
Malam ink Aku menelfon Ayah, dan mengatakan kalau Aku sedang hamil anak kembar, Ayah sangat senang mendengarnya, dan Aku juga mengatakan akan berkunjung ke tempat Ayah, Ayah tambah senang. rasanya tidak sabar Aku pulang kampung, tapi kita kesananya di undur jadi minggu depan, rupanya Suamiku ada oprasi yang tidak bisa di tunda.
Pagi ini Aku terbangun karena merasa mual, Aku lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutku, dan saat ku muntahkan hanya ludah yang keluar, rasanya sangat tidak enak. Suamiku yang mendengar Aku muntah muntah, langsung masuk kamar mandi untuk melihatku, saat sudah dekat Suamiku memijit tengkuku.
"Mass,,, hik,, hik,,, "sambil Aku memeluk Suamiku, Suamiku mengusap punggungku.
"Yang sabar ya Sayang,, ayo kita ke kamar, "Sambil Suamiku menggendongku.
Sudah dua hari ini Aku setiap pagi mengalami muntah muntah, dan kalau bau masakan pun Aku mual, Aku tidak bisa makan nasi karena bau nasi juga mual, yang Aku makan hanya buah dan susu, susu juga Aku harus tutup hidung.Anehnya kalau jam 10pagi Aku merasa mengantuk dan selalu ingin tidur, dan sejak dua hari ini Aku mengalami muntah Suamiku melarangku untuk ke rumah sakit.jadi Aku pun mengambil cuti entah untuk berapa lama, Suamiku yang datang langsung menemui Direktur rumah sakit.
Aku merasakan hamil yang sekarang sangat berbeda, Suamiku selalu menyemangatiku dan Aku sebenarnya tidak lah tersiksa hanya saja kadang Aku merasa kesal karena melihat makanan ingin memakanya tapi saat ku makan Aku merasa mual.membuatku kesal dan sedih.
"Mas akan ambilkan air hangat dan buah,Adek tunggu bentar yah,,, "
"Mas,, Dinda maunya air teh hangat tapi pahit aja,,"Suamiku pun mengangguk.
Ini masih pukul 5 pagi dan Aku rasanya masih mengantuk,tapi perutku rasanya seperti di aduk aduk, rasanya ingin muntah terus.
Perutku mual lagi, dan Aku berlari menuju kamar mandi, lagi lagi hanya ludah dan ludah yang berwarna kuning yang rasanya sangat pahit, Aku sangat lemas air mata mengalir membasahi pipiku, dan Aku duduk di kloset karena lemas.
"Dek,,, Adek di dalam,, "sambil membuka pintu kamar mandi, sedang Aku duduk di kloset dengan masih sangat lemas.
"Adek muntah lagi,, "Aku mengangguk lemah. Suamiku pun menggendongku lagi menuju kasur.
Aku di dudukan di kasur, lalu Suamiku mengusap wajahku dengan handuk kecil karena air mata dan keringat di keningku yang belum ku lap.
"Minum dulu tehnya, ini ngga terlalu panas,, "Sambil memberikan gelas ke padaku. Aku meminum teh pahit sampai habis setengah gelas.
Lalu Aku tiduran di kasur dan Aku meminta Suamiku memeluku ,Aku juga meminta untuk Suamiku membuka bajunya karena Aku sangat suka bau ketek Suamiku. Sebenarnya Suamiku merasa risih tapi demi Aku Suamiku mau melakukanya.
Sekitar jam 7 Aku bangun dan melihat Suamiku yang sedang memakai baju.
"Mas Mau ke mana,,? "sambil mengucek mataku.
"Mas mau ke rumah sakit, ada oprasi jam 9 nanti,, "jawabnya sambil memakai celananya.
"Tapi Dinda ngga mau di tinggal Mas,, "rengeku.
__ADS_1
"Sayang,,, Mas cuman bentar, nanti jam 12 Mas pulang kok,, "tiba tiba Aku menangis seperti anak kecil, kok Aku jadi manja banget sama Suamiku sih...
