MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ibu Pergi Untuk Selamanya


__ADS_3

Setelah Ayah kembali dari minimarket, Aku pun berpamitan untuk pulang, dan Suamiku juga akan ikut pulang.


"Yah, Dinda pulang dulu yah, besok Dinda kesini lagi bawakan Ayah baju sama sarapan, "kataku ,karena kalau siang sama sore Ayah makanya bisa di kantin rumah sakit.


"Iya,, Pamuji ikut pulang,? "


"Iya Yah, Mas Agung ikut pulang, Ayah tenang aja di sini kan banyak dokter yang jaga,dan nanti kalau ada apa apa Ayah bisa telfon Mas Agung kok, "


"Iya udah,, sanah Dinda pulang keburu sore kasian Akbar, "kata Ayah.


Aku pun mencium tangan Ayah, dan Aku cium kening Ibu dan mencium tangan Ibu juga. setelah itu Aku keluar dari ruangan Ibu.


"Mas,, ayo kita pulang, "kataku saat sudah di ruangan Suamiku.


"Iya,, udah bilang Ayah kan kalau Mas ikut pulang,? "


"Iya, Dinda dah bilang kalau Mas akan pulang, Dinda juga bilang kalau ada apa apa langsung telfon Mas aja nanti, "Suamikupun langsung merapikan mejanya dan setelah rapi langsung mengajaku pulang.


Aku dan Suamiku langsung menuju parkiran, seperti biasa tangan Suamiku tak melepaskan tanganku, selalu di gandengnya Aku sebagai wanita dan Istri sangat suka perlakuan Suamiku pada ku.


Sampai parkiran kita masuk mobil, dan pak supir pun menjalankan mobil menuju rumah.


Sampai di rumah Akbar yang mendengar mobil masuk ke dalam garasi langsung berlari, dan Mba Siti pun ikut berlari mengejarnya karena Akbar lari sangat cepat, mungkin Mba Siti takut Akbar jatoh makanya mengejarnya.


Yang langsung di panggil adalah Papahnya, karena sudah dua hari ini Papahnya ngga pulang.


"Papah,,,, Dede kangen, Papah kok ngga pulang sih,,,? "kata Akbar yang ada di gendongan Suamiku.

__ADS_1


"Maaf,, Papah kan harus obatin Nenek sayang, kasihan Nenek kalau di tinggal,, "


"Oh gitu, sekarang Nenek sama siapa, Nenek dah sembuh belum,? "


"Nenek sama Kakae, Nenek udah membaik, Dede doain yah biar Nenek cepat sembuh biar cepat pulang dan kumpul lagi sama kita,, "kata Suamiku sambil mendudukan Akbar di kasur, sekarang kita sudah masuk kamar.


"Pah,,, Mamah mandi dulu yah,, "kataku, karena kalau Ada Akbar panggilan kita harus ngikut Akbar.


"Iya Mah,,, "Aku pun langsung masuk kamar mandi sedang Akbar dan Suamiku becanda di kasur, mereka berdua memang sangat dekat.


Selesai Aku mandi sekarang Suamiku yang gantian mandi, Aku dan Suamiku memang menjaga sekali yang namanya kebersihan, Suamiku kalau pulang dari rumah sakit di dalam mobil pasti tangan di bersihkanya dan baju suamiku punya semprotan kusus untuk membunuh kuman, (hebat yah di dunia novel mah hehee)


Sekarang waktunya makan malam, dan kita bertiga pun makan dengan tenang,


"Mah,,, nanati Dede temenin tidur yah, Dede pengin tidur sama Mamah, "setelah selesai makan.


