MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Kaget


__ADS_3

Rizki memijit kaki Zara sambil mengolesi minyak urut, tangan Rizki terus saja mengurut kaki Zara yang putih dan mulus.


"Ya Tuhan kakinya aja mulus gini,, apa lagi dalamnya. Aku harus bisa tahan, jangan macam macam, kalau sampai Aku ngga bisa kontrol, bisa bisa dia marah dan cuekin Aku lagi,, "Batin Rizki sambil terus memijit kaki Zara.


Bagian kaki udah, dan Rizki sebenarnya pengin sih pijit punggunya Zara, tapi Rizki tidak berani, takut hilaf, jadi tidak mengurutnya.


"Sayang,, kaki dua duanya sudah Abang pijit, udah enakan belum,,? "


"Udah lebih enak Bang,, sekarang punggung Zara ya Bang,, "Zara sambil menarik kaosnya ke atas, dan pinggang mulusnya pun langsung terlihat.


"Yang,, di tutup aja yah, jangan di buka kaosnya,, "sambil menarik kaosnya ke bawah agar tertutup.


"Ngga papa Bang,, biar di olesi minyak urut, badan jadi hangat nantinya,, "Sambil membuka lagi kaosnya.


"Ya Tuhan,, semoga Aku bisa tahan dengan semua ini,,"batin Rizki berbicara.


Rizki lalu mengolesi minyak urut ke pinggang Zara, sambil tanganya sedikit gemetar Rizki mulai memijit.


"Kalau sakit bilang yah,, "


"Iya,,, "jawab Zara sambil memejamkan matanya.


Rizki tidak berani memijit ke atas, di pinggang aja miliknya sudah berdiri, dan itu membuat Rizki sudah merasa tidak nyaman.


"Bang naik ke atas dong pijitnya,, soalnya pijitan Abang enak banget,, "Rizki langsung buang nafas sambil geleng geleng kepala. bukanya tidak suka tapi justru Rizki makin tersiksa.


Tangan Rizki lalu naik ke atas, sampai di tali pembungkus buah dada milik Zara.


"Bang,, agak kenceng dong,, "


"Iya,,, "jawab Rizki sambil memijit lebih kencang.


"Uuuhhh,,, enakknya Bangg,, "kata Zara saat Rizki memijit dengan gerakan keatas dan ke bawah di punggungnya.

__ADS_1


Rizki terus saja mengurut, dan Rizki dengan berani duduk di bok*ong Zara biar lebih enak. jadi Rizki pun merasakan miliknya gesekan gitu.


"Bangg,, milik Abang iihh kok keras gitu sih, "


"Iya nih,, udahan aja yah,,


"Kok udahan,, bentar lagi yah,, "


"Tapi milik Abang ini takutnya bikin ngga nyaman kamu Yang,, "Zara lalu berfikir.


"Sekarang Tangannya aja mau ngga Bang,, ?"karena memang rasanya ngga nyaman ada yang mengganjalnya.


"Ya udah tanganya aja sekarang yang di pijit, "sambil menutup punggung Zara dengan bajunya.


Rizki lalu pindah memijit tangan Zara, dan mereka sambil mengobrol.


"Apa ngga ngantuk,, ?"


"Ngantuk sih Bang, tapi Zara tahan ngga mau ke tiduran di sini,takut Mba Mimin tau nanti malah jadi ribed,, "


"Kok Abang bisa tau,, jangan jangan Abang kasih itu lagi,, "sambil menatap Rizki, sedang Rizki hanya mengangguk.


"Ya Tuhan Abangg,,, "


"Biarin,, kita cuman tiga hari di sini, jadi Abang ingin puasin berduan sama kamu, kalau kita sudah kembali kan susah lagi mau bertemu, "


"Iya sih Bang,, tapi Abang itu benar benar deh ih,, "


Rizki sambil terus memijit tangan Zara, dan ahirnya selesai juga, setelah selesai di pijat Rizki ikut tiduran dan sambil memeluk Zara.


"Enar malam kita jalan jalan lagi yah,,?"


"Boleh,, tapi ke mana,,? "

__ADS_1


"Kamu pengin ke mana,,? "


"Ke patung singa,, "


"Ok,, tar malam kita pergi, sekarang kita tidur yuk biar entar malam ngga ngantuk,, "Zara pun mengangguk.


Mereka berdua tidur saling pelukan, Mimin pun pasti sudah tidur dengan nyenyaknya, karena saat tadi Rizki beli makanan, bagian Mimin di berinya obat agar Mimin tidur dengan nyaman.


Setelah tidur satu jam Rizki bangun duluan karena hpnya berbunyi, dan ternyata pesan dari Hendra, Hendra menyuruh besok pagi untuk pulang, karena Oma sakit dan sedang di rawat di rumah sakit. Rizki pun membalasnya.


Setelah selesai mengirim pesan, Rizki akan bangun, tapi saat melepaskan pelukan Zara,Rizki melihat belahan dada Zara, Rizki langsung membulatkan matanya.


"Aduhh,, godaan ini,, lebih baik Aku bangunkan saja,, "kata hati Rizki.


"Sayang bangun,, udah jam 6 nih,, bangun yuk kita siap siap untuk pergi,, "sambil mengusap pipi Zara, karena Zara ngga juga bangun, Rizki lalu menciumi wajah Zara sampai Zara terbangun.


Zara pun bangun karena Rizki terus saja menciuminya, lalu Zara kembali ke kamarnya untuk bersiap untuk pergi.


Zara membangunkan Mba Mimin, dan. Mba Mimin pun bangun.


"Mba Zara mau mandi dulu yah,, "


"Iya Non,, "jawab Mimin dan Zara langsung masuk kamar mandi.


Setengah jam kemudian Zara dan Mimin sudah siap, lalu menuju kamar Rizki. mereka pun pergi menuju patung singa.


Sekitar 40 menit ahirnya sampai, dan Zara juga Mimin tidak lupa berfoto ria.


Saat Rizki sedang melihat ke ara Zara dan Mimin yang sedang foto foto, Ada seorang laki laki yang mendekatinya dan meminta tolong pada Rizki untuk memfotokan dirinya dengan kekasihnya, saat Rizki menjawab mau lalu laki laki itu memberikan kameranya, saat Rizki bersiap akan memfoto, tiba tiba Rizki kaget karena orang yang di rangkul pundaknya oleh laki laki itu adalah orang yang pernah mengisi hatinya.


"Zia,,,, "


**Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih...

__ADS_1


Untuk nanti bulan puasa insaaloh upnya aku malam yah**,


__ADS_2