
Suamiku menciumku dengan sangat berna*su,Aku pun sampai kualahan untuk mengimbanginya,,
"Eeemmm,, "Nafasku sampai sesak, karena Suamiku tak memberiku jeda barang sedikit pun. ciuman kita pun terlepas.
Lalu Suamiku mengusap bibirku yang basah sambil tersenyum, "Maaf"Aku hanya mengangguk.
Setelah mengusap bibirku, Suamiku membuka bajuku,, hanya tersisa dalaman yang di bawah, karena pembungkus daging kenyalku juga di lepas oleh Suamiku. Suamiku langsung bermain di daging kenyalku, sambil ******* ***** dengan tanganya. sedang bibir kita kembali berciuman,,
"Eeeeemmm,,,,,"ciuman dan permainan tangan suamiku makin membuatku tambah bern*su."Aaahhh,,, Massss,,, "kataku setelah suamiku meremas daging kenyalku dan bibirnya menjilati di leher.
Tanganku pun tidak tinggal diam,tanganku mencari adik kecil suamiku, setelah ketemu Aku memainkanya dengan gerakan naik turun.
"Uuuhhh,,,, Dek terus,,, enaknyaa, "Aku makin semangat menggerakanya.
Tanganku terus bergerak sedang Suamiku sibuk dengan daging kenyalku.
"Dek,, udah, Mas udah ngga tahan, "sambil menahan tanganku.
"Mas lakukan sekarang ya Dek,, Mas. udah ngga tahan nih,,, "Sambil melepaskan celana dalamku.
Sebelum Adik kecilnya masuk ke inti kenikmatan, Suamiku membasahinya dulu dengan menjilatinya, lengkuhan keluar dari mulutku karena merasa geli tapi nikmat.
Setelah basah Suamiku meposisikan adek kecilnya dengan secara berlahan, setelah masuk suamiku menggerakan pinggulnya dengan gerakan sedang, tanganku ku kalungkan di leher suamiku. sambil sesekali kita berciuman.
Setelah beberapa menit melakukan gerakan naik turun, Suamiku sepertinya akan melakukan pelepasan, dan gerakanya makin cepat,, Aku sampai berteriak di setiap Suamiku menekan adik kecilnya.
Sampai ahirnya suamiku melakukan pelepasan,,,"Aaaaaahhhhh,,,,ooooohhh,,, Dek nikmatnyaaaa,,, "
"Sakit ngga Dek,, "tanya suami sambil menggulingkan badanya di sampingku.setelah cairan kentar masuk ke rahimku.
"Ngga kok Mas,,, "sambil menarik slimut untuk menutupi badanku.
Suami lalu turun dari kasur dan menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih ,sedang Aku yang merasa lelah langsung memejamkan mataku untuk tidur siang.
Aku terbangun karena merasa ada yang aneh dengan perutku, rasanya seperti di remas dalam perutku.
__ADS_1
"Masss,,, Masss,,, "teriaku. Tapi sepertinya suamiku ngga ada di kamar.
Aku mencari hpku, karena kalau keluar dari kamar itu tidak mukin, Aku belum memakai baju, dan masih polos. Lalu ku tekan no suamiku.
"Masss,,, perut Dinda sakit,, "Setelah sambungan telfon terhubung.
"Ya ampun,,, Mas akan ke kamar sekarang,, "dan telfonpun di matikan.
Lalu dengan pelan sambil menahan rasa sakit di perut Aku memakai baju yang ada di kasur, mungkin tadi suami yang meletakan bajuku di atas kasur.
Saat baju sudah di pakai, Suami masuk kamar sepertinya dengan buru buru.
"Mana yang sakit Dek,, "sambil memeriksa nadiku, lalu ke perutku.setelah duduk di sampingku.
"Perut Dinda sakit banget Mas,, seperti di remasss,,, "Sambil tanganku mencengkram lengan suami.
"Kita ke rumah sakit saja yah,, Mas ambil celana dulu buat Adek ,"Aku mengangguk, lalu suami lari ke lemari dan mengambil celana untuku pakai.
