MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Salad Buah


__ADS_3

Aku mengajak Dokter Budi ke ruanganku,untuk menjelaskan tentang penyakit Ibu, sesampainya di ruanganku, Aku menyuruh Dokter Budi untuk masuk.Rupanya Ayah dan Ibu baru selesai makan.


"Yah, Bu, Dokter Budi mau jelaskan tentang hasil rongsenan Ibu tadi, "kataku sambil Aku duduk dekat Ibu.


"Oh iya Dok,, silakan, "kata Ayah.


Lalu Dokter Budi pun menjelaskan sakit yang Ibu derita,ternyata Ibu mengalami pembengkakan di lambung.itu di akibatkan Ibu jarang memperhatikan pola makan.dan terlalu cape, sehingga fisik Ibu pun lemah dan lambung Ibu pun termasuk yang sudah parah, karena sakit yang di rasa Ibu sepertinya tidak di perhatikan selalu di abaykan. sehingga mengakibatkan lambung makin parah.


Setelah Dokter Budi menjelaskan sakit yang di derita Ibu, Dokter Budi pun memberikan resep obat untuk Ibu minum, Dokter Budi mengatakan kalau sampai sakitnya tidak sembuh dengan meminum obat yang di anjurkan Dokter Budi, Ibu pun harus segera di rawat takutnya akan makin parah.


Setelah Dokter Budi menjelaskan lalu Dia pun pamit.Aku pun mengucapkan terimakasih pada Dokter Budi sebelum dia pergi.


Ayah Dan Ibu juga sekalian akan pulang, tapi Ayah akan sekalian menjemput Akbar di sekolah, agar tidak bolak balik, Aku juga mengingatkan Ibu untuk istirahat dan minum obat.


Setelah Ayah dan Ibu pulang Aku dan suster Jeni langsung melakukan pemeriksaan pada pasien. hari ini lumayan lelah karena fikiranku terbagi anatara pasien yang lumayan banyak dan Ibu yang sakit.


Sampai jam 6 sore Aku masih ada pasien yang perlu di tangani.


"Misi Dok,,, ini Saya ada titipan untuk Dokter, "kata suster Jeni sambil menyudorkan sebuah kotak makanan.setelah selesai dengan pasien Aku lalu istirahat di ruanganku.


"Dari siapa sus,,? "tanyaku sambil Aku buka kotak itu. Dan ternyata isinya salad buah.


"Dari Dokter Budi, katanya biar menyegarkan tenggorokan dan fikiran Dokter Dinda, "Aku hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"Buat Suster aja nih, "kataku sambil mendorong kotak itu.


"Tapi Saya juga di kasih Dok, jadi itu buat Dokter aja, silakan di makan saya keluar dulu ya Dok, "suster Jenipun langsung keluar.


Aku melihat ke arah kotak itu, dari penampilanya sih sepertinya sangat segar dan enak, lalu Aku mencicipinya dan rasanya benar saja sangat segar. coba kalau tadi makanya pas siang pasti lebih enak ini, tapi dari pada mubazir Aku makan aja deh.


Setelah habis Aku merasa kenyang, saat Aku akan menuju kamar mandi, hpku berbunyi dan hanya tertera no saja.Takutnya penting Aku pun mengangkatnya.


📲....


"Sore Dok,,, gimana salad buahnya enak,,, "Aku langsung paham dengan siapa yang menelfonku.

__ADS_1


"Enak,, trimakasih ya Dok."jawabku.


"Ngga bohong kan Dok, salad buahnya Di makan kan, ngga di buang,"


"Ya,,di makan, habis kok,, "


"Sukur deh kalau Dokter suka, "


"Iya udah dulu ya Dok, Saya mau bersiap mau pulang dulu,"


Setelah Aku matikan sambungan telfon, Aku langsung mengambil tasku, dan langsung keluar.


"Sus,, Saya pulang dulu yah, "


"Iya Dok,, hati hati, "


Aku pun langsung menuju parkiran, setelah sampai parkiran Aku masuk mobil dan akan langsung menuju rumah Ayah dan Ibu untuk menjemput anaku.


Saat di dalam mobil, Aku baru ingat hari ini Suamiku tak menelfonku, dan Aku juga tak menelfonya, lalu Aku coba menelfonya tapi Suamiku tidak mengangkatnya. Mungkin sedang sibuk, fikirku.


"Malam semuanya,, sedang apa nih kaya nya seru amat sih, "kataku saat masuk ke kamar Ayah. Mereka bertiga sedang asik mengobrol.


"Mamah,,,,Tadi di sekolah Dede dapet bintang 5 loh, "sambil meminta untuk di gendong.


"Oh gitu, pinter yah anak Mamah, "sambil ku cium pipi Anaku. setelah ku gendong.


"Gimana Bu sekarang, masih sakit ngga perutnya,? "tanyaku sambil mendekat ke Ibu yang sedang tidur di kasur.


"Udah mendingan kok Sayang, "


"Sukur deh Bu,, kalau sudah mendingan,"


"Sumimu kapan pulang Din,? "tanya Ayah.


"Katanya sih sore ini,tapi di telfon tadi ngga nganggkat,"jawabku.

__ADS_1


"Yah,, Bu,,Dinda pulang yah, takutnya Mas Agung nanti pulang, "


"Ngga makan malam dulu di sini,? "


"Ngga deh Yah,, di rumah aja nanti, "


"Ya udah hati hati, "


"Dede,,salim dulu sama kakek ma nenek, kita mau pulang,"Kataku.


Lalu setelah berpamitan, kita pun langsung pulang.jalanan sedikit macet karena banyak orang yang masih pulang kerja.


Sekitar 40 menit ahirnya sampai rumah juga, Aku menyuruh Mba Siti untuk menemani Akbar di kamar karena Aku ingin mandi dan berendam di air hangat.


Aku mengisi bak dengan air hangat dan memberinya sabun ke dalam air. setelah bak terisi air hangat Aku langsung berendam dan sambil memejamkan mata.


Saat Aku memejamkan mataku, tiba tiba Aku merasakan keningku ada yang mencium. Aku langsung membuka mataku. Aku langsung tersenyum saat melihat Suamiku sudah ada di depanku. Aku langsung bangun dan memeluknya, tanpa memperdulikan Aku yang sedang tak memakai baju.


"Papah,,, kangennnnn,,, "sambil Aku memeluknya. Suamiku pun ikut memeluku.


"Papah Kok ngga kasih kabar sih hari ini,, "saat ku lepaskan pelukanku.


"Sengaja,, Mamah aja ngga nelfon Papah,, "sambil mencubit hidungku. Aku pun langsung cemberut.


"Mah baju papah basah nih,, "sambil melepaskan kancing bajunya.


Aku yang memang suka iseng, dengan sengaja keluar dari bak mandi, dengan badan yang masih polos, lalu membantu Suamiku membuka kancing bajunya dan juga celananya. Sekarang Suamiku hanya memakai boxser aja.


"Saa,,, yang,,, jangan begitu,"kata Suamiku, karena dengan isengnya Aku mengusap usap Adik kecil Suamiku.Saat sudah terlihat berdiri tegak, Aku langsung menghentikan usapan tanganku, dan Aku langsung menyalakan air sower untuk membilas tubuhku.


"Hemmm,,, ngerjain yah, Mamah harus tanggung jawab ini,,, "sambil memeluku dari belakang.Sedang Aku hanya tersenyum puas karena telah mengerjai suamiku.


**Lanjut besok ya kak, sekarang cukup segini dulu,,,,


Jangan lupa like, komen juga votenya ya kak, trimakasih**....

__ADS_1


__ADS_2