MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Kesiangan


__ADS_3

Agung setelah menyuruh Akbar untuk masuk ke dalam ruanganya ,Agung langsung masuk duluan ke dalam.


"Sil,Kamu sanah ke ruanganmu ,dan jangan lupa minum obatnya,,"Sila hanya menganguk.


Setelah Sila pergi ,Akbar masuk ke dalam ruangan Agung.


"Duduk,,"kata Agung saat melihat Akbar masuk.


"Kamu ada apa datang ke klinik,,?"


"Pengin kesini aja Pah,pengin lihat kelinik ,"


"Tumben,,dari dulu Abang ngga suka main ke sini,kalau suruh ke sini juga kadang malas,kenapa sekarang Abang jadi sering main kesini,?apa karena Sila,,?"


"Ngga Pah,,,Abang pengin main aja kok,"


"Tapi Papah lihat Abang itu sekarang lagi dekat sama Sila,"


"Ngga kok,biasa aja ,"


"Biasa gimana,orang Papah tadi aja lihat kamu pegangan tangan kok,dan semalam ngantarin obat buat Sila malam malam,apa itu namanya,,"


"Ya karena kita teman Pah,,"


"Bener hanya temen,,kalian ngga pacaran,,"


"Pacaran ,,,ngga ,kita hanya temen Pah,,"


"Abang ini sudah dewasa,kalau pun pacaran Papah sama Mamah ngga melarangnya,tapi Abang harus ingat,Abang ini laki laki,dan seorang laki laki itu nantinya menjadi kepala rumah tangga,jadi Abang itu harus sukses dulu,kalau ingin berumah tangga,pacaran boleh tapi harus tau batas dan jangan sampai mengganggu kuliah Abang,"


"Iya Pah ,Abang juga tau,makanya Abang ngga pacaran sama Sila,kita hanya teman,"


"Tapi kalau pun Abang anggap sila teman harus ada batasnya,jangan terlalu perhatian padanya,takutnya Sila baper,dan anggap Abang itu menyukainya,karena perempuan itu suka pakenya perasaan,bukan logika,"


"Ngerti maksud Papah,,"Akbar mengangguk.

__ADS_1


"Kalau Papah lihat Abang itu suka dan sudah mulai cinta pada Sila,cuman Abang belum menyadarinya,,"


"Ngga ah Pah,,"


"Papah mau tanya,Abang kalau di dekat Sila apa yang Abang rasakan,,"Akbar diam.


"Abang biasa aja,cuman Abang kemarin kuatir pada Sila,karena Sila kemaren itu sakit Pah,,"


"Apa dada Abang merasa deg degan gitu kalau deket Sila,,"Abang menggeleng.


"Oh gitu,ya udah kalau gitu,yang penting Abang harus ingat,kalau laki laki itu harus sukses dulu baru menikah,dan Pacaran boleh tapi harus tau batasanya,"


"Iya Pah,,Abang akan selalu ingat pesan Papah,"


"Iya udah sanah lanjutin lagi gandengan tanganya dengan Sila,,"


"Apaan sih Pah,,ya udah Abang pergi dulu yah Pah,,"Agung menjawab Iya.


Akbar lalu keluar dari ruangan Agung,dan akan keruangan Dinda.


Abang sampai di ruangan Dinda,dan langsung bilang mau pulang.


"Ya udah hati hati di jalan yah,,"Abang mengangguk,lalu Abang melihat ke arah Sila sebentar,dan Sila hanya menunduk sambil sibuk kerja,padahal Sila hanya pura pura sibuk.


Akbar lalu keluar dari ruangan Dinda dan menuju mobilnya,Abang mengusap wajahnya dengan kasar saat sudah ada di dalam mobil.


"Apa iya ini yang namanya jatuh cinta,penginya lihat terus dan dada merasa deg degan gini,,"sambil meraba dadanya.


Abang lalu membawa mobilnya untuk pulang ke rumah.


Hari berlalu,dan Akbar sudah 5 hari ini tidak bertemu Sila,ternyata Abang sengaja untuk tidak memikirkanya dan bertemu denganya,Akbar ingin tau tentang hati dan perasaanya ,kalau tidak bertemu 5 hari apa yang dirasakanya.


Abang terlihat baik baik saja,kuliah seperti biasa berangkat pagi,jam 2 siangan baru pulang,dan di depan orang tuanya juga ngga ada yang Aneh,Abang biasa aja karena memang Abang kalau di rumah juga seringnya di kamarnya.


Padahal di kamarnya Akbar suka uring uringan, Akbar rasanya ingin tau kabarnya sila gimana dan sedang apa.

__ADS_1


Akbar pengin telfon Beni,dan menanyakan kabar Sila ,tapi Akbar alasanya apa itu yang bingung.


Akbar dari tadi memegang hpnya dan bingung mau telfon Beni apa ngga.


Ahirnya Akbar menelfon Beni,dan Akbar ngobrol dengan Beni cerita ngga jelas.


"Bar udah dulu yah,Ini udah malam Aku mau tidur,,"ahirnya Beni menyudahi telfonya.


"Oh udah malam yah,ya udah sampai jumpa besok yah,,Ehh,,,Ben Aku boleh minta no telfon kakamu ngga,,"


"No telfon kak Sila ,,"


"I,,iya,,soalnya ada perlu bentar,masalah kerjaan di klinik,,"alasan Akbar(Beni sudah tau Sila kerja di klinik orang tua Akbar)


"Oh iya nanti Aku kirimkan,,udah dulu yah,,"Akbar menjawab Iya dan telfon pun mati.


Akbar mondar mandir ngga jelas,menunggu Beni mengirim no telfon Sila.saat hp berbunyi langsung Akbar melihatnya dan benar Beni mengirim no telfon Sila.


Akbar tersenyum tipis,dan langsung menyimpan no telfon Sila di hpnya.


Akbar lalu tidur karena sudah malam,lalu pagi pun datang ,Akbar bangun lalu melihat ke jam ternyata sudah jam 7.


"Ya Tuhan Aku kesiangan,,"Akbar langsung lari ke kamar mandi,dan langsung mandi karena sudah kesiangan.


Akbar mandi tidak lama,dan langsung bersiap untuk berangkat,Akbar tadinya mau langsung lari ke depan menuju mobilnya,tapi Dinda memanggilnya untuk sarapan dulu.


"Tapi Abang udah kesiangan Mah,"


"Ya udah ini tapi minum su*sunya dulu,"Dinda membawakan gelasnya dan langsung menyuruh Akbar meminumnya.


"Abang berangkat dulu ya Mah,,"sambil memberikan gelas pada Dinda dan mencium pipi Dinda dulu baru Akbar pergi.


Akbar membawa mobilnya menuju kampus dengan kecepatan cepat,sampai Akbar tidak melihat orang yang menyebrang dan ahirnya.


Brakkkkk...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2