MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ke Rumah Mas Hendra


__ADS_3

Aku langsung sadar saat mendengar suara ketukan pintu berbunyi berkali kali.


"Mas,,ada yang ketuk pintu,, "kataku sambil mengusap kelanya yang di tenggelamkan ke leherku, mungkin Mas Hendra pun sebenarnya mendengar suara ketukan pintu itu, tapi karena kita sama sama sedang menikmati kemesaraan hingga mengabaikanya,tapi karena pintu terus di ketuk membuat Mas Hendra menghentikan aktifitasnya di dadaku.


Aku pun merasakan kenikmatan itu, tapi Aku masih bersukur karena ada yang datang, karena kalau tidak ada yang datang,bisa bisa kota berdua sudah kebablasan, karena kita belum halal jadi sebisa mungkin Aku pun untuk menjaga dan menghidarinya.


Lalu Mas Hendra pun bangun dari atas tubuhku, tapi sebelum bangun mencium keningku dulu. setelah itu baru keluar.


Setelah Mas Hendra keluar dari kamar, Aku pun bangun dan merapikan bajuku yang sudah berantakan, saat Aku melihat ke arah leherku,Aku sangat kaget.ternyata ada satu tanda merah yang sangat jelas di sana. Aduh nih Mas Hendra kenapa sih harus di kasih tanda merah gini,, kataku dalam hati.


Aku pun keluar dari kamar saat mendengar Mas Hendra memanggilku, dan Aku pun keluar sambil memanyunkan bibirku.


"Ayo makan, Saya udah lapar banget,,"sambil menyuruhku untuk duduk.


"Kenapa itu bibir di manyunin gitu,ngga usah marah nanti kita lanjut lagi habis makan yah,, "


"Apaan sih Mas,, ngga ada kata lagi yah,, Dea tuh lagi kesel sama Mas tau ngga sih, ini nih,, kenapa harus bikin ginian sih,, Dea malu tau,,, "sambil ku tunjuk tanda merah itu ke Mas Hendra. sedangkan Mas Hendra hanya tersenyum melihatnya.


"Maaf Saya ngga sengaja,, tadi sangat nikmat sampai ngga sadar ngelakuinya,, udah yuk makan,, "sambil menyodorkan piring yang sudah terisi dengan nasi serta lauknya.


Kitapun ahirnya makan dengan tenang, karena kita sama sama kelaparan.


Selesai makan Aku merapikan bekas bekas piring kotornya,setelah itu kita pun pulang.Aku di antar sampai gerbang kos kosan saja, karena kalau Mas Hendra ikut ke atas bisa bisa kita nanti akan melanjutkan yang tadi di kantor.


Setelah sampai di kamar,Aku langsung merebahkan badanku di kasur, karena tadi Aku sudah tidur jadi tidak merasa ngantuk lagi, hanya ingin meluruskan badan saja sambil memainkan hpku. Saat Aku sedang melihat lihat media sosialku, Aku melihat ada yang DM Aku, saat ku buka ternyata dari mantan suamiku.


"De,, kamu ada di mana sekarang, Mas cariin kamu ke rumah tapi rumah kok kosong, kenapa kamu blokir no Mas.De,,Mas kangenn,Mas pengin ketemu,, maaf telah melukai mu sangat banyak,, "Aku hanya tersenyum sinis membacanya, gampang sekali bilang kangen dan minta maaf.


Aku hanya membacanya, ngga ada keinginan.membalasnya karena sangat menggelikan.


Lalu Aku mengganti bajuku, dan rasanya malas untuk mandi, Aku pun memejamkan mataku setelah berada di kasur yang empuk dan nyaman.


Ke esokan harinya di kantor berjalan dengan lancar, ya walau seperti biasa Mas Hendra sedikit banyak tingkah, tapi bisa Aku kendalikan.


Sore pun datang dan waktunya pulang kerja, saat Aku sedang merapikan meja Rizki mendekat ke mejaku.


"Mba,, Aku pulang dulu yah,, "katanya.


"Oh iya Mba Aku hanya mau bilang, itu yang di leher apa tidak sebaiknya di tutupi pakai rambut aja,biar ngga kelihatan merah gitu,, "Aku langsung menutup leherku dengan tangan, Aku melupakan tanda merah itu dari pagi,, ya Tuhan pasti banyak yang melihatnya ini,, malunya ya Tuhan... dalam hatiku.


"Ya udah ya Mba Aku pulang, "Aku hanya mengangguk karena malu. untung hari ini Aku tidak kemana mana, pantas Mas Hendra bilang hari ini ngga keluar cukup di kantor saja, dan tadi pas makan siang pun kita makan di dalam ruangan Mas Hendra.


Aku melepaskan ikatan rambutku yang Aku bikin cepolan gitu, lalu Aku gerai rambutku dan Aku kedepankan agar menutupi leherku yang ada tanda merah.

__ADS_1


"Kenapa rambutnya di gerai gitu,, ?"kata Mas Hendra yang sudah di depan mejaku.


" Kenapa ngga bilang sih Mas kalau tanda merahnya kelihatan,, Dea malu tau,, di kira wanita apaan lagi nanti sama orang yang lihat tanda ini,, "sambil Aku melihat ke kaca.


"Saya justru seneng lihatnya, karena itu hasil karya Saya,, "Aku pun melototkan mataku tanda ngga suka dengarnya.


