
"Maaf,,, "kataku sabil ku lepaskan tangan papah yang memeluku. sedang aku tetap tidak mau melihat wajah papah aku masih membelakanginya.
Saat tangan terlepas, aku akan menarik gagang pintu, tapi papah malah memutar kunci dan di ambilnya kunci itu, lalu di masukan di kantong celananya.
Tiba2 papah langsung menarik tanganku menuju sofa, aku langsung menarik tanganku tapi karena pegangan papah sangat kuat membuatku susah untuk lepas.
Di dorongnya tubuhku hingga aku terjatuh ke sofa dengan posisi agak terlentang, tiba2 papah langsung menindihku dan dengan kasarnya papah langsung menciumiku.
"Aa,,,,ku mohon jangan begini, ini salah kamu menyakitiku, tolong lepasss, "kataku sambil ku dorong badan papah, tapi karena sepertinya papah sedang emosi membuatnya justru makin kasar menciumiku,
Ahirnya tangisanku pecah, "Hikkkk... hikk..tolong jangan... ."aku terus saja menangis dan berontak.
Karena sepertinya ruangan papah ini kedap suara, aku sudah menangis dan teriak pun sepertinya tidak ada tanda2 orang mendengar.
Karena aku sudah sangat lemas melawan papah yang terus menciumiku dari wajah hingga turun ke leher, sekarang aku hanya bisa menangis tanpa melawan,aku hanya bisa memejamkan mata aku tidak mau melihat apa yang di lakukan papah, karena rasanya sungguh sudah sangat menyakitkan hatiku.
"Adekk mohon jangan begini Ayy, "kataku dengan melembutkan suaraku agar papah sadar.
__ADS_1
Setelah aku berkata begitu, papah langsung bangun dari atas tubuhku, dengan masih mata yang terpejam aku mengengar papah membuang nafas dengan kasar, dan merapikan kancing bajuku yang sudah terlepas, setelah mengkancingkan bajuku, papah mencium keningku dan bilang "Maaf"
Papah langsung bangun, dan sepertinya dia masuk ke kamar mandi, ku buka mataku dan aku langsung duduk,rasanya badanku sakit semua, mungin karena aku tadi terus berontak.
Ceklek,,,
Aku mendengar pintu terbuka, aku hanya menundukan kepalaku, lalu papah duduk di sampingku.
"Maaf,, aku hanya tidak ingin kehilanganmu, aku baru merasakan yang namanya jatuh cinta, sungguh sangat menyiksaku, "sambil di genggamnya tanganku sedang aku hanya diam .
Di peluknya tubuhku oleh papah, "sudah jangan menangis hem... "Ahirnya papah memeluku cukup lama.
Dilepasnya pelukan papah, papah menyuruhku untuk merapikan penampilanku dan juga mencuci mukaku.
Aku masuk ke kamar mandi, setelah aku mencuci mukaku lalu aku menyisir rambutku, saat rambut ku akan aku ikat ternyata di leherku banyak sekali tanda merah, aku hitung ada 4 tanda, aku gosok tanda merah itu bukanya hilang malah makin merah, aku takut sekali pasti nanti banyak anak anak yang melihatnya .
Mungkin karena merasa lama aku di kamar mandi, papah mengetuk pintu dan menanyakan aku sudah selesai belum.
__ADS_1
Tokkk... tok..
"Dek,, kok lama adek ngga papa kan.. "aku hanya diam dan sedang bingung harus gimana.
"Dekk,, aku masuk yah, "memang pintunya aku tidak kunci karena aku hanya berniat cuci muka dan merapikan rambut.
Saat papah masuk langsung mendekati ku dan bertanya, "kenapa kok lama, "lagi lagi aku hanya diam, "jangan diam terus dek,, aku jadi ngerasa bersalah banget, "sambil berdiri di sampingku, lalu ayahmembalikan badanku agar kita berhadapan.
"Apa karena ini, ini dan ini, "kata papah yang menujuki tanda metah itu.
"Apa adek bawa bedak, dan sinih tasnya coba aku ambilkan bedaknya, "kataku sambil memberikan tasku, aku juga ngga tau apa yang akan papah lakukan dengan bedak itu.
Setelah papah membuka tasku ternyata bukan bedak yang di ambil, tapi justru alas bedak yang di ambil papah.
"mau di apakan sih... "
kaka2 sebelumnya mohon maaf yah, memang dalam islam ayah tiri tidak boleh menikah dengan anak tirinya, tapi ini hanya cerita kehaluanku saja kak,kalau aku mau ubah ceritanya takutnya jadi kurang gimana gitu, jadi mohon maaf ya kaka kaka ikuti aja ke haluanku. aku tidak akan mengubah ceritanya karena aku sudah memikirkan akan gimananya cerita ini.makasihhh...
__ADS_1