
Zara dan Bumi mereka berdua pulang dari kampus bersama, Bumi lalu mengajak Zara untuk ke toko buku.
"Boleh deh kak, Zara juga mau cari novel, "
"Ya udah yuk kita pergi,, "Zara mengangguk, mereka berdua menuju toko buku yang tidak jauh dari kampus.
"Masih suka baca novel,,? "
"Iya masih,, biar ada kegiatan,, "Bumi hanya tersenyum.
Lalu mereka sampai di toko buku, Rizki memilih buku yang dia cari, sedang Zara mencari novel.
"Hai Za,, kamu di sini,,? "rupanya Fatah yang memanghil Zara.
"Hai,, iya, "sambil Zara sibuk memilih setelah tadi menengok ke Fatah.
"Kamu suka novel,, "Zara mengangguk.
"Kamu sama siapa kesini Za,,? "
"Sama saya,, ada apa,,? "Bumi langsung mendekati Zara.
"Za,, kamu kesini sama dia,, "Zara mengangguk.
"Iya,,, "jawab Zara.
"Apa dia pacarmu Za,,? "
"Ngapain kamu tanya seperti itu,, ngga penting,, "Bumi yang menjawab.
"Za,, udah dapat belum novelnya, kalau udah ayo ke kasir,, "
"Udah ini,, "sambil menujukan satu novel.
"Fatah Zara duluan yah,, "Fatah hanya mengangguk.
"Brengsek,, Aku yang sudah lama mengincarnya, kenapa dia yang mendapatkanya,, awas kalian,, "kata Fatah dalam hati berkata.
Sedang Zara dan Bumi setelah membayar langsung keluar dari toko buku, mereka lalu pulang ke apartemen.
"Aku akan mengantarmu sampai papartemenmu,, "
"Ngga usah kak,, nanti merepotkan kaka,, "
"Ngga merepotkan kok, dari pada kamu nanti jalan lewat tangga,, bisa lemas sebelum sampai nanti,, "
Lalu Bumi pun mengantar Zara, lalu mereka naik lif, Zara yang terlihat masih takut hanya diam dan sedikit berkeringat di keningnya.
"Ngga usah tegang seperti itu,, santai aja,, "Kata Bumi sambil melihat ke Zara, Zara hanya mengangguk pelan.
Sampai di apartemen Zara, Bumi langsung pamitan pulang.
"Aku langsung pulang ya Za,, "
__ADS_1
"Kaka ngga mampir dulu,, "
"Ngga makasih, kamu juga pasti pengin istirahat kan, Aku pulang yah,, "
"Trimakasih ya kak,, "Bumi mengangguk lalu pergi.
Jam Hari dan Bulan berganti, Zara di telfon Ayah Doni, Ayah memberi kabar kalau Mamah Dian sudah melahirkan. Zara pun berniat pulang ke jakarta.
"Za,, Abang bilang kamu mau pulang ke jakarta,, apa benar,, "tanya Bumi saat mereka berangkat ke kampus bersama.
Sekarang Zara dan Bumi lebih akrab, Zara menganggap Bumi sebagai sahabat dan adik dari kekasihnya, tapi kalau Bumi hanya Bumi yang tau di dalam hatinya.
"Iya kak,, "
"Kapan perginya,, ?"
"Besok pagi,, "
"Kamu udah dapet izin dari pihak kampus, ?"
"Sudah,, "
"Mau berapa hari di jakarta,,? "
"Cuman satu minggu,, "Bumi mengangguk lemah.
"Sudah beli tiket,, "
"Sudah, Papah udah belikan,, "
"Jam7 pagi harus udah di bandara, "
"Oh,, ya udah besok Aku antar kamu ke Bandara,, "
"Apa ngga merepotkan Kaka, "
"Ngga lah,, ya udah sanah masuk,, "saat sampai di kelas Zara. Zara pun mengangguk.
Setelah Zara masuk, Bumi lalu pergi dan menuju ke ruang jurusanya.
Pagi pun datang, jam 5 pagi Bumi sudah bangun dan sedang membuat kopi di dapur.
"Tumben jam segini udah bangun,, "Mamah tiba tiba muncul dan mengagetkan Bumi.
"Mamah bikin kaget aja sih,, "
"Adek mau ngantar Zara ke Bandara Mah, dan jam 7 harus sudah ada di sana, jadi Adek bikin kopi biar ngga ngantuk,, "
"Oh gitu,, salamin aja buat Zara yah, Mamah ngga bisa ikut ngantar,, "
"Iya,, nanti Adek akan sampaikan,, "
Jam setengah 6 pagi Bumi pergi ke apartemenya Zara, dan Mamah masuk ke kamarnya lagi.
__ADS_1
"Sudah siap belum,,? "tanya Bumi saat Zara membuka pintu apartemen.
"Sudah,, ayo masuk dulu kak,, "Bumi pun masuk ke dalam.
Zara lalu mendorong kopernya, dan bersiap untuk berangkat.
"Udah yuk kak kita berangkat,, "Bumi pun langsung mengambil koper dari tangan Zara.
"Ayo,, ngga ada yang ketinggalan kan,, "
"Ngga ada,, "
Mereka lalu berangkat ke Bandara menggunakan taxsi. sampai di Bandara jam 7 kurang 15 menit, jadi tidak terlalu mepet.
"Makasih ya Kak udah antar Zara,, "
"Iya,, kamu hati hati yah,, "Zara mengangguk.
"Ya udah sanah masuk, "
"Iya,,, "Zara lalu menarik kopernya untuk masuk ke dalam, Zara juga melambaikan tanganya sambil tersenyum dengan manisnya.
Bumi yang melihatnya bukanya senang, tapi justru merasa sakit. Zara ahirnya sudah tak terlihat dan Bumi pun keluar dari Bandara dan langsung pulang.
Zara sudah tiba di Bandara Jakarta, dan yang menjemput adalah Papahnya.
"Sayang,,, "teriak Hendra, Zara yang melihatnya langsung tersenyum.
Ternyata di belakang Hendra juga ada Rizki, Zara yang tidak tau kalau Rizki ikut langsung tersenyum senang.
"Papahh,,, "Kata Zara dan langsung memeluk Hendra.
Tapi satu tangan Zara terulur ke arah Rizki dan Rizki langsung menggenggamnya sambil mereka saling melempar senyum.
"Kita langsung pulang yuk,, "Hendra melepaskan pelukanya.
"Iya ayok,, "Zara merangkul tangan Hendra, sedang koper Rizki yang membawanya.
"Sayang,, kamu nanti pulang sama Rizki yah, Papah akan turun di kantor, soalnya ada yang harus Papah urus pagi ini,, "saat di dalam mobil Hendra bicara.
"Iya Pah,,, "
Sampai di kantor Hendra turun dari mobil, dan Rizki langsung menginjak gas mobil untuk meninggalkan kantor.
"Sayang,,, pindah ke depan gih,, "kata Rizki setelah mobil berjalan.
"Iya,, "jawab Zara, dan Zara langsung pindah ke jok depan tanpa mobil berhenti dulu, Zara langsung melompati tengah tengah jok mobil.
Setelah duduk dengam nyaman, Zara langsung menyenderkan kepalanya di pundak Rizki.
"Kangen,,, "kata Zara.
"Sama,, apa lagi Abang, kangen pake banget,,"
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya trimakasih...