MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Vivi Cemburu


__ADS_3

Frengki menjalankan mobilnya menuju rumah makan yang sudah di rencanakan olehnya,karena tempat nya nyaman untuk mengobrol.sekutar 15 menit mobil sampai di parkiran rumah makan yang di tuju.


Keduanya turun dan langsung masuk,Frengki mengajak Vivi duduk di pojokan agar tidak terlalu banyak orang yang sliweran.


"Mau pesan Apa Vi,,?"tanya Frengki sambil keduanya lihat buku menu.


"Saya mau nasi goreng sefood aja,minumnya es teh manis,"Ftengki lalu mencatatnya,setelah itu memanggil pelayan.


Sambil menunggu makanan mereka mengobrol.


"Kamu ngga lanjut S2 Vi,,?"


"Saya sih pengin,tapi itu nanti dulu aja,soalnya habis wisuda saya mau kerja di Bandung,"


"Kerja apa di Bandung,?"


"Ya itu Bu Dinda kan buka klinik di bandung,saya yang akan membantu di sana nanti,"


"Wah jauh dong Bandung,"


"Ngga jauhlah,paling2 jam lebih,,"


Lalu makanan pun datang,keduanya mengobrol sambil makan juga.


Selesai makan,Frengki lalu menanyakan jawaban tentang perasaan Vivi untuknya.


"Freng kamu orang baik,dan sangat baik malah,kamu selalu ada untuk saya di saat saya kesusahan atau kesulitan,tapi maaf kalau untuk kita berhubungan lebih jauh Saya belum bisa,saya lebih nyaman kita berteman,"Frengki lalu diam dan terlihat sedih.


"Apa sudah ada orang lain di hatimu,?"Vivi dengan pelan mengangguk.


"Kalau boleh tau siapa dia,? apa laki laki yang selalu posesif padamu itu,"Vivi mengangguk lagi.


"Apa karena Aku tidak sekaya Dia,,"


"Saya ngga melihat laki laki dari seberapa dia Kaya,tapi karena Saya merasakan rasa nyaman saat bersamanya,"


"Apa Aku tidak bisa membuatmu nyaman,?"


"Kamu bisa membuatku nyaman,tapi nyaman sebagai teman,karena kalau di dekatnya hati saya selalu berdebar dan jantung saya seperti berdetak cepat,itulah yang membuat Saya memilih dia,"


"Sebenarnya Aku sangat kecewa Vi,karena Aku sudah menunggumu lama,dan juga Aku yang mengenalmu duluan,tapi kenapa justru dia yang kamu pilih,tapi Aku juga menghargai keputusanmu Vi,kalau memang kamu memilih dia Aku yang mundur,"sambil suaranya terlihat berbeda.


"Tapi kamu masih mau jadi teman saya kan freng,? dan ngga marah kan,?"


"Iya kita masih jadi teman,"jawabnya lirih.

__ADS_1


"Tapi Aku ngga bakalan nyerah Vi,selagi janur kuning belum melengkung,Aku akan berusaha mendapatkan hatimu,"kata hati Frengki berbicara.


"Feng sudah jam satu nih,kita balik yuk,"ajak Vivi.


"Iya Ayo,"keduanya keluar menuju mobil setelah Frengki selesai membayar makananya.


Di mobil keduanya saling diam,dan sampai di depan klinik mobil pun berhenti.


"Sekali lagi maaf ya freng,dan terimakasih buat makan siangnya,"


"Iya,,"jawab Frengki.


Vivi pun langsung turun dan masuk kedalam klinik menuju ruang kerjanya,saat masuk Vivi melihat Dinda di dalam.


"Ibu,,kapan datang,,?"


"Sudah cukup lama,saya datang pas kamu mau pergi sama Frengki,"Vivi sedikit kaget.


"Maaf Bu saya ngga lihat ibu datang,saya pergi dengan Frengki untuk makan siang,"


"Iya ngga papa kok,emang maktunya makan siang kan,"Vivi mengangguk.


"Sepertinya kalian makin akrab,apa kalian sudah jadian,,"


"Ngga kok Bu,kita hanya teman saja ngga lebih,"


Vivi lalu lanjut kerja dan Dinda pun sama,sampai jam 4 sore Dinda mengajak Vivi untuk pulang.


