MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Ahirnya Ikut


__ADS_3

Dua hari ini Rizki belum berbicara pada Hendra, karena Rizki melihat Hendra yang sedang sibuk dan banyak kerjaan.


"Ki,, ini kamu urus semuanya, saya nanti sore akan pergi menjemput Zara, "Hendra memberi setumpuk map pada Rizki.


"Dan kamu harus selesaikan, besok saya pulang harus sudah beres semuanya, "


"Siap Bos,, "


"Kalau ada telfon atau ada yang mencari saya, jangan bilang saya sedang jemput Zara, bilang saja saya ada urusan keluarga,,"Rizki mengangguk.


"Bos mau berapa hari di sana,,? "


"Kemungkinan 4 hari ,hari senin saya sudah ke kantor lagi,, "Rizki lalu mengangguk.


Lalu Hendra pun pergi dari ruang Rizki dan bersiap untuk pulang, sedang Rizki langsung duduk lemas melihat banyaknya kerjaan.


"Ki,, tuh lihat kerjaan yang bos kasih buatku, "Heri menujuk ke mejanya.


Saat ini Heri dan Rizki sedang menunggu pintu lif terbuka, mereka rupanya pulang bersama.


"Sama,, Aku juga segitu,, Aku baru lihat aja, kepala rasanya pusing,, "


"Lembur nih kita besok,, "


"Ya kita lihat aja besok,, "


Sedang Hendra di rumahnya sedang bersiap untuk berangkat kerumah Dian untuk melihat bayinya dan juga menjemput zara.


"Mas,, tolong ini baju di masukan ke koper ,takut ketinggalan, "kata Dea menujuk ke tumpukan baju.


"Yang ini udah, trus apa lagi yang mau di masukan,, ?"


"Udah itu aja, Mas bawa aja keluar gih, dan koper kembar juga, biar di tata di bagasi mobil sama pak sopir,, "


"Iya,, "lalu Hendra pun keluar dari kamarnya sambil membawa koper.


Lalu Hendra juga mengambil koper kembar di kamarnya. sampai di luar Hendra langsung memanggil pak supir untuk membuka bagasi mobilnya.


"Maaf Pak,, itu Pak supirnya tiba tiba sakit, badanya panas,, "kata satpam yang jaga pos gerbang.


"Sakit,, sekarang dia di mana,,? "


"Ada di pos pak, tadi habis saya kerokin,, "Hendra lalu ke pos untuk melihat pak sopir.


"Pak,, kamu sakit,,? 'tanya Hendra.


"Maaf pak,, kepala saya pusing dan badan pada greges,, "


"Udah minum obat belum,,? "


"Sudah pak,, "


"Ya udah sanah istirahat aja di dalam, ini uang buat berobat kalau sampai besok tidak sembuh juga,, "

__ADS_1


"Iya Pak,, makasih,, "


Lalu Hendra masuk ke kamar dan bilang pada Dea.


"Yang,, pak supir sakit, kita gimana nih,, cari supir dimana yah,, "


"Sakit,, kok bisa, dari kapan,, "


"Tadi Mas lihat di pos habis di kerikin sama pak satpam,, "


"Coba Mas telfon kantor, ada supir yang ngga sibuk apa ngga, apa Mas ajak aja Rizki, nanti Mas dan Rizki bisa gantian nyetir kalau cape,"


"Benar juga kamu Yang,,Mas mau telfon Rizki aja, dia kan sudah hafal jalan, jadi Mas ngga ribed nujukin jalan lagi,, "


Hendra pun menelfon Rizki, dan Rizki yang sedang tidur langsung bangun saat mendengar hpnya berbunyi.


"Iya Bos,, "jawab Rizki yang baru bangun tidur.


"Kamu lagi tidur yah,,? "


"Ngga Bos, ini udah bangun, ada apa ya Bos, "


"Kamu bersiap lah, kamu ikut ke rumah Dian, supir saya sakit dan ngga bisa nyetir, jadi kamu yang gantiin dia nyetir,, kamu mau kan,?"


"Iya Bos saya mau, tapi saya mau mandi dulu,"


"Ya udah,, jangan lama lama, "Hendra lalu mematikan telfonya.


Rizki tersenyum tipis karena di ajak ke rumah Dian, berarti mau bertemu Zara.


