MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Memasuki 9 Bulan


__ADS_3

Kanduanganku tak terasa sudah memasuki bulan ke sembilan, sekarang tinggal menunggu hari untuk menyambut kedatangan anggota baru dalam keluargaku.


Untuk jenis lelaminya Aku dan Suamiku belum tau sampai sekarang, karena setiap USG untuk melihat jenis kelaminya si bayi, dia selalu menutupinya, entah kebetulan atau memang bayiku ingin membuat kejutan untuk Mamah dan Papahnya tentang jenis kelaminya ,karena selalu tertutup oleh kakinya.


Bagi aku dan Suami tidak terlalu memikirkan jenis kelaminya, karena bagi kita perempuan atau laki laki kita terima kedatanganya dengan senang hati.


Setiap Hari yang ku lakukan hanya makan, tiduran dan jalan jalan di taman belakang rumah ,tidak boleh pergi keluar rumah kalau tidak dengan Suami.


Perut yang besar, membuatku sering cepat lelah dan cape. jadi untuk pergi jauh pun Aku sudah tak mampu. Ibu dan Ayah sekarang sering ke rumah untuk menengoku karena Aku sudah jarang kesana.


Untuk Suamiku ,karena Aku makin mendekati lahiran, dia sering pulang cepat, kadang makan siang pulang dan ngga ke rumah sakit lagi, kecuali kalau ada ke adaan darurat Suamiku harus berangkat lagi.Apa lagi kalau saat pas malam suamiku sudah di atas kasur untuk tidur ,tiba tiba ada telfon dari rumah sakit untuk datang secepatnya Suamiku harus siap sedia.


"Sayang,,, sedang apa,? "kata Suamiku yang sudah ada di belakangku.


"Eh,, Mas pulang, kok ngga telfon tumben. "jawabku.


"Tadi Mas sudah telfon Adek sampai berapa kali, tapi ngga di angkat angkat.Mas kuatir ada apa apa sama Adek, jadi Mas langsung pulang aja, "jawab suamiku sambil duduk di sampingku.


Sekarang Aku sedang ada di belakang ruamah, sambil duduk menikmati udara dan melihat bunga yang cantik cantik.Di belakang rumah ada taman kecil yang di tanemi bunga oleh Mba Siti.


"Hp Dinda di kamar Mas, Maaf,, "kataku sambil ku sandarkan kepalaku di dada suamiku.


"Iya udah, yang penting Adek baik baik aja, "sambil mengusap perutku.


"Anaknya Papah rewel ngga hari ini, ?"tanya Suamiku sambil menciumi perutku saat Suamiku bangun dari duduknya dan berjongkok di depanku.


"Ngga dong,, Anak Papah kan pintar,"jawabku.

__ADS_1


Saat tangan suamiku mengusap perutku, dede bayi di perutku langsung bergerak, dan sepertinya dede bayi merespon omongan papahnya hingga dede bayi bergerak dan menendangperutku, dan perutku menjadi mengeras.


"Wah anak Papah pinter yah langsung merespon, "sambil mengusap perutku Suamiku berkata. sedang Aku hanya hanya bisa meringis merasakan gerakan bayiku.


Setelah hari makin sore, Suamiku mengajaku untuk masuk ke dalam rumah,dan kita langsung masuk kamar untuk mandi.


Saat ini Aku dan Suamiku sedang makan malam, Suamiku sekarang melarangku untuk makanan yang berbau pedas, boleh makan pedas tapi jangan sering dan jangan terlalu pedas. Untuk menu makan malam ini Mba Siti memasak opor ayam dan tahu, tempe bacem.


"Mas,,, kaki Dinda bengkaknya makin gede nih, "kataku saat kita sedang duduk di sofa dalam kamar.


"Adek jangan banyak gantungin kaki, dan jangan terlalu banyak jalan dulu, "kata Suamiku sambil mengangkat kakiku ke pangkuananya dan mengusap kakiku yang bengkak.


"Tapi kata Dokter Hani, Dinda suruh jalan Mas,, "kataku.


