
"Ada apa sih tumben kamu tuh mau ngomong aja Aku di suruh ke ruanganmu, "Ayah sengaja Aku ajak keruang kerjaku yang di rumah untuk mengobrol.
"Biar enak aja sih Yah ngobrolnya, "jawabku sambil kita berdua duduk di sofa yang berhadapan.
"Besok Ibu akan Aku oprasi, karena ini yang pertama dan keadaan Ibu yang sudah sedikit terlambat melakukan pengobatan kemungkinan akan sedikit susah,"kataku langsung agar tidak bertele tele karena ini hal yang serius.
"Apa maksud dari susah itu,? kamu itu Dokter hebat ,apa tidak punya cara untuk mengobati Ibu hah,,, "Ayah sedikit emosi, Aku sudah menduga karena hal seperti ini sangat sensitif.
"Ayah tenang dong jangan emosi gitu, Aku ngajak Ayah bicara agar kita bertukar pikiran, Aku memang Dokter Yah, tapi bukan Tuhan Aku hanya bisa mengobati dengan obat bukan menghilangkan penyakit dengan sekali sayatan gunting, "kataku yang juga sedikit mengeraskan nada suaraku.
"Maaf Yah bukan maksudku bicara keras, Aku hanya sedikit kebablasan, "kataku lagi. Dan Ayah pun menganggukan kepala.
"Besok kita bawa Ibu ke rumah sakit, Aku udah mengatur jadwal oprasinya, kita Akan melakukan oprasi pukul 11 siang, ke adaan Ibu selama tinggal di sini udah banyak perbedaan dan perubahanya, jadi Ayah berdoa pada Tuhan semoga ada keajaiban dari Tuhan untuk kesembuhan Ibu besok, "kataku.
"Iya,,, semoga besok di beri kelancaran dan tak ada halangan oprasinya Ibu, "
"Iya Amin,,, ya udah Yah Aku mau ke kamar mau istirahat, biar besok pagi bangun dengan keadaan badan yang segar, "sambil bangun dari duduku di sofa, dan Ayah pun ikut bangun.
"Iya tidur sanah, jangan lembur ini udah malam, "sambil kita jalan keluar.
"Paling pemanasan bentar Yah, biar tidurnya nyenyak,,, "jawabku sambil tersenyum.
"Dasar Gila ,,, "Aku pun hanya tertawa dan masuk kekamarku.
Saat di dalam kamar Aku melihat Istriku yang sedang menyisir rambutnya, sepertinya Istriku baru selesai melakukan rutinitasnya memanjakan badanya dengan kriem malamnya.
"Habis ngomong apa sih Mas sama Ayah, kayanya serius banget,? "saat Aku sudah duduk di kasur.
__ADS_1
"Besok kan Ibu mau lakukan oprasi pertama, jadi Mas bilang pada Ayah untuk banyak berdoa pada Tuhan, untuk kesembuhan Ibu, "jawabku sambil merebahkan badanku di kasur dan Istriku pun naik ke kasur.
"Udah di putuskan jamnya Mas untuk Ibu oprasi besok,? "
"Sudah,, besok jam 11 siang, jadi besok Adek bawa Ibu jam 9 aja, dan Mas akan berangkat pagi, karena Mas akan menyiapkan sendiri untuk oprasi Ibu,"
"Ya udah,, Mas sekarang tidur gih biar besok pagi tidak kesiangan, "
"Dek,, tapi Mas mau nen dulu boleh, ini kepala Mas udah cenat cenut sebenarnya, tapi Mas tahan dan rasanya sungguh menyiksa, "
"Nanti bukanya nen tapi malah minta yang lain, udah deh jangan macem macem Mas, "sambil memunggungiku. tapi Aku langsung tarik lagi dan Istriku pun jadi menghadapku lagi.
"Dosa loh Dek nolak keinginan Suami, ngga kasihan apa ini Mas udah ngga tahan, "sambil Aku buka kancing baju bagian nenya aja.
"Ya yaa,, terserah Mas saja, silakan di nikmati, Dinda mau tidur dan jangan minta yang aneh aneh yah, "Aku hanya mengangguk.
Aku terbangun saat Istriku mengusap pipiku dengan tanganya.
"Masss,,, bangun.Udah jam setengah 6,"dengan suara seraknya has bangun tidur.
"Hemm,,, Iya Mas bangun, tapi 5 menit lagi yah Dek,, "jawabku.
Tokkk.... Tokkk...
"Ji,, Pamuji,,, bangun, udah siang nih,! "aduh ini lagi si Ayah pake bangunin Aku lagi.
"Iyaaa,,, ini Aku dah bangun Yah,,, "jawabku sedikit mengencangkan suaraku.
__ADS_1
Dengan malas Aku pun bangun dan duduk di kasur sambil mengumpulkan nyawaku. Aku melihat ke Istriku dan baju yang semalam Aku buka kancingnya ternyata sudah tertutup rapi, sepertinya Istriku semalam merapikanya.
Aku bangun dari kasur langsung masuk kamar mandi untuk mandi, Aku pun mandi tidak begitu lama karena sepertinya jam sudah cukup siang.
"Dek,,, Mas nggga sempet sarapan deh,ini dah siang, "kataku saat Aku memakai baju yang sudah di siapkan Istriku tadi malam, karena Istriku tau Aku akan berangkat pagi jadi dia nyiapinya tadi malam.
"Kok gitu,, Dinda siapin bekel deh tar di makan di mobil yah, "istriku langsung bangun dan keluar dari kamar. sedang Aku merapikan bajuku. setelah rapi Aku pun keluar dari kamar.
"Ini mba Siti udah bikin nasi goreng, Dinda dah taro di tempat, Mas bisa makan di mobil yah,harus di makan ngga boleh ngga yah Mas, "sambil Istriku mengikutiku di belakang yang sedang berjalan menuju mobil.
"Iya,, Mas akan makan di mobil, Adek juga jangan lupa nanti jam 9 harus sudah sampai rumah sakit yah,"sambil Aku masuk mobil dan mengambil kotak makan yang di beri oleh istriku.tapi sebelumnya ku cium kening dan bibirnya sekilas.
Sopir membawa mobil menuju rumah sakit,sampai di rumah sakit Aku langsung menuju ruanganku, di ruanganku Aku menelfon dokter yang akan menemaniku untuk mengoprasi Ibu untuk datang ke ruanganku dan juga beberapa perawat senior. setelah mereka berkumpul Aku langsung membicarakan masalah oprasi Ibu dan memperlihatkan hasil dari pemeriksaanku setiap harinya di rumah. rupanya kita membicarakan masalah ini cukup lama sampai saat melihat jam sudah pukul 9 pagi, dan Aku pun menyudahi pembicaraan dan menyuruh para suster menyiapkan semuanya.
Saat semua sudah keluar dari ruanganku, Istriku menelfonku, dia memberi tauku katanya sudah sampai di rumah sakit. Aku langsung keluar untuk menemui Istriku bersama Ayah dan Ibu.
"Adek,, "panggilku.
"Mas,, Ibu mau di bawa ke ruang rawat dulu apa bagai mana,?"
"Iya,, ayo kita bawa ke ruang rawat dulu, Mas udah siapin,,,, "
Ibu duduk di kursi roda dan di dorong oleh Ayah, kita menuju ruang rawat dulu karena akan melakukan pemeriksaan ahir pada Ibu sebelum oprasi.
**Maaf kalau ada tempo..
Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak trimakasih**...
__ADS_1