
Sudah pukul 4 sore Ibu belum juga sadar, Aku sudah mendatangi Ayah sampai 3 kali, Aku menyuruhnya untuk istirahat di ruangan Suamiku, tapi Ayah tetap tidak mau, katanya ingin menunggu Ibu sampai sadar, Suamiku juga sudah mengecek keadaan Ibu, tapi Ibu belum ada tanda tanda akan sadar.
"Mas,, Dinda pulang dulu yah, Akbar kasian di rumah,pasti nyariin kita yang ngga ada di rumah,, "kataku saat Aku ada di ruangan suamiku.
"Iya,, Adek pulang aja dulu, nanti kalau Ibu sadar Mas akan kabari, "kata suamiku.
"Iya Mas, dan tolong temani Ayah, Ayah sepertinya sangat sedih,,, "
"Iya Mas akan temani, "
Sebelum keluar dari ruangan suamiku, Suamiku mencium bibir dan keningku sekilas. lalu kita pun keluar bersama, Aku berpamitan pada Ayah dulu.
"Yah,,, Dinda mau pulang dulu,kasian Akbar di rumah,, "kataku.
"Iya Dinda pulang aja, biar Ibu Ayah yang jaga, "
"Tapi Ayah ngga boleh telat makan loh,, Ayah ngga boleh sakit juga, "kataku.
"Iya,,,, "Aku pun mencium tangan Ayah dan pergi dari sana.
Aku di antar suamiku sampai ke parkiran mobil, karena sekarang ada supir jadi suamiku tidak begitu kuatir kalau Aku pergi sendiri.
Di sepanjang jalan menuju ke parkiran, setiap suster pasti sangat ramah pada Suamiku, Aku tidak lah cemburu karena memang suamiku di rumah sakit ini sudah bekerja sangat lama dan pastinya setiap Suster dan Dokter mengenal semua.
Suamiku menggandeng tanganku, dan Aku sangat senang karena Suamiku secara tidak langsung seperti memamerkan ini loh istri saya, tapi ini hanya pikiranku saja sih, Aku ngga tau pikiran suamiku hehe..
"Dinda pulang ya Mas,,, "sambil ku cium tangan suamiku.
"Iya hati hati, kalau saudah sampai rumah kabari Mas, "Aku mengangguk dan masuk ke dalam mobil.
Sekitar setengah jam Aku sampai di rumah, dan saat masuk rumah Akbar sudah berlari mendekat ke padaku..
"Mamahhh,,,,, Mamah dah pulang, Nene sama Kake mana kok ngga ikut pulang,? "samil ku gendong anaku.
"Nenek sedang di rawat di ruamh sakit, biar Nenek cepat sembuh, "kataku.
__ADS_1
"Trus Kakek mana, ?"
"Kakek nemenin Nenek dong di rumah sakit, biar Nenek ada yang nemenin,,, "sambil Aku masuk ke kamar. Dan Akbar masih dalam gendonganku.
"Sayang,, Mamah mau mandi dulu, Dede diam di sini aja yah, nih Namah nyalain tvnya,biar Dede bisa nonton, "sambil kunyalakan tv.
"Iya Mah,,, "Anaku pun tiduran di kasur sambil nonton tv, sedang Aku langsung masuk kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi Aku memakai baju dan setelah selesai Aku ikut tiduran dengan Anaku. Saat sedang menonton tv hpku berbunyi tanda panggilan masuk dari suamiku dan Aku langsung mengangkatnya.
📲Suamiku
"Iya Mas,, ada apa,? "
"Ibu kritis, detak jantungnya makin melemah,, "Aku langsung lemas seketika, air mataku tiba tiba mengalir begitu saja.
"Ya tuhannn,,, "kataku.
"Dinda mau ke situ ya Mas,,,? "
"Tapi Mas,,,,, "
"Adekk,,, dengerin kata Mas, Adek di rumah aja kasian Akbar, disini udah ada Mas dan Ayah, Adek ngga boleh ngebantah harus nurut sama omongan Mas,, "sedikit naik satu oktaf perkataan Suami karena Aku ngeyel.
"Iya Mas,,, tapi Mas harus hubungin Dinda kalau ada perkembangan dari Ibu,, "
"Iya,,, nanti pasti Mas kabarin,, Adek sedang apa sekarang,? "
"Sedang tiduran di kamar sama Akbar,, "
"Oh,, ya udah jangan lupa makan yah,, Mas matikan dulu,,, "
"Iya,,, Mas juga jangan lupa makan, "
Setelah telfon mati, Aku hanya bisa diam rasanya sangat sedih mendengarkan kabar Ibu.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah sangat malam, swkarang sudah pukul 11 malam dan Aku belum juga bisa tidur, Ayah dan Suamiku sepertinya tidak akan pulang,saat tadi Aku telfon suamiku Ibu belum ada perkembangan lagi, hanya detak jantungnya yang masih lemah.
