MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Mengepalkan Tanganya


__ADS_3

Vivi sudah menyiapkan makanan untuk Akbar,dan dari nasi,lauk dan juga minum sudah ada di atas meja.


Lalu Vivi akan pergi karena udah selesai,tapi Akbar langsung melarangnya.


"Mau kemana,,?"


"Mau ke sana,,"sambil menujuk ke arah luar.


"Duduk situ,,temani Aku makan,,"Vivi diam karena bingung, sebenarnya Vivi merasa takut kalau dekat Akbar.


"Kok diam,duduk,,"nada suara Akbar sudah membuat Vivi merasa takut.Vivi ahirnya langsung duduk.


Akbar makan dengan lahap,sedang Vivi duduk sambil menunduk karena takut dengan Akbar.


"Kamu umur berapa,,?"tanya Akbar.


"21 th,"


"Kamu kuliah jurusan Dokter,?"


"Iya,,,"


"Kenapa mau jadi Dokter,,?"


"Biar bisa menolong orang yang sakit,"Akbar hanya mengangguk pelan.


"Aku udah selesai makan,rapikan,,"Vivi pun menurut,dan merapikan mejanya.


Akbar masih duduk dan Vivi langsung membereskan meja dan piring yang kotor.


"Ini sudah selesai,Saya pergi dulu,,"kata Vivi pada Akbar dan Vivi pun pergi.


Akbar tidak menjawab ,dan Akbar melihat ke arah Vivi yang keluar dari dapur.


Akbar mengusap wajahnya dengan kasar,lalu Akbar pun pergi ke kamarnya.


Akbar yang merasa jenuh lalu memainkan pensil dan kertas,Akbar rupanya menggambar lagi seperti dulu.

__ADS_1


Akbar di Amerika sangat sibuk,jadi ngga ada waktu untuk menggambar lagi.sekarang dari pada bingung karena belum ngantuk jadinya menggambar.


Jam 1 malam Akbar belum juga mengantuk,Akbar lalu menuju balkon kamarnya.Akbar melihat ke arah langit yang sangat cerah.


Akbar duduk sambil bersandar dan melihat ke langit yang banyak bintang bertaburan,juga bulan yang terlihat indah.


"Sayangg,,Aku kesepian,rasanya hidupku hampa,Apa kamu akan marah padaku kalau Aku menemukan wanita yang bisa membuatku merasa bahagia,percayalah di hatiku yang paling dalam,nama dan kenangan kita akan tetap ada,"Akbar berkata lirih sambil menikmati udara malam yang dingin.


Sekitar jam dua Akbar masuk ke kamarnya dan merebahkan badanya di kasur,Akbar ahirnya tidur dengan nyenyak.


Akbar bangun ternyata sudah jam 10 pagi,lalu Akbar menuju kamar mandi ,dan langsung mandi.Selesai mandi Akbar bersiap,rupanya Akbar mau pergi.


Akbar makan dulu sebelum pergi,Agung yang melihat Akbar yang sedang makan lalu mendekatinya.


"Mau kemana Bang,kok udah rapi aja,?"


"Akbar mau ketemu temen Pah,,"


"Oh,,oh iya mumpung kamu lagi di rumah,kita pergi ke rumah kakek yuk,mau ngga.Papah pengin liburan di kampung,"


"Abang sih mau aja,yang harus di tanya itu Mamah Pah,bisa ngga Mamah ninggalin klinik,,"


"Ya udah ya Pah,Abang pergi dulu,"


"Iya,,hati hati yah,,"Akbar menjawab Iya.


Akbar membawa mobilnya untuk menuju ke pemakaman,rupanya Akbar mau ke makam Sila.sekitar 30 menit,mobil Akbar sampai di pemakanan,Akbar langsung turun dari mobil.


"Siang sayang,,"kata Akbar sambil jongkok,lalu Akbar membacakan doa untuk Sila,setelah selesai Akbar membersihkan pemakaman Sila dari rumput liar.


