MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dansa


__ADS_3

Kembar langsung kaget saat melihat siapa anak dari teman Mamahnya.


"Malam semuanya,,"Ternyata Anak Aldo adalah Torik.


"Malam,,,"semuanya menjawab,dan Aldo mengenalkan Torik pada Dinda dan Agung juga pada Kembar.


"Malam Tante,,malam Om,,"sambil mencium tangan Dinda dan Agung.


Saat bersama Kembar Torik tersenyum kearah keduanya,Iza membalas senyuman Torik,tapi Tiya hanya biasa saja.


"Mah,,Pah,,Torik sudah kenal dengan.mereka,dia adik Kelas Torik,"


"Oh jadi kalian satu sekolah,"kata Dinda.


"Iya Tan,,Torik satu sekolah dengan kembar,"


"Baguslah kalian sudah saling kenal,jadi ngga kaku lagi ,"kata Aldo.


"Din ajak suami dan Anakmu duduk Sanah,,dan nikmati makananya yah,"kata Isti Aldo.


"Iya Jeng,,"Dinda dan Agung lalu menuju meja kosong,dan mengajak si kembar juga.


Torik menemani orang tuanya untuk menyambut para tamu undangan yang datang ke acara ulang tahun pernikahan orang tuanya.


"Kalian kenal Akrab sama anaknya om Aldo sayang,?"tanya Dinda.


"Ngga,,'jawab Tiya.


"Iya,,"jawab Iza.


Agung dan Dinda saling pandang,lalu melihat ke arah anak anaknya,karena mendengar jawaban kedua anaknya.


"Tumben jawaban kalian ngga kompak,"Kata Agung,Iza melihat ke Tiya.


"Kak,,bukanya Kaka sama Kak Torik juga akrab,kok jawabnya ngga,"


"Kaka cuman kenal aja,tapi ngga akrab,kan yang lebih sering ngobrol sama dia Adek,"Agung dan Dinda mendengar jawaban dari Tiya sudah sedikit faham,memang Tiya anaknya jutek apa lagi ke laki laki.


"Iya sih,,tapi kan,,"


"Suutt,,sudah jangan bahas lagi,lebih baik kita makan ,sebelum acaranya di mulai,"Iza yang langsung semangat.


Iza bangun dari duduknya bersama Agung,sedang Tiya bersama Dinda menunggu di meja.


Torik dari tadi melirik kearah Tiya terus,dan Dinda melihatnya tapi pura pura tidak tau.sedang Tiya sibuk dengan hpnya.


Agung dan Iza datang dengan membawa makanan,Iza membawa untuk berdua dengan Kakanya,Agung pun sama membawa buat Dinda,cuman beda piring.


"Ayo kak makan dulu,"kata Iza karena Tiya melihat ke hpnya terus,Tiya lalu menjawab Iya.


Ke empatnya lalu makan bersama,sambil mengobrol.

__ADS_1


Satu jam kemudian acara di mulai,sampai acara pemotongan kue,acaranya sangat meriah dan banyak yang datang,karena dari keluarga Mamahnya.


Selesai acara pemotongan kue,sekarang semua tamu menikmati hiburan ,ada artis yang menghibur.


Agung dan Dinda juga Iza ikut menikmati lagi,sedang Tiya hanya duduk ,tapi menikmati alunan musik juga.


"Kenapa duduk aja,ngga suka yah acaranya,"Torik tiba tiba datang dan ikut duduk depan Tiya.


"Suka,,"jawabnya.


"Kamu malam ini terlihat sangat cantik ,"Tiya hanya menjawab trimakasih saja.


"Sebentar lagi ujian,Aku akan kuliah di Jepang,"Tiya langsung melihat ke Torik saat mendengar perkataan Torik,dan Torik tersenyum.


"Aku mau ambil S1 di sana,"


"Mau ambil jurusan apa,,?"


"Bisnis,,Aku anak satu satunya,jadi Mamah sama Papah menginginkan Aku yang meneruskan usaha nya,kalau kamu nanti mau kuliah di mana ,?"


"Aku kuliah di sini aja,Orang tuaku tidak mau Aku dan Iza kuliah di tempat yang jauh,"Torik hanya mengangguk.


Alunan musik berganti ,dan sekarang saatnya berdansa,Agung dan Dinda sudah langsung berdansa ,sedan Iza yang melihat Torik sedang duduk bersama Kaka nya lalu mendekatinya.


"Hai Kak,,kita dansa yuk,"Iza langsung mengajak Torik berdansa.


"Ngga Ah,,Aku ngga bisa,,"


Tiya yang melihatnya hanya diam saja,Torik melihat ke arah Tiya yang hanya diam,dan justru Tiya langsung buang muka saat Torik menatapnya.


