
Hari ini Aku libur, dan rencananya Aku ingin kerumah Ayah dan Ibu, karena semalam Ayah menelfon kalau Ibu muntah muntah terus, dan tidak mau makan
"Pah,, bangun.Dinda mau ke rumah ayah katanya Ibu sedang sakit, "Sambil ku goyangkan tangan Suamiku.
"Iya Mas bangun, "Sambil memeluk perutku yang sedang berdiri.
"Ibu kambuh lagi apa Dek,,, Ibu harusnya jaga pola makan, dan jangan terlalu cape Dek, "
"Dinda juga udah bilang Mas,, tapi Ibu orangnya ngga mau diam,jadi maunya kerja aja tapi pola makan ngga di jaga Mas,, "sambil ku usap rambut Suamiku.
"Adek harus bisa ngebilangin Ibu, takutnya makin parah Dek,, "
"Iya Dinda nanti coba. Mas mau ikut apa mau ke rumah sakit hari ini,? "
"Mas mau ke rumah sakit sebentar, nanti Adek Mas antar dan kalau urusan Mas sudah selesai Mas langsung ke rumah Ayah nyusul Adek, "
"Ya udah ayo bangun, ini udah siang, "suamiku pun mengangguk.
Lalu Suamiku bangun dan menuju kamar mandi,untuk mandi. Aku ke kamar Anaku untuk melihat sudah siap belum, karena tadi Aku menyuruh Mba Siti untuk memandikan.
Saat Aku masuk kamar anaku, ternyata masih mandi, Aku lalu ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Saat sedang menata piring hpku berbunyi tanda panggilan.
📲....
"Hallo,,, "
"Hallo Dok, hari ini ngga masuk yah, "
"Iya hari ini Saya libur, kenapa,,? "
"Yah,,, Saya udah bawakan sarapan ini, "jawabnya sedikit kecewa.
"Oh,, ya makan aja sama Dokter, bereskan, "jawabku .Udah seminggu ini Dokter Budi selalu membawakanku sarapan kadang juga makan siang, Aku sering menolaknya tapi selalu saja Dokter Budi banyak akal agar Aku mau menerimanya.
"Saya bawa 2 porsi ini Dok, satu untuk Dokter satu untuk Saya, "jawabnya.
"Ya makan aja semuanya biar Dokter kenyang, apa kasih ke orang lain, beres kan,, "
__ADS_1
"Iyaa,, nanti Saya kasih ke orang lain saja. Hari ini libur mau kemana,? "
"Ada deh ,Dokter ngga perlu tauu,, ya udah dulu ya Dok Saya mau sarapan, "kataku dan langsung Aku matikan.
Aku sebenarnya aga risih terhadap Dokter Budi, mungkin kalau perempuan lain akan baper kalau selalu di perhatikan seperti ini. tapi kalau Aku justru merasa risih karena Aku wanita sudah bersuami. kenapa Aku belum membublikasikan pernikahanku, karena Aku ingin menjadi Dokter dengan kemampuanku sendiri bukan embel embel dari nama Suamiku. Dan Suamiku pun mendukung keputusanku.
"Mahhhh,,,,, baju Papah mana nih,? "teriak Suamiku dari dalam kamar. Aku langsung menuju kamar.
"Maaf Pah, Mamah lupa. Tunggu bentar Mamah ambilkan, "kataku. Lalu Aku mengambil kemeja serta celana bahan untuk Suamiku pakai.
"Mah sekalian pakaikan yah, "sambil mendekat padaku. Aku pun menggangguk.
Aku memakaikan baju dulu lalu Aku kancingin bajunya, setelah selesai Aku tarik handuk yang melingkar di pinggang Suamiku. saat handuk terlepas, adik kecil Suamiku sudah berdiri dengan tegaknya.
Aku lalu tersenyum karena punya rencana iseng. Ku usap dan ku cium sekilas itu adik kecil Suamiku, sedang Suamiku hanya geleng geleng kepala. Aku tak berhenti di situ, Aku pegang dan ku gerakan tanganku naik turun,, hahaaa,,,,, Suamiku langsung memegang tanganku untuk menghentikanya.
"Adekkkk,,,, plisss jangan siksa Mas kaya gitu, "lalu Aku pun melepaskan genggaman tanganku di adik kecil Suamiku.
Lalu Aku memakaikan ****** ***** Suamiku. Dengan membungkukan badanku, otomatis wajahku mendekat ke adik kecilnya, dengan gerakan cepat Aku menggigitnya. Suamiku yang kaget langsung berteriak.
