
Hari sukuran atas kelahiran si kembar dan aqiqah pun tiba, keluarga semua sudah datang, dan mereka kumpul di ruang keluarga.
Dinda dan Agung juga membawa si kembar, dan juga Akbar.Fatiyah dan Faizah di gendong oleh mba Iis dan Mba Siti, Dinda sekarang tidak memakai pengasuh lagi.
Saat Zara sedang berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan,tidak sengaja matanya memandang ke seseorang yang sangat tampan,dengan menggunakan baju koko berwaran coklat dan memakai peci membuatnya kelihatan sangat tampan.
Zara sedang menatap Rizki yang sedang mengobrol dengan Hendra, Agung dan Doni, di antara berempat itu terlihatlah Rizki yang paling tampan. (Bagi Zara, kalau bagi isti istri mereka ya pasti Rizki paling jelek)
"Za,, itu di cariin Oma loh, kamu lagi liatin apa sih, "kata Dinda.
"Eh iya Kak,, ngga lagi lihatin apa apa kok Kak,, "jawab Zara yang sedikit grogi dan kaget.
"Kak,, Zara ke dapur dulu yah,, "Zara berjalan cepat untuk menuju dapur dan rasa kaget dan malu karena ketahuan sedang melihat ke arah para laki laki oleh Dinda.
Acara pun di mulai dengan diawali doa dan seterusnya.setelah selesai rangkaian acara sekarang waktunya semua orang untuk makan dan menikmati semua sajian yang di siapkan keluarga Hendra.
Saat Rizki akan mengambil makanan, Rizki sengaja mendekati Zara dulu.
"Za,, Mau ambil makan ngga,, ?"Zara hanya mengangguk.
"Bareng yuk,, "
"Abang aja duluan, nanti Zara nyusul, "
"Udah bareng aja yuk,, "sambil Rizki menarik tangan Zara.
"Bang lepas takut Papah lihat,, "sambil berusaha menariknya.
"Tenang aja Papah sama Bundamu lagi ke kamar, ngantar si kembar, "
"Mau makan apa kamu Za,, ?"tanya Rizki sambil memberikan piring ke Zara.
"Zara mau daging sama semur jengkol ah,, "sambil mengambil nasi.
__ADS_1
"Kok jengkol sih, emang enak dan jengkol kan bikin bau mulut,, "
"Jengkol enak loh Bang, tuh buktinya semur jengkol yang mau habis duluan kan,, "Rizki. melihat ke tempat jengkol emang iya sih jengkol paling laku.
Setelah Zara mengambil semuanya, Rizki mengambil piring Zara.
"Makasih yah sudah di ambilkan, benar benar calon istri idaman,, "Zara yang tadinya akan marah langsung tersipu malu dengan gombalan Rizki.
"Apa sih Bang,, ngegombal aja deh iihh,, "lalu Zara mengambil piring lagi agar menghilangkan grogi dan malu.
Setelah Zara mengambil nasi dan lauknya, mereka berdua duduk di meja makan yang ada di dalam, karena sudah tidak ada tempat yang kosong.
"Za,, ambilin minum dong, ini pedes dagingnya,, "Zara langsung mengambilkanya karena melihat Rizki yang kepedasan jadi ngga tega.
"Ini buruan minum,, "Rizki pun mengambilnya dan bilang trimakasih, tapi ngga di minum hanya di letakan di meja dekat piringnya.
"Katanya kepedasan,kok ngga di minum,? "
"Tadi bohong, Abang cuman pengin di ambilkan minum aja sama calon imam Abang, "
Mereka berdua lanjut makan, dan sambil mengobrol yang ngga penting. Lalu Dinda dan suami juga Akbar pun ikut gabung makan di meja makan, setelah mereka lalu Doni juga Dian pun gabung.
"Za,, kakek kangen sama Zara, kapan Zara mau pulang kampung,,? "
"Zara sih pengin Mah,, tapi Papah sibuk terus, ngga ada yang antar Zara,, "
"Zara sudah ulangan ahir semester belum,,? "tanya Doni.
"Udah Yah, lusa aja di suruh ambil rapot,, "
"Jadi naik kelas 11 ya Za,,? "tanya Dinda.
"Iya kak,, "
__ADS_1
"Semoga hasil nilainya bagus yah Za,, "
"Amin Kak,, semoga aja,, "sambil tersenyum.
"Berati bentar lagi libur sekolah Kan Za,,? "
"Iya Mah,, "
"Ikut Mamah aja sekalian pulang, Zara liburan di kampung gimana,,? "
"Zara mau aja sih,, tapi Mamah sama Ayah pulang aja dulu, soalnya Zara masih 3 harian. lagi baru libur, kakek di rumah sendirian kasian Mah,, nanti Zara bisa naik kereta atau trefel kalau Papah ngga bisa antar,, "
"Ya udah kalau gitu,, "jawab Dian.
Selesai makan, satu persatu tamu pada pulang, dan sekarang Dinda dan Agung juga anak anaknya izin pulang juga.
"Ayah sama Bunda kapan mau ke rumah Dinda, sekarang aja yuk sekalian ikut Dinda pulang,,? "kata Dinda pada Doni.
"Tapi kalau ikut mobil Dinda, mana cukup,Dinda aja bawa banyak orang kan,, "jawab Doni.
"Kalau Kaka mau ke rumah Dinda, biar nanti Rizki antarkan, gimana,, "kata Hendra.
"Emang Rizkinya mau nganterin apa,,? "tanya Doni.
"Mau lah kak, kalau ngga mau Aku pecat dia,, "kata Hendra sambil melihat ke Rizki sambil senyum sekilas.
"Saya mau kok Pak, saya siap, dari pada saya di pecat, cari kerja susah pak,, "semua orang pun tertawa.
Ahirnya Dinda dan keluarganya pulang, dan. Doni serta anak istrinya di antarkan Rizki ke rumah Dinda, rumah kembali sepi, sedang Mba di bantu pak satpam membereskan rumah. Oma masuk kamar untuk istirahat, begitu juga Hendra dan Dea.
Oh iya rupanya Zara ikut ke rumah Dinda, dia ikut mobol Rizki, tapi Zara ngga menginap. Katanya Zara masih pengin kumpul sama mereka.
**Jangan lupa like komen dan like, trimakasih..
__ADS_1
Karena Zara masih SMA jadi pendekatanya Rizki ke Zara pelan pelan yah, ngga langsung loncat jauh, tapi nanti loncat ceritanya pelan pelan saja**..