Suamiku menenangkanku, dan merayuku untuk mengizinkanya berangkat ke rumah sakit, Aku pun Ahirnya mengizinkanya karena tugas Suamiku untuk menolong orang ngga boleh di abaykanya.
.
.
.
Ayah Doni
"Kak,, Adek mau pergi ke mall bertemu teman kuliah bentar yah,, "kata adeku.
"Kamu ngga di anter Suamimu apa Dek,,? "
"Suami adek lagi pergi ke kota tugas dari tempatnya kerja kak,berangkat tadi pagi dan pulangnya besok,, "
"Kamu naik apa ke sananya,,,? "
"Kaka anter aja,, jangan naik ojek soalnya lagi mendung nanti kamu ke ujanan lagi,, "
"Tapi nanti Kaka ngga bosen nunggu Adek lama,, ?"
"Nanti kaka tunggu kamunya di cafe,Kaka sambil cuci mata,, "jawabku dan Adiku pun langsung bersiap. Dan Aku juga ikut bersiap siap.
Aku memakai baju santai, dengan kaos berkerah dan celana levis pendek. saat Aku sudah rapi Adiku pun sudah rapi.
Aku dan Adiku masuk ke dalam mobil dan kita menuju ke mall. Sampai di mall Aku menuju cafe dan Adiku menuju tempat jajian dengan teman temanya.
Adiku itu sodaraku satu satunya, kami dua bersodara, adiku sudah 10 tahun menikah, tapi Tuhan belum juga memberikanya turunan, kata adik dan suaminya mereka hanya perlu bersabar karena saat mereka periksa ke Dokter mereka berdua sehat tidak ada masalah.
Aku masuk ke cafe dan memesan kopi hitam dan cemilan, karena hari ini hari libur jadi mall cukup ramai begitu juga dengan cafe yang sedang Aku tongkrongi.
Saat Aku sedang meminum kopi Aku melihat Mamahnya Zara dengan seorang pria sedang mengobrol, dan saat Aku melihatnya dia pun melihatku, Aku hanya diam dan melihatnya saja, hingga berapa detik kita memutus pandangan mata kita.
Aku sedang asik bermain game di hpku, tapi tiba tiba ada yang berdiri di depanku, saat Aku melihatnya rupanya Mamahnya Zara yang berdiri di depanku.
__ADS_1
"Apa Pak Doni sendiri,,, "Aku pun mengangguk.
"Boleh gabung ngga,,, "lagi lagi Aku mengangguk.
"Pak Doni benar nih sendiri, nanti ada yang marah sama Saya lagi,, "
"Saya sendiri di sini,dan Saya sedang menunggu Adik Saya yang sedang bertemu dengan temannya,"
"Oh gitu,,, "
"Iya,,, Apa Mau pesan minum,,"
"Ngga usah deh,, tadi udah minum satu gelas besar takut kembung kalau kebanyakan minum,, "Aku pun mengangguk.
"Tadi habis ngobrol sama siapa,,,? "
"Tadi teman Saya, dia pesan roti buat di sumbangkan ke panti asuhan, dan sudah biasa dia pesan ke Saya,,, "
Telfon Mamah Zara berbunyi tanda panggilan, dan dia pun mengangkatnya, tiba tiba Mamah Zara seperti yang kaget dan menangis.
"Ada apa,,,? "
"Papah,,, papah terkena serangan jantung, sekarang sedang di bawa kerumah sakit,,, "sambil menangis dan bangun dari kursi.
Aku menaro uang 100 ribu di meja dan Aku langsung mengejar Mamah Zara, dia sedang tidak baik baik saja tidak baik kalau membawa mobil sendiri.
"Tunggu,,, kamu sedang tidak baik,, biar Saya yang bawa mobilnya saja, biar Saya antar kamu ke rumah sakit,, "
Mamah Zara tadinya seperti bingung, tapi Aku mengambil kunci mobilnya dan membukakan pintu mobil untuknya, Aku masuk ke bangku kemudi dan membawa mobil menuju rumah sakit.
"Kita ke rumah sakit mana,, ?"tanyaku.
"Rumah sakit harapan,, "Sambil masih menangis, Mamah Zara berbicara.
Besok lagi..
Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih..
__ADS_1