Lalu setelah kita sedikit berdebat, sekarang kita pun turun ke bawah menuju parkiran, Aku berjalan sedikit di belakang Mas Hendra karena di kantor masih banyak orang yang akan pulang.


"Dea,, kita pulang bareng yuk,, "iis tiba tiba ada di smpingku.


"Eh Is bikin kaget aja,, Maaf Is Aku ngga bisa bareng ,Aku mau pergi soalnya,, "kataku. dan untungnya Mas Hendra sudah berjalan duluan menuju mobil .


"Oh gitu,, pergi kemana dan sama siapa,, ?"


"Mau ke rumah sepupuku,,, udah dulu yah,, Aku soalnya mau nebeng mobil bos,, "kataku sambil berjalan meninggalkan Iis, karena Mas Hendra sudah membunyikan klakson.


Aku lalu masuk mobil dan mobil langsung berjalan meninggalkan kantor.


Aku menyandarkan kepalaku ke belakang dan memejamkan mata,rasanya sungguh lelah.


Aku merasakan kepalaku di geser dan di letakan di pundak.


"Tidurlah,,soalnya jalanan sedikit macet pasti lumayan lama sampainya, "saat Aku membuka mataku Mas Hendra berkata, Aku pun mengangguk.


"De,, bangun, kita dah sampai, "sambil mengusap pipiku. Aku pun mengucek mataku.


"Iya Mas,,,"lalu kita pun turun dari mobil, Mas Hendra menggandeng tanganku masuk ke dalam rumah.


"Mba,, Mamah kemana,? "tanya Mas Hendra pada Mba yang sedang menyapu,saat sudah di dalam rumah.


"Nyonyah sedang ke supermaket, katanya mau beli ikan Den,, "jawabnya.


"Oh,, ya udah,, "


"Kita ke kamar Saya aja yuk,, "


"Mau ngapain,,? "tanyaku.


"Ya sapa tau kamu mau lihat calon kamarmu,,udah ayo,,,"sambil menarik tanganku.


"Iihh,, Mas ngga ah, ngga enak nanti kalau Ibu pulang, masa Dea malah di kamar Mas sih,, "sambil melepaskan tangan Mas Hendra yang memegang tanganku.


"Trus kamu mau ngapain,, "

__ADS_1


"Ya duduk lah di sofa,, nungguin Ibu datang,, "


"Bener nih ngga mau ikut ke kamar,, "Aku pun mengangguk, "Ya udah Saya cuma mau mandi dulu kok sebentar,, "Aku lagi lagi mengangguk.


Setelah Mas Hendra pergi ke keatas menuju kamarnya, Aku pun duduk di sofa sambil memainkan hpku.


Sekitar 20 menit Ibu datang dengan seorang Mba, dan membawa 2 kantong kresek.


"Eh,, Dea sudah datang,, "Aku langsung tersenyum dan mendekat, lalu mencium tangan Ibu.


"Udah lama belum,, maaf yah Ibu tadi abis belanja soalnya,, "


"Belum kok Bu,, Ibu mau masak apa,,? "sambil ikut Ibu masuk ke dapur.


"Ibu mau masak ikan bakar kesukaan,Hendra,,"


"Dea boleh bantu ngga Bu, biar Dea tau kesukaanMas Hendra,, "


"Boleh,, tapi nanti kotor loh dan bau lagi,, "


"Ngga papa kok Bu, udah biasa di dapur Dea jadi ngga takut lagi dengan kotor dan bau,, "jawabku.


Lalu Aku dan Ibu juga mba langsung mulai memasak, ada ikan bakar, ayam goreng dan tumis sayuran, tidak lupa buat sambal karena ada lalapan. setelah semuanya matang kita langsung menatanya di meja makan.


"De,, kok Hendra belum turun sih dari tadi, sanah kamu susul ke kamarnya,,Ibu juga mau mandi dulu, soalnya gerah dan lengket badan Ibu,, "


"Tapi Bu,, masa Dea ke kamar Mas Hendra, kan ngga enak,, "


"Ngga papa, kalian kan sebentar lagi mau menikah,, udah sanah ngga papa,, kayanya Hendra tidur deh,, "


"Kamar Hendra yang pertama sebelah kanan yah,, "sambil Ibu berjalan ke arah kamarnya. Aku hanya diam sambil melihat ke arah tangga. kenapa sih Mas Hendra ngga turun,, kataku dalam hati.


Lalu Aku pun berjalan ke atas menaiki tangga, sampai di atas Aku sedikit ragu untuk mengetuknya, tapi nanti takutnya Ibu nunggu lagi, Aku pun ahirnya mengetuk pintu, tapi sudah berapa kali Aku ketuk ngga ada jaaaban aja, Aku pun mencoba membuka pintunya, ternyata ngga di kunci. Lalu Aku pun masuk ke dalam kamar Mas Hendra, Aku melihat sekeliling dan ternayata Mas Hendra baru keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk saja yang menutupi bagian bawah.


"Maaf Mas,, Dea di suruh Ibu pangil Mas untuk makan malam,, "sambil Aku buang muka.


"Iya,, sinih masuk,, "katanya saat melihatku hanya berdiri di tengah puntu.


"Ngga ah,, Dea mau turun aja,, "jawabku. Tapi tiba tiba Mas Hendra menarik tanganku dan membawaku masuk ke kamarnya.


Maaf kalau ada typo,,


Jangan luoa like komen dan votenya,, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2