
Dinda Dan Agung
"Masss,,, ayo bangun, ini udah jam 8 loh,, katanya kita mau periksa dede kembar,, "sambil Aku mainkan hidung mancungnya.
"Tunggu Dek,, Mas masih ngatuk,, semalam Mas pulang malam kan,,, "kata Mas Agung, memang semalam suamiku pulang jam 12 malam karena ada oprasi darurat.
"Tapi nanti Dinda ngga enak sama dokter Ani,, karena telat,, "sambil ku usap usap rambutnya.
"Adek Sayang,, kan Adek bisa telfon bilang pada Dokter Ani kalau kita akan telat datang,, kan beres,, "sambil kepalanya ngedusel ke pangkuanku.
"Iya juga ya Mas, ya udah Dinda mau telfon dulu deh,, "sambil mengambil hpku di atas meja dekat kasur.
Selesai Aku menelfon, Aku akan bangun dari duduku sambil mengangkat kepala Suamiku.
"Mau ke mana,,? "saat kepala Suamiku Aku angkat.
"Mau mandi,,,"jawabku.
"Nanti aja yah, kita mandi bareng,, "
"Nantinya kapan, orang Mas aja ngga mau bangun,, "suamiku memegangi tanganku agar tidak pergi.
"Mas akan bangun tapi ada satu saratnya,, "
"Apa,,, itu, ?"tanyaku.
Lalu suamiku mengarahkan tanganku ke pada adik kecilnya.
"Apa maksudnya ini,, jangan macem macem ya Mas ,dua hari yang lalu udah dapet jatah jadi sekarang ngga ada lagi,, "kataku karena Aku kasih jatah Suamiku sekarang seminggu sekali, sebenarnya kasihan tapi karena perutku yang sudah sangat besar jadi rasanya ngga nyaman dan sakit kalau berhubungan.
"Tapi Mas lagi pengin Dek,, bentar aja yah ,"sambil bangun lalu duduk di kasur. Sedang Aku berdiri.
"Tapi Dinda lagi ngga penginnn,, "
"Tapi Mas penginn,, "kita jadi seperti anak kecil yang berebut mainan.
__ADS_1
"Perut Dinda lagi kenceng nih Mas,, pasti nantinya jadi sakit kalau di paksa"sambil ku ambil tangan suamiku dan Aku suruh memegangnya.
"Biar perutnya Adek ngga sakit, tapi Mas dapat enak kan bisa pake ini,, "sambil mengusap pipirku, Aku langsung paham sekarang.
"Mau ya Dek,, biar pusing di kepala Mas ilang,,"sambil mengusap perutku dan menciuminya, karena perutku pas ada di depan wajahnya.
"Iya udah Dinda mau,, tapi bentar aja ya Mas, abis itu tapi langsung mandi,kita berangkat ke rumah sakit untuk meriksain dede,, "kataku dan Suamiku mengangguk.
Setelah itu Aku duduk di kasur, sedang suamiku berdiri dan membuka celana boxsernya. (Sudah tau kan apa yang terjadi di anatara Dinda dan Agung kan, kaka semuanya silakan bayangin sendiri) heheee
🌹🌹🌹
Doni Dan Dian
Aku pulang dari mengajar,dan seperti biasa bersama Zara, Zara kalau di rumah memanggilku dengan sebutan Ayah, tapi kalau di lingkungan sekolah Zara memanggilku dengan sebutan Bapak.
"Pah,, Doni pamit mau langsung ke toko ,"setelah Aku ganti baju, sekarang inilah rutinitasku sepulang dari mengajar Aku langsung ke toko roti milik Dian, di sana Aku bantu bantu dan pulangnya malam sekalian bersama Dian.
"Kamu ngga makan siang dulu Nak,, "kata Papah setelah Aku mencium tanganya karena mau pamit pergi.
"Nanti di toko aja, soalnya mendung, takut ke ujanan di jalan,, "kataku.
30 menit Aku sampai di toko,setelah memarkirkan mobil, Aku langsung masuk.
"Nur,, Bu Dian di mana,,? "tanyaku pada salah satu pegawai Dian yang bernama Nur.
"Ibu ada di ruanganya Pak,, "jawabnya, Aku pun langsung ke ruangan Dian setelah bilang trimakasih pada Nur.
"Sayang,,, "panggilku saat melihat Dian yang sedang sibuk di depal laptopnya.
"Hai Mas,, sudah sampai,, ?"Aku pun menjawab Iya.
"Sudah makan belum Mas,, ?"Aku menggeleng, sekarang Aku sedang memeluk Dian dari belakang, kepalaku Aku taro di pundaknya sambil ku ciumi pipinya.
"Kenapa ngga makan dulu di rumah,, ?"
__ADS_1
"Malas makan sendiri ,,"jawaku .
"Ya udah Dian siapin makan dulu, Mas tunggu bentar yah,, "sambil Dian melepaskan tanganku yang sedang memeluknya.
"Mas tunggu di sini ajah,, "Kata Dian lagi, Aku hanya mengangguk dan duduk di kursi bekas dian duduki tadi.
Setelah Dian menyiapkan makanan untuku, Aku pun mulai makan sambil di temani oleh Dian, selesai makan Aku membantu di bagian kasir. sedang Dian kembali ke dapur untuk membuat kue dan roti lagi, memang kalau sore toko lebih rame, Aku bersukur punya istri yang bisa membagi waktu untuk mengurusku dan mencari uang.
Pukul 8 malam, Aku dan Dian bersiap akan pulang,sekarang Aku sedang mengunci pintu toko terlebih dahulu. setelah semua pintu terkunci kita pun menuju mobil.
"Yang,,,, malam kita pulang ke rumah Mas yah,, "kataku saat di mobil.
"Loh tumben kenapa,,? "
"Hemmm,,, besok kan hari libur dan Mas pengin berduan saja,, "
"Emang kalau di rumah Papah kenapa,,? "tanya Dian.
"Mas rasanya ngga bebas kalau di rumah papah,, jadi ngga bisa kurung Sayang di kamar terus,,"kataku.
"Mau yah sayang, ini Mas udah ambil jalan untuk ke rumah Mas loh,, "kataku lagi.
"Ya udah, iya kita kerumah Mas,, "jawab Dian, dan Aku langsung tersenyum senang.
Sampai rumah, kita langsung masuk, sudah dua minggu kita ngga ke rumahku, jadi niatku sekalian nengok rumah juga untuk memuaskan hasratku, karena Aku kalau di rumah Dian tidak bebas untuk melakukanya, karena takut ada yang dengar dengan suara teriakan kenikmatanku.
Selesai bersih bersih kita naik ke kasur, Aku langsung menarik badan Dian untuk Aku peluk.
"Sayang ngga cape kan,,? "tanyaku.
"Ngga biasa aja,, emang kenapa,,? "
"Karena malam ini Mas akan buat Sayang ngga bisa tidur,,,"sambil ku ciumi pipinya karena Aku sudah di atas badan Dian.
"Ok,, siap takut,, "Aku langsung mencium bibir Dian dengan rakusnya,, (Bayangin aja sendiri ya kak,,apa yang mereka lakukan,, )
__ADS_1
Maaf kalau ada typo.. besok kembali ke cerita Dea dan Hendra lagi ya kak..
jangan lupa like komen dan vote makasih,,,