"Iya itu kalau pagi aja, kalau udah siang Adek jangan kebanyakan jalan, "jawab Suamiku.


"Itu sama aja Dek, Adek jalan jalan di dalam rumah juga kan kaki gerak terus, "


Aku hanya menganggukan kepalaku tanda mengerti.


"kemarin waktu kita terahir priksa Dokter Hani nyuruh Adek ngapain aja,inget ngga? "tanya suamiku.


"Hemm,,, suruh banyak jalan, jangan terlalu cape dan apa yahh,,, "kataku sambil mengingat.


"Harus sering berhubungan badan dengan Suami.."kata Suamiku.


"Ihhhh,,, Mas, ngomngnya jangan di tegesin gitu ngapa, Dinda malu tau,,, "ucapku.suamiku pun tersenyum melihatku yang merasa malu.

__ADS_1


"Gimana kalau sekarang kita lakukan anjuran Dokter, hemmm,, "sambil tersenyum dan menaik turun kan alisnya.Lalu Aku berfikir sejenak.


"Tapi,,, pelan yah Mas,,,, "ucapku. lalu Suamiku langsung menggendong badanku menuju ke kasur.


Aku di baringkan di atas kasur, dan Suamiku langsung menarik dasterku. sekarang Aku udah jarang memakai bembungkus dua daging kenyalku karena merasa sesak, jadi kalau di rumah atau mau tidur aku tidak memakainya .Hingga saat terbuka dasterku, dua daging kenyalku sudah langsung terlihat.dengan mata yang tajam dan bibir tersenyum, Aku sudah melihat Suamiku yang sangat suka melihatku sudah tak memakai daster lagi.


Di ciumnya bibirku dengan sangat pelan,aku juga membalas ciumanya, dengan kita yang saling melu*at membuat ku serasa melayang. Dan tangan suamiku tidak bisa diam, tangan itu langsung bermain dengan dua daging kenyalku. Di usap dan di remasnya secara pelan,Aku sangat suka dengan sentuhan sentuhan tanganya, yang membuat badanku makin bergetar setiap merasakan sentuhan itu.


Setelah puas dengan ciuman di bibir, lalu ciumanya turun ke leher, di gigit dan di hisapnya leherku sehingga menghasilkan tanda merah di leher.


Ciuman itu lalu turun lagi ke bawah lagi dan sampailah di dua daging kenyalku yang makin mengeras dan seperti tegak ke atas. Suamiku tidak menyedotnya, hanya menjilatinya, karena air susuku sudah keluar, hingga tidak boleh di sedot.


"Dede bayinya Papah,, jangan rewel yah, Papah mau jenguk dede dulu,jadi dede yang tenang di dalam, "sambil mengusap dan mengajaknya mengobrol, membuatku tersenyum mendenarkan ucapan Suamiku.


Usapan tangan dan ciuman pun makin ke bawah,sampai kakiku pun di ciumnya. Aku merasa geli bercampur nikmat. Aku hanya bisa melengkuh dan mulutku selalu men*desah.


"Uuuhhh,,, Mas,, "


"Eeemmmmm,,,, Mas,,, "sambil ku usap kepala suamiku.


Dengan bibir yang terus menciumi badanku dari atas sampai bawah, Aku makin tersiksa karena merasa akan pelepasan tapi Suamiku masih belum memasukan adik kecilnya ke tempat sensitifku,dan bibir Suamiku masih saja bermain di dua daging kenyalku dengan tangan yang saling memainkanya.


"Maass,,,, Din,,,da sudah ngga tahan,,, "kataku.


"Maasss,,, "kataku lagi, karena Suamiku tidak mendengarkan ku, masih sibuk dengan yang di lakukanya.


**Segitu dulu yah kak,,, besok sambung lagi. jangan lupa buat Like, komen dan votenya ya Kak, biar aku semangat untuk menulisnya, karena dengan kaka semua ngasih aku like, komen serta vote, membuatku makin semangat. trimakasih.....

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga di ceritaku yang AKU BUKAN PEBINOR yah**.


__ADS_2