti tubuh Dinda dengan lidahnya. Dinda sangat menikmatinya karena lidah Agung seperti menari nari.
Setelah cukup basah, Agung lalu memposisikan miliknya di inti tubuh Dinda.
"Aahhh,, Masss,pelannnn,,"saat Agung menusukan senjatanya.
"Uuhhh,, iya sayang,, enaknya,, "setelah masuk semuanya.
Lalu Agung mulai menggerakan pinggulnya naik turun dengan gerakan sangat cepat, Dinda sampai mulutnya tak berhenti mengeluarkan suara indahnya.
"Mass,,, aahh,, Aaahhh,,"
"Oohhh,, Yangg,,, tahan Yangg,,, enaknyaaa,, "sambil terus bergerak.
"Yang ganti posisi yah,, "Sambil Agung mencabut miliknya. Dan Dinda pun menurut.
Agung dengan posisi duduk, sedang Dinda di suruh Agung untuk duduk sambil membelakanginya, Agung memegang miliknya agar bisa masuk ke dalam inti tubuh Dinda. setelah masuk Agung membantu Dinda menggerakan pinggulnya.
Dinda bergerak dengan sangat ets**otis di atas badan Agung.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Dinda merasa akan melakukan pelepasan, lalu meminta Agung untuk ganti posisi dengan Dinda yang merangkak.
Setelah itu Agung memasukan miliknya dan menggerakanya dengan sangat cepat.
"Ya,,ng tahan yahhh,, Mas mau keluar jugaaa,"
"I,,iya Mas,, kita ba,,reng ya,, "kata Dinda.
Lalu Agung makin mengencangkan gerakanya, dan mereka pun berteriak bersama tanda pelepasan.
"Makasih ya Yang,, "Dinda hanya mengangguk sambil tengkurap di sofa.
Sedang Agung setelah mencabut miliknya di inti tubuh Dinda, Agung langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih.
Setelah Agung selesai bersih bersih, sekarang Dinda yang bergantian ke kamar mandi, kalau Dinda sekalian mandi karena sudah merasa badanya lengket.
Agung naik ke kasur lagi, lalu merebahkan badanya. saat Agung memejamkan matanya Dinda keluar dari kamar mandi ,dan sudah memakai bajunya.
"Ya Sayang,,, "Jawab Agung dan Dinda langsung keluar dari kamarnya.
Dinda menuju kamar si kembar, dan saat masuk ke kamarnya kembar sudah tidur dan Mba Fitri sedang membersekan mainan kembar yang berantakan.
"Kembar sudah tidur dari tadi Mba,,? "tanya Dinda saat melihat kembar yang tertidur nyenyak.
"Bauru Bu,, mungkin baru 10 menitan,, "Dinda mengangguk.
"Mba Saya mau bicara sama Mba Fitri, ayo kita duduk di sini,, "kata Sinda sambil duduk di karpet berbulu yang ada di lantai.
Fitri lalu ikut duduk setelah Dinda duduk, Dinda pertamanya menanyakan apa mba Fitri betah kerja jagain kembar dan sudah berapa bulan kerjanya, biar ada obrolan dulu dan tidak langsung ke inti.
"Apa yang membuat mba Fitri betah kerja di sini,, apa karena si kembar apa karena suami saya Mas Agung,, "Fitri kelihatan sangat kaget.
__ADS_1
"Ma,, maksud I,, Ibu apa yah,, "
"Tadi Saya ngga sengaja lihat hp kamu, dan Maaf Saya lancang melihatnya, tapi Saya juga tadinya tidak berniat melihatnya ,tapi karena tadi saat kamu mau mandiin Fatiya hp kamu kondisi nyala dan terlijatlah foto foto itu, dan Saya melihat galeri kamu banyak sekali foto foto kembar tapi bukan hanya kembar saja, melainkan foto kembar dan Papahnya, apa maksud dari foto foto itu,,, "Fitri kelihatan ketakutan sambil ******* ***** tanganya.
"Coba jelaskan pada Saya, jangan bilang selama ini mba suka sama Suami saya yah,, kalau sampai itu terjadi, mba sebaiknya keluar dari rumah saya, karena Saya tidak mau memelihara ular di rumah saya sendiri, "Dinda mulai bernada sedikit tinggi, sedang Fitri makin takut.
"Ayo bijara, jelaskan pada Saya,, "karena Fitri dari tadi hanya diam dan menunduk.
"Maaf kan saya Bu,, "
"Maaf kenapa,, ayo katakan yang jelas,, "
"Maaf karena saya mengagumi Bapak,, saya ngga punya fikiran untuk menyukainya apa lagi merebutnya dari Ibu,, Saya hanya mengagumi Bapa Bu,, "
"Mengagumi,,, Mengagumi bagai mana maksudnya,, "
"Saya mengagumi Bapa, karena Bapa orangnya sangat baik, lembut dan penyayang ,apa lagi Bapa sangat sabar,, "
"Cuman itu,, saya ngga percaya,, "
"Iya Bu, sungguh,, Saya benar benar mengagumi Bapa, walau Ibu selalu sibuk di klinik, Bapa tidak pernah marah dan kesal sama Ibu saat tidak ada Ibu di rumah, dan Bapa sangat baik pada semua pekerja di sini, itu yang membuat saya Mengagumi Bapa Bu,, sungguh,,, "
"Baik,, Saya ajan percaya sama mba sekali ini saja, dan tolong itu foto suami saya semua di hapus dari hp mba, dan jangan ada yang tersisa, itu kalau mbamasih mau bekerja di sini, tapi kalau mba ngga mau melakukanya, silakan keluar dari rumah saya,, "
"Jangan pecat saya Bu, baik akan Saya hapus semuanya,, "Fitri langsung membuaka hpnya dan menghapus semua foto yang ada di galerinya.
"Bagus,, tapi saya memberi kesempatan pada Mba sekali ini saja, kalau besok sampai Saya melihatnya lagi, mba harus keluar dari rumah saya,, "sambil bangun dari duduknya.
Lalu Dinda pun keluar dari kamar si kembar, saat Dind sudah keluar kamar Fitri tersenyum tipis.
"Bodohhhh,,,,,, "
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya,,Trimakasih..