MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Cemburu


__ADS_3

Sekitar jam satu malam ahirnya sampai di vila, mobil lalu di parkir berjajar.


"Za bangunkan Oma sama yang lainya yah, Abang mau turunin barang,, "Zara menjawab Iya.


Lalu Rizki menurunkan barang barang bersama pak supir. sedang lainya langung masuk ke dalam Vila, dua mba punmembantu Rizki membawa barang masuk ke dalam.


Udara dingin sudah sangat terasa, Rizki dan pak supir buru buru untuk menyelesaikan pekerjaanya, setelah selesai Rizki pun masuk ke dalam.


Hendra dan Dea juga bersama kembar sudah masuk ke kamar untuk istirahat, Oma dan Zara juga sama sudah masuk ke kamar, sekarang tinggal ada dua mba dan dua pengasuh, juga pak supir yang masih membereskan barang.


"Mas Rizki mau saya bikinkan kopi atau su*su hangat,,? "tanya salah satu mba yang bernama Mimin.


"Su*su hangat deh Min,, sepertinya enak,, maaf yah jadi ngerepotin,,"saat ini Rizki masih duduk di sofa karena kecapean angkat barang barang.


"Min,, Aku juga buatkan dong, masa Mas Rizki doang yang di tawarin,, "kata pak supir.


"Bikin sendiri aja, apa minta tolong sama yang lain suruh buatkan, Mimin mah mau buatin buat Mas Rizki yang ganteng aja, "sambil berjalan masuk ke dapur.


"Kurang asem kamu Min, jadi maksudmu Aku tuh jelek yah,, "sambil mengejar Mimin ke dapur, sedang Rizki tersenyum melihat tingkah mereka.


Lalu tidak lama Mimin membawakan pesanan Rizki, dan di letakanya di meja.


"Mas Rizki ini di minum dulu, mumpung masih panas, biar di badan jadi hangat,,"tata Mimin.


"Iya Min,, makasih yah, "Rizki mengambil cangir di meja dan meniupinya agar tidak terlalu panas.


Mimin melihat Rizki tanpa berkedip, dan Zara pun datang karena mau mengambil koper bajunya.


"Mba ngapain berdiri di situ,? "tanya Zara yang ngga suka Mimin melihat ke arah Rizki.


"Eh non Zara,, ini non Mba Mimin cuman pengin tau gimana rasa minuman su*su hangat buatan Mba Mimin untuk Mas Rizki, "Zara langsung menatap Rizki dengan sebal.

__ADS_1


"Enak kok Min,, makasih yah badanku jadi hangat,, "


"Wah sukur deh kalau Mas Rizki menyukainya,, "sambil tersenyum kesenengan.


"Mba,, udah kan,,sekarang sanah pergi,, "Usir Zara karena ngga suka ngelihat Mimin yang senang banget di puji Rizki.


"Mau ambil apa,,? "tanya Rizki saat Zara sedang mengeser barang barang untuk mengambil kopernya.


"Koper,, "jawab Zara dengan juteknya.


"Mau Abang bantu bawakan ngga,, ?"


"Ngga perlu,, minum aja tuh minuman yang bisa menghangatkan badan, "sambil menarik kopernya, Rizki tersenyum karena Zara sepertinya sedang cemburu.


Pagi pun datang, Rizki bersama Hendra sedang duduk di belakang Vila sambil menikmati Kopi panas. Zara yang baru keluar dari kamar langsung di panggil Hendra.


"Sayang,, sinih bentar Papah mau bicara, "Zara lalu mendekati Hendra tapi sama sekali tidak melihat ke Rizki, rupanya Zara masih marah gara gara cemburu.


"Nanti malam Papah mau bikin acara bakar bakar,dan Papah juga pengin ada kembang api, tapi Papah lupa beli,, kamu beliin ya sayang, nanti di antar Rizki buat belinya,, "


"Tapi Zara males Pah,, suruh aja mba untuk pergi beli kembang apinya,, "


"Mba lagi repot buat nyiapin masakan buat acara nanti malam,, udah sebentar ini,, mau kan,, "Zara dengan terpaksa mengangguk, sedang Rizki tersenyum tipis, karena senang ada waktu berdua dengan Zara.


"Kenapa sih dari tadi mukanya jutek gitu,, jadi jelek tau,, "kata Rizki, saat ini Rizki dan Zara sedang di mobil akan pergi untuk membeli kembang api.


"Emang jelek,, ngga suka,, oh iya kan lebih cantik yang bisa bikinin su*su panas yah yang bisa bikin badan jadi hangat,, "Rizki lalu berfikir dengan kata kata yang tadi Zara katakan.


"Ya Tuhann,,, kamu cemburu sama Mimin,, "


"Nggaaa! "sambil jutek .Rizki justru tertawa.

__ADS_1


"Apa sih,, ngga lucu kali,, "sambil kedua tanganya bersidakep ke dada. Zara berkata lagi.


"Maaff,,, jangan marah gitu dong,, perasaan Abang ke kamu tuh tetap tidak akan goyah walau ada beribu wanita yang lebih cantik dari kamu, bagi Abang kamu itu sudah sangat cantik,"


"Gomball terus,, "


"Ngga sayang,, Abang ngga ngegombal,, Abang serius,, udah jangan marah yah,, semalam Abang cuman ucapan tanda trimakasih aja jadi bilang gitu ke Mimin, dan ngga ada maksud apa apa,, jangan marah yah Abang minta maaf ngga lagi lagi deh, senyum dong biar tambah cantik, "Sambil mengambil tangan Zara untuk di genggamnya. Zara pun tersenyum tipis.


"Bang itu tokonya udah terlihat,, "kata Zara menujuk ke toko.


"Iya,, Abang parkir dulu yah,, "


Setelah mobil di parkir, Rizki dan Zara pun turun, lalu masuk ke toko untuk membeli kembang api. Setelah mendapatkan Rizki dan Zara langsung pulang menuju Vila.


Malam pun datang, Rizki dengan pak supir membuat api ,biar sedikit hangat. sedang mba, Zara dan Oma menyiapkan bahan makanan yang akan di panggang. kalau Hendra dan Dea asik bermain dengan si kembar.


"Mas Rizki tolong dong bantu Mimin buat bakar ikan nya, ini udah siap,, "


"Nih sama bapa aja, saya lagi nanggung buat api,, "jawab Rizki.karena Zara sudah menatapnya dengan tatapan membunuhnya.


"Iya sinih Min sama saya aja,, Mas Rizki biar selesain bikin apinya,, "


"Ya udah nih,, bakar semuanya yah,, Mimin mau bikin minumah hangat dulu, "


"Yah Min,, bukanya kita mau bareng bakarnya, "


"Ngga Mimin repot,, "Miminpun pergi. tapi Rizki lalu bangun dari duduknya dan membantu Pak Supir membakar.


Saat Rizki dan Pak Supir sibuk membakar ikan, Zara datang mendekati mereka berdua, sambil membawa sosis untuk di bakar juga, Rizki yang melihat Zara ada di dekatnya lalu tersenyum, begitu juga Zara tersenyum kearah Rizki.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2