MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tanda Merah


__ADS_3

"Sayang,, ayo kita turun untuk sarapan, Saya sudah lapar ini,, "kata Mas Hendra saat Aku masih saja menyisir rambutku, karena Aku sedang menata rambutku agar menutupi leher yang banyak tanda merahnya.


"Iya Mas Tunggu bentar,, "jawaku masih di depan cermin.


"Ayo Mas,, "kataku lagi setelah Aku selesai menata rambutku.


Aku juga memakai baju yang kerah bajunya sedikit menutupi leher,karena rasanya Aku malu kalau sampai orang lihat tanda merah di leherku.


Kita pun keluar dari kamar dan turun ke bawah sambil bergandengan.


"Mas,, kita kan udah nikah, bisa ngga kalau ngomong jangan pakai kata Saya,, kayanya ngga enak di dengernya,, "sambil menuruni tangga.


"Trus harus apa dong,, masa Aku kayanya ngga enak,, "


"Kan bisa pakai kata Mas,, gimana,, "


"Ok lah,, Saya turutin permintaan istri tercinta,"


"Tuh kok masih pakai Saya,, "


"Iya maaf, Mas turuti permintaan istri tercinta,, "kata Mas Hendra lagi dan kita pun sambil tersenyum bersama.


"Mamah senang sekali melihat kalian bahagia dan tersenyum begini,, "kata Mamah yang tiba tiba ada di belakang kita.


"Mamah,,, "kataku saat melihat ke belakang.


"Iya Sayang,, ayo kita sarapan, "sambil kita berjalan menuju meja makan.


"Mamah kok belum sarapan sih, ini udah siang loh,, "kataku.


"Mamah nunggu kalian, soalnya kalau makan sendirian ngga enak,, "


Kita pun menuju meja makan untuk sarapan dan kita sarapan bersama.


"Hen kamu jadi hari ini ke dokter untuk memeriksakan kakimu ,,?"


"Jadi Mah nanti jam 10 han,, "jawab Mas Hendra.

__ADS_1


"Oh iya Mah,, ahir pekan Dea sama Mas Hendra mau ke rumah Kak Doni sama kak Dian, kak Dian mau bikin acar 4 bulan kehamilanya, Mamah mau ikut ngga,,? tar kan Mamah bisa bertemu Zara juga, "


"Emang boleh Mamah ikut, nanti merepotkan kalian lagi,, "


"Ya ngga lah Mah, masa ngerepotin, justru Dea senang kalau Mamah mau ikut, nanti bisa main ke gubug Dea di kampung,, "kataku.


"Kok gubug sih,, "kata Mamah.


"Ya gubug lah Mah,, kalau rumah kan bagus kaya rumah Mamah ini, Rumah Dea mah jelek, "kataku sambil tersenyum.


"Kamu tuh bisa aja sih sayang,, "kata Mamah, dan kita pun tersenyum.


"De,, rambutnya di kebelakangin dulu apa di iket dulu kalau sedang makan, nanti kena makanan itu,, "kata Mamah saat melihat rambutku yang saat Aku menunduk untuk menyapkan sendok ke mulutku ikut turun.


"Iya Mah,, "jawabku, mungkin Mamah merasa risih melihatku karena rambutku yang di gerai, karena biasanya rambutku Aku selalu ikat dan di gerai kalau sedang tidak makan.


"Dea sengaja Mah,, rambutnya di gituin, katanya buat nutupin lehernya yang banyak tanda merah yang Hendra buat,, "Aku langsung mencubit pinggang Mas Hendra saat bicara terlalu jujur pada Mamahnya.


"Aawww,,,sakit sayang,, "teriak Mas Hendra, sedang mataku sedikit Aku plototin.


"Lagian sih Mas ngomongnya gitu,, "kataku.


"Ihhh,,, Mas udah diem, kenapa Mas malah bicara lagi sih,, "


"Hahaa,,, kalian tuh benar benar yah,, "kata Mamah sambil tertawa melihat tingkah ku dan Mas Hendra.


