
Setelah Aku dan Dian mengantar Anaku sampai depan kamarnya, Aku pun menuju kamarku begitu juga Dian. Tapi sebelum masuk kamar Aku bilang pada Dian supaya istirahat dan merapikan barangnya yang akan di bawa pulang.
Setelah itu Aku masuk kamar dan istirahat,jam pun berlalu, sekitar pukul 5 sore Aku terbangun, dan setelah itu Menuju kamar mandi untuk mandi.
Aku keluar kamar setelah rapi, dan menenteng tas kecil yang berisi bajuku. lalu Aku menuju kamar Kakek.
"Sore Kek,, gimana sudah siap kan untuk kita pulang nanti? "Sambil Aku duduk di samping kakek yang duduk di sofa dalam kamar.
"Sore juga Nak Doni,, siap dong nih Kakek sudah siap,, "jawab Kakek dan Aku pun tersenyum dan mengangguk.
"Di,, mana kopernya, udah di siap kan,? "tanyaku saat Dian keluar dari kamar mandi.
"Udah Mas,,, ini,,, "sambil mendorong koper ke padaku.
"Saya mau bawa ke mobil dulu yah, "sambil bangun dari duduk dan mengambil koper di depan Dian, Dian pun mengangguk.
Sampai di mobil Aku memasukan koper dan tas ku, Aku juga mengecek mesin mobilku ,setelah di lihat tidak ada masalah dengan mesinya, Aku pun menyudahi pengecekan, dan masuk ke dalam.
Aku menuju kamar anaku, setelah Aku mengetuk pintu kamarnya, suara Anaku pun terdengar dan menyuruhku untuk masuk.
"Ayah,,,, "katanya saat melihat Aku yang masuk dan mendekatinya, Lalu setelah dekat Anaku pun minta di peluk.
"Gimana udah lebih baik,,? "tanyaku sambil mengusap rambutnya.
"Udah,,, dan sudah ngga sakit lagi,, "sambil tersenyum anaku menjawab, Anaku kalau tersenyum ada kemiripan dengan ibunya ,karena setiap tersenyum ada lesung pipitnya yang hanya satu.cuman tak terlihat banget.
"Ayah mau pulang nanti habis mahrib, Dinda yang sehat sehat yah,nanti kalau Dinda lahiran Ayah datang lagi, "kataku.
__ADS_1
"Ayah juga harus tetap sehat dan jaga kesehatan, Dan Dinda juga ingin Ayah segera menikah lagi biar ada yang mengurus, "kata Anaku.Aku hanya tersenyum.
"Doakan aja ya,,, "sambil Aku melepas pelukanku.Anaku pun tersenyum.
"Gung jagain anaku yang bener, kalau main jangan kasar kasar, kasian anaku sampai kena kram gitu,, "saat Aku melihat menantuku yang baru keluar dari kamar mandi.
"Iya Ayah,,, soal jagain sih Aku dah sangat semaksimal mungkin, tapi kalau soal yang itu kadang Aku hilaf,, tapi Ayah tenang aja ngga bakalan kejadian untuk ke dua kalinya lagi kok,"sambil mengambil baju di lemari.
Selesai mengobrol Aku,Anaku dan menantuku keluar dari kamar, karena kita akan makan malam,Lalu Aku memanggil kakek, Dian dan Zara untuk makan malam bersama.
Setelah kumpul kita pun makan malam bersama.
"Kak Dian, Zara dan kakek nanti kalau Dinda lahiran main ke sini lagi ya, "kata Anaku.
"Iya boleh,, lihat nanti aja ya Din,, "
Selesai makan malam kita duduk sebentar di ruang tv sambil mengobrol, sekitar jam 7 malam kita pun bersiap akan pulang kampung.
Dian, Zara dan kakek berpamitan pada Anak dan menantuku,sedang Aku ada di belakang memperhatikan mereka,setelah Dian, Zara dan Kakek berpamitan ,sekarang giliranku untuk berpamitan.
"Ayah pulang yah,, kalau ada waktu main ke kampung,, "sambil ku peluk anaku.
"Iya Yah,,, kapan kapan Dinda dan Mas Agung pulang ke kampung, "lalu Aku bergantian berpamitan pada Pamuji.
Sedang Akbar masih diam saja, karena Cucuku sedang ngambek karena di tinggal Zara pulang. setelah Aku beri pengertian pada cucuku, cucuku pun ahirnya tidak ngambek lagi.
Selesai berpamitan Aku pun masuk mobil, dan begitu juga dengan Dian, kakek dan Zara.
__ADS_1
Jalanan sedikit macet,karena malam minggu. tapi setelah masuk tol jalan pun lancar. sekitar jam 9 malam, Zara dan Kakek tertidur di bangu tengah, sedang Dian seperti waktu berangkat menemaniku sambil mengobrol.
"Di,,, Saya mau minum,tolong bukakan tutup botolnya,, "sambil memperlambat laju mobilku. Dian pun membukakanya dan menyodorkanya padaku, karena ada sedotanya membuat Aku tak melepaskan tanganku dari kemudi. Dan Dian yang memegangi botolnya.
"Makasih,,, "kataku setelah selesai minum.
"Nanti mau berhenti di pom bensin ngga Di,,? "tanyaku.
"Terserah Mas aja, kalau Mas cape istirahat aja, "jawabnya.
"Takut yang lainya pada pengin pipis,,"
"Iya Mas,,, "
"Di,,, Saya boleh tanya ngga,,? "Dian pun mengangguk.
"Kemarin saat di mal Dian bilang pada teman Dian kalau Saya ini calon suami, itu hanya untuk membohonginya apa memang Dian sudah menerima Saya untuk menjadi calon suami,? "Aku berkata seperti itu sambil menengok ke belakang takut ada yang dengar, karena kalau Ada yang dengar pasti sangat malu. dan mengatakanya pun Aku sambil deg degan karena takut di tolak.
"Hemmm,,, Dian tidak membohonginya.i,,tu memang kemauan Di,,,an. Apa Mas ngga suka apa Mas ngga mau, Di,, an minta maaf kalau Ma,, s ngga suka, "Sambil menunduk dan tanganya saling meremas.Aku dalam hati langsung berteriak senang, dan bibirku langsung tersenyum.
Tangan Dian langsung ku ambil dan ku genggam, lalu ku cium punggung tanganya, Dian masih tetap menunduk.
"Saya berterima kasih Dian mau menerima pria tua ini untuk menjadi calon suami Dian, "Sambil bibirku tak berhenti tersenyum, dan Dian pun mengangguk sambil menatapku.
"Jadi setatus kita sekaran calon suami dan calon istri dong,, "kita pun tersenyum bersama.
Maaf kalau ada typo..
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan votnya. trimakasih..