Setelah memakaikan celana, suamiku menggendongku keluar dari kamar.
"Mba siti,, Mba Iis,, Saya mau bawa Ibu ke rumah sakit, titip Akbar di rumah, dan tolong panggil supir untuk siapkan mobil,, "sambil menggendongku suami teriak memanggil mba, dan sampai di mobil Aku masih memegang perutku yang makin sakit.
"Tahan ya Dek,, sebentar lagi sampai rumah sakit, "
"Pak,,, cepat sedikit bawa mobilnya,, "suamiku sedikit berteriak.
.
.
.
Ayah Doni
Aku, Dian dan temanya yang bernama Yuda masuk ke cafe yang ada di dalam mall. Aku menarik kursi untuk Dian duduk, lalu Aku duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Mas mau pesan apa,,? "tanya Dian padaku. saat Dian melihat buku menu.
"Mau kopi aja,, "
"Mas belum makan siang loh,, nanti sakit lagi. Jangan kopi yah makan dulu aja,, "ahirnya Aku pun mengangguk.
Dian dan temanya pun memesan makanan ke pelayan, sedang pesanan makanku Dian lah yang pilih juga pesankan.
"Di,, Saya mau ke toilet dulu yah,, "kataku sambil bangun dari kursi.Dian pun menjawab iya.
Dian dan Yuda
"Dian,, kamu ngga salah pilih calon suami, yang sepertinya beda jauh umurmu denganya,? "Yuda bertanya pada Dian.
"Umur bagi ku ngga penting, asal dia baik dan menerima kekuranganku juga keluargaku itu sudah membuatku bahagia, dari pada muda ganteng tapi tidak menerima Aku dan kekuranganku buat apa,,! "
"Maafkan kesalahanku yang dulu ya Di, pasti kamu kecewa padaku, "
"Sudah jangan bahas yang dulu, itu hanya masa lalu , lagian orang tuamu benar kan menginginkan calon menantunya yang masih perawan bukan yang sudah punya anak ,, "Yuda pun mengangguk.
Selesai dari toilet Aku kembali duduk di dekat Dian. dan tak begitu lama pesanan kita pun datang.kita bertiga pun makan bersama, ada sedikit ke anehan saat Aku melihat teman Dian itu, dia sering melihat ke arah Dian secara diam.
"Jadi mau belanja ngga Di,, karena ini udah siang dan kita harus segera pulang,, "kataku selesai makan.
"Iya ya Mas udah siang aja,, kita pulang aja deh Mas kalau gitu,, "
"Kenapa ngga jadi belanja Di,?Mas kalau ngajak calon istri ke mall tuh jangan gitu,kalau niatan datang ke sini mau belanja ya belanja aja,masa karena sudah siang ngga jadi belanja sih,,, ngga modal amat, "Aku yang mendengar perkataan teman Dian yang seperti menghinaku merasa kesal, Tanganku sudah terkepal ingin rasanya memukulnya. Tapi Dian menggenggam tanganku sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Yud,, Aku ke mall ini cuman mampir dan niatnya hanya main sebentar,dan tidak niatan belanja,Mas Doni aja yang menyuruhku untuk belanja tapi di pikir pikir karena nanti sore Aku dan Mas Doni akan pulang ke kampung jadi mendingan Aku ngga usah belanja, karena Mas Doni harus istirahat dan tidur agar nanti saat perjalanan tidak mengantuk, "Teman Dian pun mengangguk sambil bilang oh.
"Oh gitu, ya udah Aku minta no telfon kamu dulu ,"sambil mengeluarkan hpnya dari kantong celana. Tapi sebelum Dian memberikan no telfonya pada temanya itu, Aku langsung menarik tanganya agar cepat keluar.
"Saya ngga izinkan calon Istri Saya memberikan no telfonya pada Anda, selamat siang,,,"Dian hanya diam dan melihat ke arahku. kita pun meninggalkan teman Dian yang diam mematung setelah Dian Aku gandeng keluar dari cafe.
Maaf kalau ada typo,,
__ADS_1
Semoga ngga bosen dengan ceritaku..
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...