"Sayang,,,Aku mau cerita nih ,entah mengapa sekarang Aku sedang merasa penasaran dan selalu ingin tau tentangnya,Aku kenapa ya sayang,kamu ngga marah kan kalau Aku cerita seperti ini,,,"sambil tersenyum tipis.


"Sayang,,Aku pulang,istirahatlah dengan tenang di sisi Tuhan yah,lain kali Aku akan datang lagi,"


Akbar hanya setengah jam saja di pemakaman,setelah itu Akbar membawa mobilnya menuju ke klinik.


"Kenapa Aku pengin pergi ke klinik yah,mau ngapain coba ke sana,Aku pulang aja apa yah,,kok jadi bingung gini,"kata Akbar yang merasa bingung dengan dirinya sendiri.tapi mobil terus saja berjalan menuju klinik.

__ADS_1


Sekarang mobil sudah sampai di kelinik,Akbar lalu memarkirkan mobilnya,Akbar tidak langsung keluar dari mobilnya,tapi duduk dan diam .


Mata Akbar melihat ke arah luar ,dan tiba tiba melihat Vivi yang baru saja keluar dari mobil dengan seorang laki laki.


Vivi terlihat bahagia karena tersenyum dengan manisnya sampai lesung pipitnya pun terlihat,Akbar dengan sepontan langsung turun dari mobil dan melihat ke arah Vivi yang masih bicara dengan laki laki itu di depan mobil.Akbar bersandar di mobilnya dengan terus menatap ke arah Vivi.


Tidak lama Laki laki itu masuk ke mobil,dan keduanya saling melambaikan tangan,lagi lagi Vivi tersenyum,tangan Akbar tiba tiba mengepal kencang.


Mobil pun pergi,lalu Vivi akan masuk ke klinik, tapi matanya tidak sengaja melihat Akbar yang sedang berdiri di dekat mobilnya dengan menatap kearahnya,tatapan mata Akbar langsung membuat wajah Vivi berubah,Vivi merasa takut dan langsung menunduk.


Akbar mendekati Vivi,itu membuat Vivi makin takut dan menggenggam kedua tanganya.Vivi kira Akbar akan marah padanya ,saat sampai di dekat Vivi,ternyata Akbar hanya melewatinya saja,Vivi langsung mengusap dadanya.


Akbar masuk duluan kedalam klinik,lalu Vivi juga masuk ke klinik,jarak mereka berjalan tidak terlalu jauh,Vivi sengaja jalanya pelan agar tidak mendahului Akbar.


Akbar masuk ke dalam ruangan Dinda,Dinda yang melihat Akbar langsung tersenyum.


"Hai sayang,,"


"Hai Mah,,"Akbar mendekati Dinda lalu cipika cipiki,setelah itu Akbar duduk di bangku depan meja Dinda.


"Ada apa,,?tumben main ke sini,,?"


"Di rumah bosen Mah,siapa tau Abang di sini bisa bantu Mamah kerja,"Dinda tersenyum mendengar perkataan Akbar.


Lalu pintu terbuka dan ternyata Vivi yang masuk.


"Kamu sudah datang Vi,,gimana pengajuan sekripsinya,di terima,,?"


"Iya Bu,,di terima,,"


"Sukurlah,,besok kamu ngga usah ke klinik dulu,biar kamu konsen buat sekripsi,kalau sudah selesai baru kamu datang lagi ke klinik yah,,"Vivi menjawab Iya.


"Tadi kamu kesini naik taxsi apa di antar Frengki Vi,,"saat Vivi mau menjawab mata Akbar sedang menatap ke arahnya.


"D,,Di antar Bu,,"sedikit gugup dan pelan karena Akbar terus saja menatapnya.


"Wah Frengki perhatian banget ya Vi sama kamu,semoga kalian berdua cepat menjadi pasangan kekasih yah,"Vivi hanya tersenyum tipis dengan perkataan Dinda,Akbar makin tajam melihat ke Vivi saat Vivi tersenyum.

__ADS_1


Jangan lup Like,komen dan votenya,trimakasih..


__ADS_2