
Rizki juga merasakan badanya panas dingin saat jarinya memberi salep palda luka yang ada di inti tubuh Zara.dan lama lama senjata miliknya juga bangun dan membuat celananya sesak.
Tangan Zara mencengkram seprei saat Rizki terus saja menggunakan jarinya bermain di inti tubuhnya.
Rupanya jari Rizki dan otaknya tidak singkron,otaknya bilang jangan,tapi jarinya menginginkan lebih,jari Rizki justru bergerak keluar masuk,sambil gerakanya cukup kuat.
"Bangggg,,,,aaah,,,"ahirnya Zara tidak bisa menahan mulutnya agar tidak bersuara.itu membuat Rizki justru makin bern*afsu.
Jari Rizki terus bergerak,dan mulut Rizki langsung mencium bibir Zara dengan rakus.
"Aahhh,,,,aaahhh,,,"saat Rizki melepaskan ciumanya ,Zara bersuara lagi.
"Ayo sayang,,nikmati,,hemmm,,"dengan terus bekerja.
"Aahhh Banggg,,eeemmmm,,"Rizki mencium bibir Zara lagi.karena suara Zara cukup kencang.
Jari Rizki makin cepat bergerak,dan itu membuat Zara merasakan nikmat sampai Zara menggihit bibir Rizki ,rupanya Zara melakukan pelepsan.Bibir Rizki pun sampai luka,tapi Rizki menahan rasa sakit itu.
Zara tergeletak lemas,sedang jari Rizki basah terkena ****** ***** milik Zara.Rizki lalu mengambil tisu untuk mrngelap jari tanganya.setelah itu Rizki membuka laci meja,dan mengambil sesuatu yang kemarin Hendra kasih.
Sedang Zara yang masih lemas hanya bisa diam dan memejamkan matanya,dengan nafas yang masih ngos ngosan.
Rizki sekarang sudah memposisikan miliknya di inti tubuh Zara,Zara yang merasakan gesekan di inti tubuhnya lalu membuka matanya.
"Banggg,,Zara masih sakit dan lemas,,jangan dulu,,"Zara sambil memelas.
"Abang akan pelan,,nanti juga ngga akan sakit kok kalau kita sering melakukanya,tahan yah,,"Rizki sambil meng*gesek ges*ekan miliknya di inti tubuh Zara.
Lalu dengan pelan Rizki mendorongnya,Zara kesakitan hanya bisa menggerakan kepalanya kekanan dan ke kiri.
Saat sudah masuk Rizki mendorongnya dengan pelan dan terus mendorongnya.
"Aaaaahhhh,,Bangg,,"saat Rizki mendorong miliknya Zara tidak bisa menahan suaranya agar tidak keluar.ahirnya milik Rizki masuk semuanya dan Rizki mendiamkanya menunggu Zara merasa nyaman.
Saat Rizki akan menggerakan pinggulnya karena Zara sudah merasa nyaman tiba tiba.
__ADS_1
Tokkkk,,, Tokkkk,,,
"Rizki,,,buka pintu,,Zaraa,,,buka pintunya,,Papah mau bicara,,"Hendra tiba tiba mengetuk pintu.
"Bang,,Papah,awas lepasin,,"kata Zara sedang Rizki langsung lemas.
Mau marah mertua ngga marah merasa kesal karena mengganggu ha*srat yang sudah di ubun ubun,kalau ngga dibuka pintunya pasti ngomel ngomel,di buka pintunya jadi gagal urusanya.Rizki membuang nafasnya kasar lalu mencabut miliknya.kepala atas bawah langsung merasa pusing.
Zara sibuk memakai celananya dan merapikan bajunya,Rizki juga langsung memakai celananya tapi sebelumnya melepaskan pengaman yang menempel di senjatanya,setelah itu langsung menuju pintu untuk membukak pintu kamar.
"Lama amat sih buka pintunya,,"Kata Hendra,dan Hendra melihat bibir Rizki yang luka dan berdarah.
"Ikut Saya keruang kerja,,sekarang,,"Hendra langsung pergi tanpa menunggu jawaban Rizki.
Hendra tersenyum tipis,rupanya Hendra tau telah merusak acara Rizki main kuda kudaan.
Rizki lalu masuk ke kamar lagi dan bilang ke Zara mau keruang kerja Hendra,lalu Zara meminta salepnya karena akan memberi salepnya sendiri.setelah Rizki memberikan salepNya ke Zara Rizki pun lalu keluar dari kamar.
Rizki langsung keruang kerja Hendra,dan langsung masuk.
"Ada apa sih Pah,penting banget kayanya,"
"Besok kita harus ke kantor polisi,Herman dan anaknya sudah di tangkap ,kemarin bukti buktinya sudah kamu kirm ke kantor polisi kan,?"Rizki.mengangguk.
"Sudah Pah,dan hasil pemeriksaan Dokter tentang penusukan Zara juga sudah Saya kirim ke kantor polisi,"
"Bagus,,biar mereka merasakan akibatnya karena telah berani mengusik keluargaku,"
Bukkk,,,,Hendra melempar tempat tisu ke arah Rizki,untung Rizki selalu sigap.dan Rizki menangkapnya.
"Lap tuh darah di bibirmu,,"Rizki lalu memegang lukanya.
"Kamu tuh kalau main makanya jangan kasar kasar,emang enak di gigit,,"
"Soalnya enak sih Pah kalau mainya kasar,puas gitu,,"sambil mengelap lukanya dengan tisu.
__ADS_1
"Brengsek kamu,,kamu nyiksa anaku,,"
"Zaranya aja suka kok Pah,,tenang aja kasarnya saya mah bikin nagih kok Pah,"
"Sudah Diem kamu, jangan banyak omong,awas aja kalau anaku sakit,Saya hajar kamu,"Rizki hanya tersenyum.
Lalu Rizki pun keluar dari ruang kerja Hendra dan langsung kedapur untuk mengambil minum.
Di dapur Rizki langsung mengambil minum dan meminumnya.
"Mba Mimin ada es batu ngga,,?"
"Ada ,Mas Rizki mau buat es sirup,biar Mimin bikinin,,"
"Ngga,saya mau minta es Batu buat kompres bibir,ini bibir saya luka,,"
"Oh,,emang kenapa itu Mas,,"sambil mengambil es batu di kulkas.
"Kegigit tadi pas makan,,"
"Oh,,"jawab Mimin sambil memberikan es batunya,Lalu Rizki.menaro di gelas dan membawanya ke kamar.
"Abang bawa apa itu,,?"tanya Zara saat Rizki.masuk kamar.
"Es batu buat kompres luka yang di gigit kamu,nih,,,"Sambil melihatkan bibirnya yang sudah terlihat bengkak.dan Rizki duduk di pinggir kasur.
"Kok sampai parah gitu sih Bang,"Zara mengusap luka di bibir Rizki.
"Nanti juga sembuh kalau di kompres sama di kasih salep,"
Zara lalu membantu mengkompres luka di bibir Rizki dengan es batu dengan pelan.
"Yang,,kita lanjutin yang tadi yuk,punya Abang masih tegang nih,"sambil menarik tangan Zara yang satunya untuk memegang senjatanya.
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1