
"Zia,,, "Rizki berkata sambil melihat ke arah kamera. dan terlihat laki laki itu memberi aba aba sambil tangan satunya merangkul si wanita.
Rizki lalu memfoto mereka berdua, dan setelah selesai mereka berdua mendekati Rizki, si laki laki bilang trimakasih dan mengambil kamera, sedang si perempuanya langsung kaget karena melihat Rizki di depanya.
"Rizki,,, "si perempuan itu melihat kearah Rizki dan memangil namanya.sedang Rizki pura pura tidak dengar.
"Sayang,,, lihat, fotonya sangat bagus kan, "si laki laki melihatkan hasil foto, dan Rizki lalu pergi meninggalkan mereka dan mendekati Zara dan Mimin.
"Udahan dulu yuk fotonya, kita beli minum dulu, dan istirahat. nanti kita lanjut lagi,, "
"Iya,, "jawab Zara dan Mimin.
Lalu mereka bertiga mencari penjual minuman, dan setelah membeli minum mereka duduk sambil mengobrol.
"Tadi Papah kamu telfon, dan besok kita di ruruh pulang, oma sedang sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit,, "
"Oma sakit Bang,, "Rizki mengangguk.
"Tapi tenanglah,, kata Papahmu ngga gawat, cuman darah tinggi Oma naik,, "Zara pun mengangguk.
"Mas Rizki udah pesan tiket belum buat besok,? "tanya Mimin.
"Udah,, tadi sore langsung saya pesan,, "
"Besok paginya jam berapaan Mas,?biar Mimin siap siap,, "
__ADS_1
"Jam 8 kita udah harus berangkat ke Bandara"
Mimin dan Zara pun menjawab Iya.
"Rizki,,, "Ada yang memanggil Rizki dan
semuanya menengok.
"Rizki kamu lagi ada di sini,, kamu sama siapa,,? "tanya perempuan itu.
"Maaf apa kita saling kenal,, ?"kata Rizki pura pura, karena Rizki ingin mejaga perasaan Zara.
"Ki ini Aku Zia,, kamu lupa sama Aku,dulu kita kan,, "
"Maaf Aku tidak ingin mendengarkan cerita dari mu, karena Aku merasa tidak kenal.Za Min,, kita pergi yuk,, "Zara dan Mimin lalu bangun dan akan pergi.
Rizki yang mendengar kata sayang hanya bisa diam dan langsung berjalan pergi karena merasa bodo amat.
Zara dan Mimin yang tidak tau ada apa hanya mengikuti Rizki yang telah jalan duluan, sedang Zia menatap kepergian Rizki dengan sedih.
"Sayang ayo,, kita pulang aja kalau kamu merasa tidak baik,, "kata laki laki yang bersama Zia.
"Kak,, itu Rizki,"kata Zia yang tiba tiba mengeluarkan air matanya.
"Yang mana, apa laki laki tadi,? "Zia mengangguk.
__ADS_1
"Kenapa tidak bilang sama kaka, tadi dia yang bantu kita foto kan,, "Zia mengangguk.
"Kaka akan cari dia yah, pasti kamu sangat merindukanya,, "
"Jangan kak, biarkan dia pergi, sepertinya dia sudah tidak mau kenal dengan Zia lagi,, "lalu laki laki itu memeluk Zia. laki laki itu adalah kaka Zia, Zia rupanya meninggalkan Rizki bukan untuk bekerja di luar negri yang sekarang di singapur, melainkan Zia sedang berobat karena sakit yang di derita Zia.
Rizki selalu diam dari tadi, membuat Zara bingung, ingin bertanya ada mba Mimin, sedang kalau ngga di tanya Zara bingung ada apa dengan Rizki.
"Bang,, kita pulang aja yuk ke Hotel, kita besok pagi kan harus pergi pagi, jadi kita harus rapi rapikan barang kita, "Rizki hanya menganghuk.
Lalu Rizki mencari taxsi untuk mengantar ke Hotel, sampai di Hotel Rizki langsung masuk ke kamarnya tanpa ada kata, dan Zara juga mba Mimin juga masuk ke kamarnya.
Zara dan Mimin lalu bersiap untuk merapikan barang barang mereka. Sedang Rizki di kamarnya hanya diam dan duduk di sofa.
"Kenapa kamu makin kurus, dan seperti pucat gitu, apa kamu sedang sakit, bukanya kamu bahagia karena telah meninggalkanku,, kamu sudah punya kekasih yang sepertinya sangat mencintai kamu, pasti kamu bahagia, "Rizki bicara sendiri karena teringat Zia yang sekarang.
Rizki hanya diam sambil memikirkan Zia saat dulu masih bersamanya, saat dulu masih kuliah Rizki dan Zia adalah sepasang kekasih, dan saat lulus kuliah Rizki danZia sama sama kerja, tapi di perusahaan yang beda,mereka menginginkan acara pernikahanya nanti di buat mewah dan megah, makanya mereka giat bekerja untuk mengumpulkan uang, tapi dua tahunlalu Zia pergi meninggalkan Rizki, bilangnya ingin kerja di luar negri agar gajihnya lebih besar, Rizki tidak mengizinkan tapi Zia tetap pergi, dan dari Zia pergi saat itu tidak pernah sekalipun Rizki tau kabar dari Zia, Zia seperti hilang, sampai ahirnya Rizki bisa melupakan Zia dengan Rizki selalu sibuk bekerja, sampai mendapat jabatan sebagai asisten Hendra.
Rizki duduk di sofa sampai tak ingat waktu, sekarang sudah jam 1 malam, hp Rizki dari tadi bunyi pesan dari Zara tapu rupanya Rizki tidak mendengarnya.
Zara ahirnya ke kamar Rizki setelah mba Mimin tidur. Zara mengetuk kamar Rizki dan ahirnya Rizki tersadar dari lamunanya, dan berjalan menuju pintu untuk membuka pintunya.
"Abang kenapa, dan ada apa ,,,?"
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1
Besok insaaloh aku upnya hbs traweh yah**,,