"Adekk,, Sakitttttt,,, "teriak Suamiku.
"Adek perlu di hukum ini,,, karena ngerjain Mas,,, "Aku pun langsung diam karena takut dengan ancaman suamiku.
"Maaf ya Mas,,, ngga lagi lagi deh,,, "kataku sambil Aku memelas, sedang Suamiku menggelengkan kepalanya.
"Ngga ada Maaf, Adek udah mbangunin macan yang sedang tidur,,, "Aku hanya menelan ludah karena takut akan hukuman yang akan Suamiku berikan.
Lalu Suamiku mengarahkan adik kecilnya ke mulutku, Aku hanya menggeleng gelengkan kepala tanda tidak mau, tapi suamiku menatapku dengan sangat seram.
Ahirnya Aku membuka mulutku agar cepat selesai dengan hukuman yang suamiku berikan.
"Jangan di gigit, kalau Adek gigit akan Mas tambah hukumanya, Ayo buka mulutnya dari tadi Adek selalu menjahili adik kecil Mas dengan mulut kan, sekarang waktunya Adek minta maaf pada adek kecil Mas dengan memanjakanya, "sambil Suamiku menggerakan badanya naik turun. karena melihat posisi kita yang kurang nyaman, lalu Suamiku menyuruhku untuk bangun.Lalu suamiku duduk dan bersandar pada sandaran kasur. Aku yang sekarang merangkak sambil memanjakan Adik kecil suamiku.
Mulutku rasanya sudah cape tapi Suamiku belum juga menunjukan tanda tanda akan pelepasan. sampai ahirnya Suamiku sudah mengeluarkan suara suara tanda akan melakukan tembakan, Aku langsung akan melepas dari mulutku, tapi Suamiku menahan kepalaku dengan menggunakan tanganya. Sampai ahirnya Suamiku menembakan laharnya di dalam mulutku, Aku yang tidak pernah melakukan seperti ini langsung merasa mual, Aku langsung lari ke kamar mandi sambil muntah muntah, rasanya menggelikan.
"Maaf Dek,, Mas kelepasan, rasanya sangat nikmat, "kata Suamiku saat masuk kamar mandi yang melihatku sedang muntah karena merasa geli.
__ADS_1
"Mas tuh kelewatan deh,, "kataku sambil ke luar dari kamar mandi dengan perasaan kesel.
Aku langsung keluar menuju dapur untuk minum, dan saat Aku sudah minum Anaku datang dengan Mba Siti, yang sudah rapi.
"Mamah,,, Dede mau makan, "sambil duduk di kursi meja makan.
"Iya Sayang Mamah ambilkan yah,,, "kataku.
"Sayang nanti mamah antar ke sekolah yah, mamah nanti mau ke rumah kakek soalnya, "
"Yeee,,, di anterin Mamah, nanti Dede ke rumah kake juga kan Mah,, "
"Iya,,, nanti Dede ke rumah Kakek,, "jawabku. sedang Anaku tersenyum senang.
"Mah,,,Papah Ambilin sarapan dong,"Aku tak menjawabnya, tapi Aku mengambilkan sarapan untuk Suamiku.
"Pah,, Mamah mau antar Dede sekolah dong,,, "sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Papah juga mau anterin Dede kok bareng Mamah,, "
"Beneran,,, yeee... berarti Dede di anterin Papah sama Mamah,, "Anaku sangat senang rupanya kalau di antar sekolah oleh kita berdua.
"Dede makanya yang cepat ngga boleh buat mainan, ini udah siang loh,, "kataku,lalu Anaku pun makan dengan tenang.
Selesai sarapan kita bertiga langsung masuk mobil Suamiku,dan langsung berangkat ke sekolah anaku. Sampai sekolah Aku melarang Suamiku untuk ikut turun,karena Aku tidak mau Suamiku jadi pusat perhatian ibu ibu lebay.
"Papah ngga usah turun.Papah tunggu di mobil aja, "kataku sedikit jutek.
"Loh,, kenapa emangnya Mah, "
"Ngga usah pokoknya, titikkk... "
"Tapi Dede pengin Papah juga turun Mah,,, "
"Papah di mobil aja yah Sayang, karena kemaren ada orang gila yang suka ambil Papah anak anak yang sekolah di sini, jadi biarin Papah di mobil aja yah,, "kataku.Anaku pun ahirnya percaya dan kita masuk ke sekolah.
**Trimakasih buat kaka kaka yang menyukai ceritaku. karena kaka kaka semua yang selalu bikin aku semangat menulis.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak, terimakasih**..