
"Iiibuuu.... "aku langsung bangun dari duduku dan langsung mendekat ke ibunya Mamas untuk memeluknya, setelah ku peluk aku cium tanganya.
"Kenapa ibu ngga bilang sama Dinda mau ke sini,?"kataku.
"Ibu mau bikin kejutan buat Dinda, "jawab ibu sambil mengusap rambutku.
"Kenapa Mamas di cuekin sih dek, "suara dari samping ibu tiba tiba mengagetkanku.
Aku langsung tersenyum melihatnya, hampir dua minggu tak bertemu rasanya sudah sangat rindu. Aku langsung menyalaminya dan ku cium punggung tangan Mamas.
"Ayo,, silakan duduk, biar ngobrolnya enak, "kata ayah sambil menyuruh semua orang untuk duduk.
Aku duduk di sebelah bibi dan ibunya Mamas, sedang Mamas duduk bersama ayah juga paman, ada juga pak RT juga tetangga sebelah rumah yang datang.
Tiba tiba Mamas mulai bicara, setelah kita semua duduk.
Asalamua'laikum.. Bapa Bapa juga Ibu ibu semua yang hadir di sini, perkenalkan nama saya AGUNG PAMUJI. Maksud Kedatangan saya dan juga ibu saya ke rumah keluarga bapak Doni adalah ingin melamar putri bapak Doni untuk menjadi istri saya, semoga keluarga bapak Doni dan juga putrinya bersedia menerima lamaran saya.
Aku langsung kaget mendengarkan perkataan papah, apa ini mimpi atau nyata, aku hanya diam karena merasa sangat kaget.Lalu bibi menyentuh tanganku dan aku langsung sadar dengan yang terjadi, bibi tersenyum dan menganggukan kepalanya, aku pun langsung tersenyum.
Setelah papah berbicara baru ayah yang menjawabnya, ayah menerima lamaran papah tapi ayah juga meminta jawaban dariku.
Dengan tersenyum aku menjawab,"Iya,, Dinda terima lamaran dari mas Agung Pamuji, "dan seketika tepuk tangan pun terdengar.
Lalu ibu memasangkan cicin ke jari manisku tanda pengikat antara aku dan papah, cantik dan simpel sekali cincinya aku pun sangat suka dan sangat pas di jariku.
__ADS_1
Dan ayah juga mengumumkan kalau pernikahanku dengan papah akan di adakan dua bulan lagi. Aku melihat ke arah papah yang sedang menatapku dengan tersenyum.Aku pun ikut tersenyum karena keingin kita berdua ahirnya mendapat restu dan akan segera menikah.
Selesai acara kita semua langsung makan bersama, aku mengabilkan makan untuk ibu dulu, karena aku menyuruh ibu untuk duduk aja, pasti ibu sangat lelah di lihat dari wajahnya.
Selesai mengambilkan makan buat ibu, aku langsung menuju papah yang sedang mengobrol dengan ayah.
"Ayah sudah makan belum,? "tanyaku.
"Belom,,, ya udah ayah mau ambil makan dulu, "jawab ayah.
"Dinda ambilin aja ya yah, "
"Ngga usah, biar ayah ambil sendiri aja,Dinda temenin aja tuh Pamuji"kata ayah sambil berjalan.
"Belum,, tar aja tadi di jalan udah mampir untuk makan, jadi belum lapar.Adek udah makan,? "aku hanya menggelengkan kepala.
"Makan dulu sanah dek, nanti adek sakit lagi, "
kata papah lagi.
"Dinda tadi sudah makan sebelum Mamas datang jadi sekarang belum lapar lagi. Kenapa Mamas ngga bilang kalau mau kesini bareng ibu lagi, "
"Kejutan,,, adek suka ngga,?"sambil menarik jari tanganku yang menggunakan cincin dari papah.
Aku langsung tersenyum malu, saat tangan papah mengaitkan tanganya dengan tanganku. Lalu tiba tiba papah mencium taganku,aku langsung menundukan kepalaku karena menahan malu.
__ADS_1
"Semoga sampai hari H tidak ada kendala apapun ya dek, semoga selalu lancar, "
"Amin,,,,, "sambil ku tarik tanganku karena malu takut ada yang melihatnya.
"Apa ibu Dinda tau tentang rencana Mamas yang melamarku hari ini,? "tanyaku.
"Iya,,, ibu adek sudah tau, Mamas semalam mengirim pesan dan bilang hari ini Mamas mau melamar adek, ibu adek hanya bisa mendoakan supaya lancar acaranya karena ibu adek ngga bisa datang,ibu adek sedang berada di luar kota sekarang, "
"Oh,, iya ibu emang sedang di luar kota, kemaren Dinda abis telfonan, sukur deh kalau ibu sudah tau jadi ngga kepikiran,"
Tak terasa waktu sudah malam, tetanga juga pak RT juga sudah pada pulang, dan aku bersama bibi sedang mrrapikan bekas bekas piring kotor, kalau ayah, papah juga ibu sedang mengobrol di ruang depan.
Selesai merapikan piring piring juga membereskan semuanya, aku langsung merapikan kamar untuk ibu istirahat, setelah rapi aku memanggil ibu.
"Ibu,, kamarnya sudah Dinda beresin, ayo dina anter ke kamar biar ibu istirahat, "kataku sambil mendekat ke ibu.
"Iya sayang ayo,, "
Setelah mengantar ibu ke kamar aku langsung menuju ke ruang depan lagi, aku juga menyuruh ayah untuk istirajat karena dari pagi ayah selalu sibuk.
"Sekarang ayah juga harus istirahat, dan minum obatnya, "kataku setelah aku sudah di ruang depan.
"Iya,,,, ayah akan istirahat, Dinda ambilin kasur lantai yang di kamar ayah yah buat Pamuji istirahat, "sambil berjalan papah menuju kamarnya.
"Iya yah,,, "
__ADS_1