
Saat pulang sekolah Zara yang kepikiran tentang ke adaan Rizki memutuskan akan mampir dulu ke kantor Papahnya sebelum pulang ke rumah.
"Buru buru banget sih jalanya,mau kemana,,?"tiba tiba Bumi sudah ada di belakang Zara,Zara yang kaget langsung menengok.
"Iih,,bikin kaget aja sih Kak,,"sambil lanjut jalan,sedang Bumi terus saja mengikutinya.
"Za,,kamu belum jawab pertanyaanku loh,,"
"Zara mau ke kantor Papah,"
"Oh,,gitu,"Zara pun mengangguk sambil tetap jalan.
"Besok malam minggu jalan yuk,,mau ngga,?"
"Jalan ke mana,,?"
"Kita makan atau kita nonton,gimana,,?"
"Zara ngga janji ya Kak,besok gampang deh Zara kabarin,,"
"Ya udah,,Aku tunggu kabar dari kamu,,"sambil membukakan pintu mobil untuk Zara,karena mereka sudah berada di parkiran .
"Iya,,Zara pergi dulu ya Kak,,"Bumi mengangguk lalu Zara masuk ke dalam mobil.
Pak supir pun langsung menjalankan mobilnya.
"Pak,,Zara mau ke kantor Papah dulu ya,,"
"Baik Non,,"jawan pak supir.
Sekitar 30 menit mobil pun sampai di parkiran kantor Hendra.Dan Zara langsung ke atas menuju ruangan Hendra.
"Siang Mba Eva,,"kata Zara pada sekertaris Hendra.
__ADS_1
"Siang juga Zara,mau ketemu Papah yah,?"
"Iya Mba,,ada kan Papahnya,,?"
"Ada kok,,di dalem juga ada Bunda Dea,,"
"Oh Bunda lagi ada di sini,,ya udah ya Mba Zara masuk dulu,,"
"Iya silakan,,"Lalu Zara mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan Hendra.
"Siang Pah,,siang Bun,,"kata Zara yang sudah ada di dalam ruangan Hendra.
"Heii,,Za tumben ke kantor Papah,,ada apa hem,,"tanya Hendra.
Sedang Dea yang sedang duduk di panguan Hendra pun langsung turun.
"Zara ganggu yah Pah,Bun,,"
"Ngga kok sayang,,,"jawab Dea sambil ikut duduk di bangku depan meja Hendra bersama Zara.
"Oh gitu,,boleh.Papah telfonin yah suruh ke sini Rizkinya,,"
"Ngga usah Pah,,biar Zara aja yang ke ruanganya,kalau di sini ada Papah sama Bunda,Zara takut ganggu,"
"Ya udah sanah kalau Zara mau ke ruanganya Rizki,"Zara langsung berdiri dari duduknya dan bilang terimakasih sebelum pergi.
Zara pun keluar dari ruangan Hendra dan menuju ruangan Rizki.
Zara tanpa mengetuk pintu ruangan Rizki langsung aja masuk ke dalam, Rizki yang kaget Zara tiba tiba masuk hanya diam mematung.
"Bang,,kenapa di copot,,berdarah lagi yah,,?"tanya Zara yang langsung mendekati Rizki di bangukunya,sedang Rizki yang kaget dengan kedatangan Zara hanya menatapnya saja tanpa menjawab pertanyan Zara.
"Kok di lepas sih Bang perbanya,nanti takutnya kena debu,takut jadi infeksi Bang,,"Sambil Zara mengiketnya lagi itu perban.sebenarnya tadi Rizki itu mau memberi salep pada lukanya ,tapi Zara rupanya salah sangka.
__ADS_1
"Kamu ngapain ke sini,nanti kalau ketahuan Papahmu Saya ngga enak,,"Rizki sedikit formal pake kata Saya.
"Zara udah izin kok mau ke sini sama Papah,,"
"Kok bisa,,kok di izinin,,"dan perban pun sudah tertutup rapi lagi setelah Zara mengiketnya kembali.
"Di izinin,orang Zara bilangnya ada tugas dari sekolah,dan suruh wawancara pekerjaan Abang,,"
"Berarti kamu bohong sama Papahmu,,"Zara hanya mengangguk.
"Kalau ketahuan gimana,,?pasti kamu kena marah loh,,"
"Ya jangan sampai ketahuan lah Bang,,orang Zara berani bohong juga karena ingin melihat keadaan Abang,,,"
"Oh gitu,,tenang aja Saya ngga papa kok,,ini Saya tadinya mau ngasih salep ke lukanya biar cepat sembuh,eh malah di tutup lagi,gimana Saya mau olesinya,,"Sambil melihat ke Zara,Zara yang tadi merasa mengiketnya langsung kaget.
"Maaf Zara ngga tau kalau tadi mau di kasih salep,,"sambil Zara mendekati Rizki lagi dan akan membukanya,sedang Rizki tersenyum melihat wajah Zara yang menurutnya lucu.
"Ngga usah minta maaf ,kamu kan emang ngga tau,,,"sambil bangun dan menuju sofa sambil membawa kantong obat.
Lalu Zara mengikuti Rizki ke sofa,dan.membantunya untuk membuka kembali perbanya,setelah terbuka Zara mulai mengolesi luka Rizki dengan salep.
Rizki tersenyum melihat Zara yang dengan telatenya memberikan salep pada lukanya.
Sedang di ruangan Hendra,Dea yang ingin melihat Zara belajar ,meminta izin ke ruangan Rizki.
"Mas,,Dea keruangan Rizki bentar yah,pengin lihat Zara belajar,,"
"Ngga usah lah,,ngapain juga sih lihatin orang yang lagi belajar,,"
"Dea cuman pengin lihat aja,,"
"Ngga usah,,tetap duduk di sini aja,,Mas mual kalau jauh dari kamu Yang,,"Dea yang masih tetap berada di pangkuan Hendra.Karena nyidamnya Hendra benar benar parah dan ngeselin.
__ADS_1
Jadi Dea tidak boleh jauh dari Hendra,karena kalau Dea jauh,Hendra langsung merasa mual,jadi Dea harus ada di dekatnya terus,dan Hendra sesekali menciumi badan Dea agar tidak mual.
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih..