
"Dian,,,, apa kamu menolaku gara gara laki laki tua seperti ini,,,,?!!!"
Aku dan Dian langsung menengok ke arah sumber suara, dan ternyata dia adalah orang yang waktu malam malam itu menyakiti Dian.
Dian secara berlahan berjalan menuju ke belakangku, dan memegang tanganku dengan sangat erat.
"Dian Aku mau bicara sama kamu,! kamu jangan menghidari Aku terus yah,! "
Aku melihat ke Dian, dan Dian menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.
"Kalau kamu menghindariku dan menolaku, akan Aku pastikan kalau Zara akan Aku ambil,!! "nada suaranya makin meninggi.
"Maaf Mas,, pagi pagi begini marah marah di rumah orang itu tidak baik, sebaiknya kita bicarakan dengan kepala dingin, "kataku.
"Kamu jangan sok ikut campur urusanku dengan keluarga ini, karena kamu tidak ada urusan,, "sambil jari tanganya menujuk ke mukaku.
"Sapa bilang Saya ngga boleh ikut campur dalam masalah ini, Saya di sini adalah sebagai calon Suami Dian, jadi Saya berhak ikut campur karena keluarga calon istri Saya sedang terancam,, "sambil ku singkirkan jari tanganya dari depan wajahku.
"Dan kamu itu hanya mantan menantu yang tidak tau malu dan seorang Ayah yang pecundang, hanya ingin buat tapi tidak bisa menjaga istri dan anaknya,,, "
Buggg...
"Brengsek,, jaga ucapan kamu,,"sambil memukul pipiku dengan kepalan tanganya,dan Aku sampai tersungkur.
"Massss,,,,,, "Dian membantuku untuk bangun, dan saat Aku sudah bangun ,Aku berjalan mendekat pada bocah tengik yang kurang ajar padaku.
"Kalau kamu tidak terima dengan perkataanku lalu harus di sebut laki laki apa yang meninggalkan istinya yang sedang kesakitan yang akan berjuang melahirkan anakmu,, "sambil ku cengkram kerah bajunya Aku langsung membalas pukulanya.
Buggg,,, Buggg....
"Itu balasan untuk keluarga istri dan anakmu yang kamu sakiti,, "dia pun tersungkur setelah Aku pukul perut juga pipinya.
"Brengsekk,,, "Saat kita akan berkelahi Dian berteriak minta tolong, dan bocah tengik itupun langsung pergi menuju mobilnya.
"Dian,, ingat Aku akan datang dan akan membuat perhitungan pada keluargamu, cuhhh,,, "sebelum naik mobil bocah tengik itu mengancam dan meludah.
__ADS_1
Saat mobil itu pergi tetengga ada yang keluar dan menanyakan ada apa, tapi Dian. menjelaskan sudah tidak ada apa apa, karena ini masih pagi jadi gang rumah Dian masih sepi, Kakek dan Zara pun keluar rumah juga.
"Ada apa Di,, kenapa kamu teriak minta tolong,,? "tanya Kakek.
"Udah ngga ada apa apa kok Pah,, ayo masuk,, "kata Dian.
"Pak Doni kok berdarah bibirnya, kenapa,,? "Aku mengusapnya.
"Ngga kenapa napa, tadi Bapa jatuh,ayo masuk aja,, "Kataku.
"Kek,, Saya mau pamit dulu yah,, mau berangkat mengajar, "saat kita sudah di dalam.
"Istirahat dulu, itu lukanya di kompres biar ngga bengkak,, "
"Nanti saja kek,, Zara ayo sekalian ikut Bapa berangkat, udah siap kan,,? "
"Udah Pak,, ya udah Zara ikut Bapa aja, tunggu bentar ya Pak, Zara ambil tas di kamar, "Aku pun mengangguk.
" Di,,, Apa Pria kurang ajar itu yang datang,, ?"tanya Kakek. Dian pun mengangguk.