"Semalem Dede ngimpi, Nenek dateng dan bilang kalau Dede ngga boleh rewel harus nurut sama orang tua, dan Nenek mukanya pucat, jadi Dede takut Pah,,, "


"Iya nanti Mamah temani, tapi kalau udah tidur Mamah tinggal yah, Dede ngga usah takut gitu dong, Dede kan cowo lagian itu kan hanya mimpi, jadi tidak terjadi beneran, "


"Iya Mah,, Dede berani kok, Dede kan anak pintar,, "


"Wah hebat yah anak Papah,, ya udah sanah Dede tidur sama Mamah, ini udah malam besok sekolah kan,, "


Aku dan Akbar masuk kamar, dan kita langsung naik ke kasur, Aku memeluknya sambil mengusapi punggungnya, Aku jadi kepikiran mimpi Akbar, semoga ini bukan betanda yang buruk ya Tuhan, Aminn...


Setelah Akbar tidur, Aku bangun dan menyelimuti Akbar dengan benar, setelah Itu Aku keluar dari kamar Akbar, Aku menuju kamarku.

__ADS_1


"Akbar sudah tidur Dek,? "tanya Suamiku saat Aku masuk kamar.


"Sudah Mas,,, "kataku sambil mengambil baju tidur. Aku mengganti baju tidur di kamar mandi sambil Aku mencuci wajahku. selesai dengan Itu Aku melakukan kegiatan rutinitasku merawat tubuhku dengan crem malam. setelah selesai Aku naik kasur dan bersiap akan tidur, karena hari ini sangat melelahkan.


Aku dan Suamiku tidur saling berpelukan, Saat tengah malam, pukul 11,30 hp Suamiku bunyi dengan kencangnya tanda panggilan masuk, Aku pun membangunkan Suamiku.


"Mas hpmu bunyi, angkat dulu takut ada yang penting, "kataku sambil mengusap tangan Suamiku.


Suamiku bangun dan mengambil hpnya,Suamiku langsung turun dari kasur dan menyalakan lampu, dan mengatakan akan segera kerumah sakit.


"Ada apa Mas, ?"tanyaku saat telfon sudah mati.


"Suster Ani menelfon, Ibu kritis Mas harus kesana, "sambil mengambil baju.


"Dinda ikut, "Aku juga mengganti bajuku.


Setelah kita berdua siap, Aku menuju kamarmba Siti, sedang Suamiku menuju mobil, Aku membangunkan Mba Siti untuk bilang Aku dan Suamiku akan ke rumah sakit, setelah itu Suamiku tidak menyuruh supir karena supir selalu pulang kalau sore, jadi Suamiku yang menyetir sendiri.


Karena tengah malam jalananpun tidak macet, hanya 20 menit kita sampai di rumah sakit, Aku dan Suamiku berjalan sedikit cepat. Sampainya di ruangan Ibu,Ayah sedang menangis di luar ruangan Aku langsung memeluknya, sedang Suamiku langsung masuk, Aku melihat dari kaca bagai mana Suamiku berusaha untuk memompa jantung dengan alatnya, Suamiku seperti sangat frustasi sampai keringat pun keluar di keningnya, dan sampai ahirnya bunyi alat detak jantung bunyi dengan nyaringnya, tanda Ibu telah tiada.


Ayah menangis makin sesegukan, Aku hanya bisa memeluknya dengan air mata yang tak bisa berhenti.


Suamiku juga Suster melepaskan semua alat yang menempel di badan Ibu, Suamiku keluar dan menggelengkan kepalanya tanda Ibu tak selamat. Ayah langsung masuk keruanganya dan memeluk Ibu juga menciuminya, sambil terus menangis, Aku juga ikut masuk melihat Ibu yang dengan seperti tersenyum telah pergi meninggalkan kita semuanya, Suamiku memeluku, Aku tau suamiku sudah berusaha sekuat dan semapunya dia tapi Tuhan memang lebih sayang pada Ibuku.


**Aku yang nulis ikut nangis, Aku udah merasakan seperti dinda, Ibu meninggal dengan sakit parah dan masih usia 50 tahun, itu masih sangat muda, tapi aku iklas karena Alloh lebih sayang sama ibuku, biar ibu tidak merasakan sakit lagi, maaf jadi curhat...


ada ngga yang seperti aku yah, kehilangan Ibu yang masih muda dan karena sakit?

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak, trimakasih**..


__ADS_2