Di dalam mobil Vivi baru teringat hpnya yang dari Siang di mode senyap,dan saat di lihatnya,banyak sekali panggilan masuk dari Akbar.Vivi langsung membuang nafas kasar.


"Mati Aku,pasti dia marah ,gimana ini,"kata Vivi dalam hatinya.


Sampai di rumah Vivi dan Dinda turun dari mobil,saat akan berjalan ke rumahnya Vivi melihat Akbar yang sedang duduk di teras,dan matanya melihat ke arahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Hai sayang,,tumben duduk di depan gini,,?"tanya Dinda.


"Iya Mah,Abang lagi pengin aja,,"


"Ya udah yuk masuk,"Akbar mengangguk,sebelum masuk mata Akbar melirik ke Vivi sebentar.


Vivi bernafas sedikit lega,,Dan Vivi langsung masuk menuju kamarnya,di kamar Vivi lalu membuka hpnya,Vivi membaca pesan dari Akbar.


Vivi lalu mengirim jawaban,"Maaf,,saya tadi lupa bawa hpnya,yang penting Saya udah bicara sama Frengki kalau Saya ngga menerima cintanya,karena Saya sudah mencintai seseorang yang sangat baik dan Tampan,"Vivi lalu tersenyum saat sudah mengirim pesan.


Setelah itu Vivi mandi ,selesai mandi Vivi biasa tiduran.dan saat mau tiduran Hp Vivi bunyi pesan masuk,"Kak besok kita olah raga lagi yah di sadion ,"ternyata pesan dari Faiza.

__ADS_1


"Boleh,,besok kita pergi,"jawab Vivi karena bEsok hari libur.


Vivi lalu mengirim pesan pada Akbar kalau besok mau olahraga.


"Besok Saya mau olahraga bareng kembar ,"hanya itu yang Vivi tulis.dan pesan yang pertama juga belum di baca.


Esoknya Vivi bangun jam 5 pagi,karena mau bersiap untuk berangkat olah raga,setelah bersiap Vivi ke dapur untuk membuat minuman hangat dan juga bikin roti isi.


Vivi juga membuatkan buat si kembar dan juga su*su hangat.


"Kamu mau pergi olahraga Vi,?"


"Iya bi,kembar ngajakin,,"mba iis hanya mengangguk karena memang sudah sering mereka pergi olahraga bareng.


Vivi sudah mentiapkan roti isi dan minuman buat si kembar,saat kembar turun mereka langsung sarapan.


Akbar keluar dari kamar dan ternyata sudah siap untuk ikut pergi juga.


"Abang kan masih sakit,kok ikut,nanti di marahin Mamah loh Bang,,"


"Ya ngga lah,emang Abang anak kecil di marahin,Abang ngga lari,Abang nanti jalan santai aja,,"


"Tapi baiknya bilang sama Ibu dulu apa Bapa ,takutnya ngga boleh Den,,"


"Udah,,pasti boleh,"sambil makan roti dan minumanya Fatiya.


"Udah yuk berangkat,,"kata Akbar yang semangat.


"Mba,,nanti bilang sama Mamah saya ikut kembar olahraga yah,"pesan Akbar sama Mba.


"Iya Den,,"lalu ke empatnya menuju mobil,dan.pak supir sudah siap mengantar.


Sampai di setadion Kembar lari bersama sedang Vivi di suruh menemani Akbar dengan jalan kaki.


Akbar mengambil tangan Vivi untuk di gandengnya.Vivi tadinya ngga mau di gandeng takut kembar lihat,tapi Akbar memaksanya.


"Akbar,,,"Akbar pun menengok saat ada yang memanggilnya.ternyata Beni.


"Eh kamu Ben,sama siapa ke sini,"


"Sama adeku,katanya udah janjian sama adek adekmu,"


"Oh,,"Beni melihat tangan Akbar yang menggandeng Vivi.


"Ini siapa Bar,,?"sambil melihat Vivi.

__ADS_1


"Kamu udah bisa move on dari kakaku nih,wah hebat,kayanya kamu cinta mati sama kakaku,ternyata sekarang sudah punya gantinya,,"Vivi langsung menekan tangan Akbar dwngan kencang,tangan mereka masih bergandengan.dan lirikan.mata Vivi juga sangat tajam.


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2