Rizki membawa mobilnya dengan cepat, dan Rizki juga membawa beberapa baju dalam tasnya karena mau 4 hari di sana.


"Ki,, kita udah siap nih, kamu mau istirahat dulu apa langsung lanjut, "saat Rizki sudah sampai rumah Hendra.


"Terserah Bos aja, saya ngikut, kalau mau lanjut ayo,, biar ngga kemalaman sampai sananya,, "


"Iya udah kita langsung berangkat sekarang aja, "


"Iya Bos,, "


Rizki dan Hendra duduk depan, sedang Dea dan dua pengasuhnya duduk di belakang bareng kembar.


"Kalau cape ngomong Ki,, kita nanti gantian, "


saat mobil sudah di dalam tol.


"Iya Bos,, "


Sudah 3 jam perjalanan,mereka berenti di peristirahatan dan sekalian mengisi bahan bakar mobil.


Sekitar setengah jam istirahat, mereka lalu melanjutkan perjalanan.


"Sayang,, coba telfon Zara, udah tidur belum, kita kalau ngga macet satu jam lagi sampai soalnya,, "Hendra menyuruh Dea menelfon Zara.

__ADS_1


"Iya Mas,,, "tapi Zara tidak menjawab telfonya, sampai Dea menelfon dua kali pun tidak di angkatnya.


"Ngga di angkat Mas,, "


"Ya udah kita nginep di Hotel aja dulu kalau gitu, besok baru kita ke rumah Dian,, "


"Terserah Mas aja,, "


"Ki,, kita nanti cari Hotel aja, buat kita istirahat"


"Iya,,, "Jawab Rizki.


Das ahirnya samapi di kota yang di tuju, Hendra mencari Hotel yang tidak jauh dari rumah Dian.


Sampai di Hotel semua turun dan pesan kamar, dua pengasuh satu kamar, rizki satu kamar dan Hendra pastisa satu kamar dengan Dea, sedang si kembar karena sudah tidur dengan lelap, di minta Dea untuk tidur di kamarnya saja. setelah mendapatkan kamar mereka lansung istirahat semuanya.


Pagi harinya, Hendra membangunkan semuanya untuk bersiap. Rizki yang sudah tidak sabar ingin bertemu Zara sudah rapi dan wangi. sebelum mereka pergi ke ruamah Dian,Mereka juga sarapan dulu di Hotel.


"Udah semuanya kan sayang,,? "tanya Hendra pada Dea.


"Udah Mas,, "Hendra lalu menyuruh Rizki untuk berangkat.


Hanya butuh 20 mobilpun sudah terparkir di depan rumah Dian.


Hendra dan Rizki langsung menurunkan koper koper dari dalam mobil, sedang Dea mengetuk pintu rumah Dian. Kakek yang membuka pintunya.


"Eh kalian udah datang,, ayo masuk,, "kata Kakek, lalu Dian dan dua pengasuh yang menggendong anaknya pun ikut masuk ke dalam.


"Bunda,,, "kata Zara langsung cipika cipiki.


"Papah mana Bun,,? "


"Masih di luar, lagi nurunin koper dari mobil, "


"Oh,, ya udah Zara mau bantu Papah dulu ya Bun,, "Bunda pun menjawab iya.


Zara keluar dan langsung mendekati mobil, Zara langsung kaget saat melihat Rizki juga ada di situ.


"Sayang,, sinih bantuin Papah, kenapa diam aja, "kata Hendra dan Rizki pun langsung menengok.


Rizki tersenyum tipis melihat Zara yang masih pakai baju tidur, untuk sesaat mereka saling pandan dan lempar senyum.


"Sayang,, Papah bawa koper ini masuk dulu,kamu sama Rizki bawa yang itu yah, "Zara yang kaget langsung mengangguk.


Hendra lalu mendorong kopernya dan masuk ke dalam, sedang Rizki dan Zara saling tersenyum.


"Kok Abang ikut, ?"


"Iya,, supir yang mau ikut kesini sakit,jadi Abang yang gantiin,, "


Tangan Zara dan Rizki saling pegang, tapi di atas koper. karena takut ada yang lihat.


"Kita masuk yu Bang,, "Rizki mengangguk.

__ADS_1


Jangan lupa like ,komen dan votenya, trmakasih..


__ADS_2