"Mamah ngerti kok kalian kan pengantin baru, jadi ya wajar kalau itu leher banyak tatonya, Mamah juga pernah ngerasain kok, jadi Dea ngga perlu malu kaya gitu,, "


Aku hanya tersenyum tipis, dan rasanya sungguh malu, karena Mamah ahirnya tau kalau Aku menggerai rambutku karena untuk menutupi leher yang penuh tanda merah.


Selesai sarapan Mamah pergi untuk acara arisan, sedang Aku dan Mas Hendra masuk ke ruang kerja Mas Hendra, Aku akan membantu Mas Hendra untuk memeriksa kerjaan yang di kirim oleh Rizki .


Aku duduk di sofa sambil membaca dan memeriksa sebuah map yang cukup tebal.sedang Mas Hendra duduk di bangkunya sambil menghadap ke komputer.


"Sayang,, ke dokternya sore aja yah, ini soalnya banyak yang harus Mas selesaikan,, "kata Mas Hendra.


"Oh gitu,, ya udah Dea telfon dokternya dulu buat batalin pertemuan, jam berapa kira kira kita bisa ke rumah sakitnya Mas,,? "

__ADS_1


"Jam 3 sore aja,, "Aku pun menelfon dokternya langsung, setelah menelfon dan membuat janji baru Aku lanjut lagi memeriksa kerjaan.


Sekitar jam 11 siang Aku sudah menyelesaikan 2 map, dan tinggal satu map lagi, Aku pun istirahat dulu tiduran di sofa sambil mataku terpejam.


"Sayang,, Kalau mengantuk tidur aja di kamar, biar tidurnya nyaman,, "kata Mas Hendra.


"Dea ngga ngantuk kok Mas, cuman pengin istirahat dulu aja sebentar,, Mas mau Dea bikinin minuman ngga,, ?"


"Boleh,, bikinin Mas kopi su*su ,gulanya dikit aja,, "Aku lalu keluar dari ruang kerja Mas Hendra menuju dapur.


"Non Dea butuh sesuatu,,?biar Mba bikinkan, "tanya mba yang ada di dapur.


"Iya Mba ini Dea mau bikin kopi, tapi biar Dea aja yang bikin, mba tolong tunjukan saja dimana tempat kopi sama gulanya yah,, "


"Oh Iya Non,, ini mba ambilkan dulu,, "lalu Mba pun mengambilkan toples gula, kopi dan su*su.Aku membuatkan kopi seperti ke inginan Mas Hendra, gulanya jangan banyak banyak, setelah selesai Aku membawa kopi ke ruang kerja dan sebelum pergi Aku bilang trimakasih dulu sama Mbanya.


"Ini Mas kopinya,, "sambil ku letakan di atas meja.


Lalu tanganku di tarik saat mau pergi, dan Aku pun terjatuh di pangkuan Mas Hendra.


"Sini aja,, dan diam lah,, "sambil menyuruhku untuk tetap duduk di pangkuanya.


Lalu Mas Hendra meminum kopi buatanku dengan satu tanganya, dan tangan satunya lagi memeluku.


"Gimana enak ngga kopi bikinan Dea,,? "


"Enak,, selalu enak kalau yang buat kamu,, "sambil menarik hidungku dengan tanganya.


"Alah,, gombal aja bisanya,, "sambil kedua tanganku memegang pipi Mas Hendra lalu mengecup bibirnya sekilas.


"Ngga usah mancing mancing deh,, ini Mas dari tadi sudah berdiri loh,, "


"Iihhh,,, apa an sih, orang cuman di cium gitu doang juga,,, "sambil Aku sengaja pinggulku Aku gerakan.


"Sayanggg,,,, Tanggung jawab,,, "sedang Aku hanya geleng geleng meledek.


Lalu Mas Hendra benar saja minta pertanggung jawaban, di dudukinya Aku di atas meja, dan kakiku di lebarkanya,,,,,

__ADS_1


**Tunggu besok yah main di mejanya,, hehee....


Jangan lupa like, komen dan votenya yah,, mksh**..


__ADS_2