
Hari berlalu,, 2 hari lagi Aku akan menikah lagi dengan seorang wanita, dia adalah wanita yang cukup baik dan penyayang, dia mau nenerimaku apa adanya, dengan umurku yang sudah cukup tua dan hanya seorang PNS guru di sekolah Negri di kota tempatku tinggal.
Persiapan pernikahan pun sudah siap 100 persen, dari gedung dan yang lainya sudah siap semua, dan Anak, menantu,cucu juga Adeku hari ini akan datang, Aku membersihkan rumahku juga rumah adiku, biar saat nanti mereka datang rumah sudah bersih dan rapi.
Adiku sudah 3 minggu tinggal bersama anaku di kota, adeku ingin menenangkan diri, karena masalah rumah tangganya, surat cerai pun sudah ada di tanganku, 2 hari yang lalu Aku selaku kakanya mengambilkanya di pengadilan agama. dan sekarang adeku sudah bersetatus janda.
Semoga untuk adeku nanti bisa mendapat jodoh yang baik dan mau menerima kekuranganya. sedih iya pasti,, Aku sebagai kakanya melihat rumah tangga adeknya berantakan dan berahir percerayan pasti sedih, tapi semoga ada hikmah di balik ini semua.
Saat Aku memikirkan nasib adeku, hpku berbunyi tanda panggilan dan ternyata calon istriku yang menelfon, karena sudah 3 hari ini kita tidak bertemu, kita melakukan pingitan di larang bertemu selama beberapa hari, rasanya Aku sudah sangat rindu sekali.
"Hallo Yang,,,"kataku.
"Hallo Mas,, sudah beres belum bersih bersihnya,,? "
"Udah dong,Mas tinggal cuci baju, dan dua rumah sudah Mas sapu dan pel,, "
"Masa sih coba lihat,, video call dong Mas,, "
"Jangan,, "
"Kenapa,, Mas bohong yah,,,? "
"Kita itu lagi di pingit,, ngga boleh ketemu dan kalau kita video call nanti kita bisa lihat lihatan dan nanti Mas jadi pengin ke temu kamu gimana,, "terdengar Dian tertawa.
"Emang Mas udah kangen banget gitu sama Dian,, "
"Sudah pake banget,, "
"Masa sih,, bohong kali,,, "
"Seriusan,, awas aja kamu Yang kalau kita ketemu dan udah sah jadi istri Mas, Mas akan makan kamu,, "lagi lagi Dian tertawa.
__ADS_1
"Emang Dian makanan.?Dea ikut pulang kan sama Dinda Mas,,? "
"Iya,, Dea ikut pulang,, "
"Ya udah ya Mas,, selamat bekerja aja,, "
Setelah telfon mati, Aku lanjut untuk mencuci baju dan mandi, karena setelah selesai mandi Aku akan ke supermaket untuk belanja, Aku akan memasak untuk menybut kedatangan keluargaku tercinta.
Pulang dari supermaket Aku memasak banyak makanan, ada ayam goreng, ikan bakar, sambal, lalab dan udang serta cumi goreng tepung, 3 jam Aku memasak ahirnya selesai, saat ini sudah menujukan pukul 3 sore, saat tadi Aku menelfon mereka katanya bentar lagi sampai, Aku pun bersiap untuk menyambutnya.
Ahirnya mobil yang Aku tunggu pun datang, Aku membuka pintu rumahku dan menhambut mereka. Senyum mengembang di bibirku saat mereka turun dari mobil satu persatu.
"Kakekkk,,, "Cucuku lari menghampiriku, Aku langsung memeluknya.
"Cucu kakek ,,,"sambil ku gendong.
"Perutnya sakit ngga sayang,,? "tanya ku pada Dinda.
"Yaudah sanah masuk kamar istirahat. Ji,, bawa Dinda ke kamar aja biar Aku yang bawain barang masuk,, "kataku pada Menantuku.
"Iya,,, Yah,, "Pamuji pun merangkul pundak Dinda masuk ke dalam, sedang Akbar katanya ingin ikut membatu membawa barang barang masuk.
"Betah Dek di rumah Dinda,,? "tanyaku pada adiku saat kita sedang menurunkan koper dari mobil.
"Betah Kak,, Adek mau cari kerja aja di kota ya Kak,, "
"Terserah Adek aja,, yang penting adek senang dan bahagia,, "Adeku pun tersenyum.
Setelah barang masuk ke dalam rumah semuanya, adeku pulang ke rumahnya, tapi Aku menyuruhnya untuk makan malam bersama nanti, adekupun mengiyakan.
Hari pun sudah malam dan kita sudah berkumpul untuk makan malam bersama.
__ADS_1
kita makan sambil mengobrol dengan suasana yang bahagia. keluargaku berkumpul dan esok lusa akan tambah satu lagi anggota keluarga.
"Ayah nanti akan tinggal dimana sama Kak Dian setelah menikah nanti,,? "tanya Dinda saat kita di ruang tv.tapi tanpa Dea, karena Adiku pulang ke rumahnya.
"Ayah dan Dian belum tau akan tinggal di mana, yang pastinya sih mungkin Ayah akan tinggal di rumah Dian, karena ada kakek dan Zara yang ngga mungkin di tinggal kan,,"
"Sudah Malam Dek,, tidur gih Akbar juga kelihatanya sudah mengantuk,, "kata menantuku pada Dinda.
"Iya Mas,, Akbar ayo kita tidur Sayang,, Mas ngga ikut tidur,,? "setelah bangun dari duduknya.kata Dinda.
"Adek tidur aja dulu yah sama Akbar,, Mas masih pengin ngobrol sama Ayah,, "Dinda pun mengerti lalu berjalan ke kamar bersama Akbar.
"Gimana Yah persiapanya apa suadah siap,,? "
"Sudah dong,, berkat bantuan darimu semuanya beres,,, "Pamuji hanya tersenyum.
"Nih,, Aku bawakan sesuatu,, "sambil melempar padaku plastik yang beisi obat.
"Apa nih,,, "sambil Aku lihat obatnya,,
"Buat tambah setamina, kan mau dapat prawan nih pasti akan susah dan akan menguras tenaga, jadi Aku kasih obat kuat,, hahaa,,, "kata Pamuji sambil tertawa.
"Brengsek kamu Ji,, kamu pikir Aku sudah loyo apa,, wah kamu meragukan kemampuan dan tenagaku yah,,, !"sambilku melempar bantal pada Pamuji.
"Nih Aku balikan,, Aku ngga butuh trimakasih,,"
"Simpan saja lah Yah,, siapa tau nanti berguna, kan udah lama puasa takutnya pengin tempur terus, tapi ngga ada tenaga itu kan bisa di gunakan,, "sambil melemparnya lagi adaku, tapi Aku pun melemparnya lagi pada Pamuji, kita jadi seperti anak kecil yang saling lempar mainan.
Lalu dengan bersamaan kita berdua tertawa bersama dengan kelucuan yang mereka lakukan,,
Trimakasih dengan pendapat pendaat tentang masalah Dea,, pemikiranku semuanya tertebak oleh Kaka kaka semuanya, tapi Aku tetap akan menceritakan kisahnya Dea, kaka tinggal tunggu alur ceritanya aja yah...
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan fotenya ya kak, trimakasih...