"Udah kakek jangan fikirkan tentang masalah ini, biar nanti kalau ada apa apa, Dian telfon Saya aja,, biar Saya yang hadapi,, "
"Maaf jadi merepotkan Nak Doni,, "
"Ngga merepotkan kok kek,, "
"Makanya kalian cepat menikah, biar ngga akan ada kejadian kaya gini lagi,"Aku pun mengangguk.
Zara pun datang, lalu Dian mengantarku ke depan menuju motor.
"Nanti ngga usah jemput Zara, biar nantias antar saja,, "kataku saat memakai helem.
"Nanti ngerepoton Mas lagi,, "Aku. hanya menggeleng.
Setelah Zara memakai helem dan mencium tangan Dian,Aku pun menjalankan motorku untuk menuju sekolah tempatku mengajar.
__ADS_1
Sekitar pukul 7 kurang 15 menit, Aku dan Zara sampai di sekolah.
"Zara nanti pulangnya sama Bapa yah, Bapa akan antar,, "kataku sebelum Zara masuk kelas dan Aku masuk kantor.
"Iya Pak,, "jawab Zara, lalu Zara pun berjalan menuju kelas .
Hari ini rasanya kok terasa lama,Aku mengajar sesekali melihat ke layar hpku siapa tau ada pesan masuk, tapi tetap aja hpku adem ayem ngga ada suara yang berbunyi tanda telfon atau pesan. rasanya Aku seperti ABG lagi yang sedang merasakan jatuh cinta. rasanya selalu kangen dan selalu ingin bersama.
Setelah jam istirahat ke 2,Aku sudah tidak ada jam mengajar lagi, dan Aku hanya duduk di dalam kantor sekolah, Aku usap luka di sudut bibirku, karena dari tadi makin sakit yang ku rasa, saat ku usap ternyata pipiku juga sudah sedikit bengkak.
"Brengsek memang bocah tengik itu, pukulanya sampai membuatku lukanya lumayan parah, buat menguap pun rasanya sangat sakit, sampai kepalaku ikut merasakan sakit juga,"dalam hatiku menggerutu.
Jam pulang sekolah pun tiba, Aku bersiap akan pulang, setelah membereskan meja kerjaku, Aku keluar dari kantor menuju parkiran, rupanya Zara sudah menungguku.
Aku menyuruh Zara memakai helem, setelah itu Aku pun mengegas motorku menuju rumah Dian. setelah sampai Aku langsung menuju ke toko roti milik Dian karena kata Kakek dian ada di sana.
Lumayan jauh rumah Dian dari tokonya,Itu yang membuatku was was sekarang kalau memikirkan Dian pulang dari toko terlalu malam.
Sampai di toko Aku memarkirkan motorku, lalu Aku turun dan berjalan ke dalam.
Karyawan Dian menyambutku sebagai pembeli,lalu Aku pun mengatakan kalau Aku mencari Dian. karyawan Dian pun menyuruhku untuk menunggu di kursi.
Sekitar 10 menit Dian datang mendekat padaku, dan menyuruhku untuk masuk ke dalam ruangan kusus ruanganya.
"Kok pipinya bengkak gitu sih Mas,, Mas ngga kompres tadi yah,, "Aku menggeleng, saat ini. kita sedang duduk di sofa, Dian mengusap pipiku, Aku sedikit mengaduh karena sakit.
"Dian kompres pakai air hangat yah, "Sambil berjalan menuju dispenser dan mengambil air yang hangat.
"Aduhhh,,, pelan Di sakit,, "kataku saat Dian menggompresnya dengan handuk.
"Iya,, Maaf,,, "lalu Dian meniupi bibirku yang luka, bibir kita sekarang sangat dekat, saat Dian masih meniupi bibirku Aku menatapnya dan tatapan kita pun bertemu. dengan sangat pelan Aku mendekatkan bibiku pada bibir Dian, tadinya Aku hanya ingin mengecupnya, tapi dorongan setan mengalahkan rasa sakit ,dengan pelan Aku mulai ******* bibir Dian dengan pelan, tapi lama lama ciumanku makin menuntut.
Maaf kalau ada typo..
Jangan lupa like, komen dan vote ya kak,, trimakasih..
__ADS_1