Aku mencoba memejamkan mataku, Agar malam cepat berlalu, Aku ingin cepat datang ke rumah sakit untuk melihat Ibu. Ahirnya lama lama mataku pun terpejam.
Aku bangun pukul 5 pagi, Aku langsung menyiapkan baju ganti buat suamiku dan Ayah, setelah siap Aku membangunkan Anaku untuk sekolah,Akbar pun anak yang tidak susah untuk di bangunkan, jadi setelah Akbar bangun Aku langsumg mengajaknya mandi dan bersiap untuk sekolah.
Tadi sebelum Aku membangunkan Akbar, Aku sudah menyuruh Mba Siti untuk memasak untuk Aku bawa ke rumah sakit, jadi setelah Akbar siap Aku mengajaknya sarapan dan setelah itu Akbar di antar Mba Siti ke sekolah dengan pak suoir, sedang Aku mandi dan bersiap untuk ke rumah sakit.
Aku mandi dan setelah selesai Aku bersiap untuk ke rumah sakit, Aku membawa tas kecil yang berisi baju Ayah dan suamiku dan rantang makanan, saat pak supir pulang habis mengantar Akbar, Aku langsung minta Antar ke rumah sakit, karena masih pagi jadi jalanan tidak terlalu macet.
Aku mengajak pak supir untuk masuk ke rumah sakit,karena Aku butuh bantuanya untuk membawa tas dan rantang makanan, kita berdua langsung menuju ruangan Ibu, di depan ruangan Ibu Aku melihat Ayah yang sedang tertidur dengan posisi duduk, sungguh kasihan sekali melihatnya. lalu Aku pun membangunkanya.
"Yah,,, bangun. Udah pagi, "kataku sambil ku usap pundaknya, dan Ayah pun membuka matanya. tapi Ayah langsung memeluku dan menangis, Aku pun membiarkanya menangis di pundaku, biar perasaan Ayah bisa lega.
"Sabar yah,,, kita harus banyak berdoa, semoga ada keajaiban dari Tuhan,, "kataku sedang Ayah hanya diam dan masih sesegukan. Aku untungnya tadi sebelum membangun kan Ayah pak supir Aku suruh kembali ke mobil jadi tak melihat Ayah menangis.
"Yah kita keruangan Mas Agung dulu yuk, Ayah harus ganti baju dan sarapan Dinda udah bawakan, "kataku sambil bangun dari duduku.
"Ibu ada yang jaga Yah, itu Suster ada di samping ruangan Ibu, "kataku karena Ayah menengok ke arah ruangan Ibu.
Aku pun mengajak Ayah keruangan suamiku, sambil Aku gandeng, karena Ayah sepertinya tidak mau, tapi Ayah harus makan dan ganti baju.
**Trimakasih atas komentar komentar yang kaka berikan, Aku sangat senang karena banyak kaka yang memperhatikan ceritaku juga, hheeeee..
Jadi gini kak, kenapa Farida aku mau ilangin karena di sini biar Agung tuh tidak merasa gimana gitu, tau kan hubungan Agung, farida ama Dinda itu aneh, dan di sini biar Agung lebih bebas, karena kalau ada Farida sedikit aneh, aku aja suka bingung aduh gimana yah kata kata yang pas kalau farida sama Agung sedang mengobrol dengan keluarga.
Trus biar nanti Doni ketemu jodoh lagi, tapi bukan sama Hani, Aku dah pastikan itu, ya walou pun Aku belum punya bayangan sih sekarang mau tokoh baru yang gimana, itu masih lama soalnya, nunggu Doni hilang rasa sedihnya dulu.
Jadi maaf kalau yang minta farida di sembuhkan Aku ngga bisa kabulkan, biar Aku bisa menambah kehaluanku,, dan keuwuanku, karena otak kotorku dah kembali, heheer
Oh iya kalau yang suka dengan otak kotorku ayo ke ceritaku yang AKU BUKAN PEBINOR, di sana lagi ada adegan uwu uwu loh, masuk ke profilku dan lihat karya, di situ ada ceritaku yang Aku Bukan Pebinor.
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya kak trimakasih,,,
kalau ada tempo maafin yah**...
__ADS_1