Akhirnya Torik bangun dari duduknya,dan mengikuti Iza yang sudah menggandeng tangannya.


Di lantai Dansa tangan Iza yang satunya di letakan di pundak Torik,dan satunya bergandengan dengan tangan Torik,sedang tangan Torik yang satunya ada di pinggul Iza.


Iza terlihat sangat senang,karena dari tadi tersenyum,apa lagi Torik juga tersenyum padanya.


Dinda yang melihat anaknya berdansa dengan Torik tidak masalah,karena Torik juga anak temanya dan mereka juga sudah saling kenal.


Mata Dinda tertuju pada Tiya,Tiya kelihatan biasa saja,tapi Dinda tau kalau sebenarnya hati Tiya tidak baik.


"Ya Tuhan,,jangan sampai Ke dua putriku menyukai satu laki laki,karena salah satu dari mereka pasti akan ada yang tersakiti,"kata Dinda dalam hatinya berkata.


Agung yang melihat perubahan wajah Dinda langsung bertanya.


"Ada apa sayang,apa sudah capek,"Dinda mengangguk.


"Ya udah yuk duduk,"Keduanya lalu kembali duduk.tapi sebelum sampai meja dimana Tiya berada,Dinda bilang ke Agung untuk mengajak Tiya berdansa.


"Sayang kamu mau dansa ngga sama Papah,"sambil mengulurkan tangannya Agung berkata.


"Ngga ah Pah malu,,Tiya ngga bisa,"

__ADS_1


"Pasti bisa,kan gerakannya gampang,ayo sayang,"Agung menarik tangan Tiya, akhirnya Tiya pun mau.


Agung dan Tiya berdansa ,Tiya yang tadinya sedikit malu langsung bisa mengimbangi Agung bergerak,karena Tiya mengalungkan kedua tanganya di leher Agung,dan Tangan Agung ada di pinggang Tiya,Agung gerakanya hanya ke kanan dan ke kiri,jadi Tiya bisa mengimbanginya.


"Gimana,,ngga sulit kan,,?"tanya Agung,Tiya tersenyum dan mengangguk.


Keduanya sangat menikmatinya,ternyata Iza dan Torik ada di samping Agung.


"Kaka,,Adek ingin dansa juga sama Papah,kita gantian yah,,"Iza sudah melepaskan tangan Torik,lalu Tiya melepaskannya ,saat Tiya mau kembali ke tempat duduk,Torik menahanya.


"Berdansalah denganku,"Tiya ingin menolak tapi tatapan Torik seperti memohon.


Tiya pun akhirnya mau,Torik tersenyum dan langsung memegang tangan Tiya,kedua tangan Tiya di letakan di pundak nya,dan Tangan Torik memegang pinggang Tiya.


Mata mereka saling pandang,dan sambil menikmati alunan musik.


Jantung Tiya merasa deg degan ,dan tanganya juga merasa dingin karena tatapan mata Torik yang terus menatapnya.


Torik sesekali merapikan anak rambut Tiya,dan Tiya merasa malu dan menunduk.


Akhirnya Musik berhenti,Dansa pun selesai,Torik tersenyum kepada Tiya,Tiya membalasnya dengan tersenyum sangat tipis sampai tidak terlihat senyumannya kalau tidak menatapnya.


Torik menggandeng tangan Tiya,Torink mengantarkan ke mejanya,begitu juga dengan Iza dengan Papahnya.


Aldo dengan Istrinya ikut gabung ke meja Agung ,jadi meja terasa ramai,Iza yang paling banyak bicara dan paling ceria.


"Kapan kapan kalian main ke rumah kita,kita makan malam bersama gimana Al,,"kata Agung.


"Boleh,,Aku tunggu undanganya,"


Mereka mengobrol sekitar setengah jam,setelah Itu karena sudah banyak tamu yang pada pulang,Aldo dan Istri meninggalkan meja Agung.


"Pah Mah,,kita pulang yuk,udah malam,besok kan kita sekolah,"


"Ya udah ayo kita pulang,"


Torik lalu ikut bangun dan ikut mengantar keluarga Agung,sebelum keluar Keluarga Agung berpamitan pada Aldo dan istri.


"Hati hati ya Om,Tan,,"


"Iya,,"jawab Agung dan Dinda.


"Dah kak,,sampai jumpa besok yah,"kata Iza.


"Iya,,,"Torik pun tersenyum,saat Torik melihat ke arah Tiya ,tapi Tiya justru langsung masuk mobil.


Agung membawa mobilnya,dan meninggalkan parkiran,Torik masih melihat ke arah mobil Agung.


"Aku lebih menyukaimu,tapi kenapa kamu seperti menghindari ku terus,,"kata Torik pelan.


Jangan lupa like komentar dan votenya,, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2