MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bertemu Seli


__ADS_3

**Buat kaka kaka semua terimakasih atas like, komen dan votenya yah.


Aku juga ngga bosen bosen meminta ke kaka kaka semua untuk jangan lupa like, komen juga votenya yah. trimakasih**...


Kita pun sudah sampai di Hotel, setelah Papah memesan kamar dan menerima kunci kamar, kita langsung menuju kamar.


Papah membuka pintu kamar, dan menyuruhku untuk masuk.


Aku langsung menuju kasur dan langsung merebahkan badanku di kasur.


Karena kita berdua merasa lelah kita pun tidur dengan saling berpelukan.


Aku terbangun dari tidurku, dan Aku melihat jam sudah pukul 5 pagi, Aku lalu bangun ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil, setelah dari kamar mandi Aku menuju balkon dan melihat pemandangan dari atas Hotel.


Dari belakang ada yang memeluku, saat aku menengok ternyata Papah,lalu aku pun berbalik badan dan kita saling berhadapan .Papah mengusap wajahku dengan tanganya dan berlahan Papah mendekatkan bibirnya ke bibirku, Aku pun menyambut ciuman Papah.


Kita saling me****** dan saling mengecap bibir dan Papah terlihat sangat ber*nafsu membuatku kualahan, Aku merasakan nafasku yang hampir habis lalu Aku berlahan mendorong dada Papah agar melepas ciumanya.


"Adekk,, Mas mau meminta hak mas sekarang, apa boleh,? "Aku pun menganggukan kepalaku sambil menahan malu.


Lalu papah menggendong tubuhku menuju kasur, di rebahkanya badanku dan Papah langsung melancarkan aksinya, mulai menciumiku dari pipi, bibir dan leher, dan kita mulailah penyatuan kita.


Setelah dua jam memadu kasih ahirnya penyatuan kita selesai juga.


Aku yang merasa lelah dan lemas hanya bisa diam di kasur, sedang Papah Aku menyuruhnya untuk memesan makanan untuk kita sarapan.


Setelah menunggu makanan sekitar 30 menit, ahirnya makanan yang kita pesan datang, papah membukakan puntu dan menyuruh orang yang mengantarkan makananya masuk.


Setelah makanan tertata di meja aku di suruh papah untuk langsung makan, aku berjalan ke arah sofa dengan gerakan kaki yang sedikit aneh, karena aku jalanya agak ngangkang.


Aku langsung duduk di sofa, sedang ayah mengambilkan makan untuku,kita pun makan dengan tenang karena memang aku dan papah sudah sangat lapar.


"Adek duduk aja, biar Mas yang beresin piring kotornya,, "kata papah saat aku sedang mengambil piring yang kotor.


"Tapi mas,,, ini kan tugas Dinda, "jawabku.


"Ngga papa,, biar Mas aja adek kan masih sakit kalau jalan,"kata papah sambil mengangkat piring kotor untuk di bawa keluar dari kamar.


Setelah semua beres aku dan papah duduk di balkon sambil menikmati udara pagi dan melihat pemandangan pantai yang indah.


"Adek mau ke pantai ngga, "sambil mencium rambutku papah bicara.


"Ngga ah,, cukup lihat dari sini ajah,"ucapku sambil kudongakan wajahku.


"Kenapa ngga mau,,? "tangan papah sambil mengusap pipiku.


"Malu,,, Dinda jalanya kaya orang aneh, "kataku.Lalu papah tertawa, aku langsung memonyongkan bibirku tanda sebal karena papah menertawakanku.


"Mau mas gendong ngga,"sambil menaikan dua alisnya papah bicara.


"Nggaaaa,,, Dinda pokoknya ngga mau Dinda mau di kamar aja, "jawabku cepat.


"Tapi kalau kita di kamar aja jangan salahkan Mas kalau Mas minta lagi, "aku langsung melotot.


"Masss,,, badan Dinda masih lemass,, dan di sini masih sakit, "kataku sambil memelas,dan menujuk daerah sensitifku.

__ADS_1


"Tar Mas pijitin yah, kalau soal yang ini kalau makin sering justru nantinya ngga sakit, "jawab papah. Sambil tanganya menujuk ke arah sensitifku.


"Tapi Dinda benar benar butuh istirahattt, "kataku sambil aku membenamkan wajahku di dada papah.


"Ya udah adek sekarang istirahat ajah, Mas mintanya bisa nanti sore apa malam kok, "sambil memeluku makin kencang.


.


.


.


Hari pun sudah sore saat aku terbangun dari tidurku, aku benar benar merasa lelah dan lemas hingga aku tadi tidur di pelukan papah dan di pindahkan ke kasur pun aku sampai tak terasa,papah juga ikut tidur di sampingku karena saat aku bangun papah ada di sampingku dan memeluku. kita berdua baru bangun pukul 4 sore dan melewatkan makan siang.


"Masss,,, bangun,"kataku sambil ku usap tangan papah.


"Eeemmm,,, jam berapa dek,? "


"Jam 4 sore, kita jalan jalan yuk Mas, sambil cari makan, "kataku.


"Boleh ayo,, adek siap siap dulu gih, Mas ngumpulin nyawa dulu, "


Aku langsung bangun dan menuju kamar mandi, sekarang jalanku sudah tidak begitu sakit dan badanku juga sudah lebih segar,lalu aku mandi dan selesai mandi aku akan bersiap untuk pergi.


"Mass,,, Dinda udah mandi ini, bangun gih, "sambil ku toel hidung papah.


Saat aku toel hidung papah yang ke tiga kalinya papah menarik tanganku,sampai aku jatuh di atas tubuh papah.


"Iihh,,, Mas awas ih, katanya mau pergi buruan sonoh mandi, "kataku sambil berusaha bangun dari atas tubuh papah.


"Iihh,,, Dinda udah mandi, ngga mau mmeeemm,, "


Tapi papah terus mencium bibirku. Dan handuk yang aku pake langsung di tarik oleh papah, aku yang hanya memakai handuk saja sekarang sudah langsung polos, papah makin leluasa menc*umbui tubuhku, ciuman papah langsung turun ke leher dan di turun lagi sampai di dua daging kenyalku.


"Maasss,,, ooohhh, "sambil ku usap rambut papah yang sedang memainkan dua daging kenyalku.


Tangan yang satunya bermain di ujung daging kenyalku, di tarik dan sambil di tekan tekan ujung daging kenyalku membuatku makin nikmat.


"uuuhhhh,,, ooohhh Maass, "


Saat sedang asik asiknya tiba tiba hp papah berbunyi.


"Mass,, angkat dulu telfonya, siapa tau penting, ini ibu loh yang telfon, "kataku yang mengambil hp papah di meja deket kasur.


Lalu papah pun ahirnya bangun dan mengangkat telfon ibu.


📲.....Ibu


"Hallo bu,, "


"Hallo Gung, ibu mau mengabari kamu kalau anak paman kamu si Dodo meninggal dunia karena penyakit gagal ginjalnya dan baru tadi meninggalnya jam 3 sore, "papah langsung kelihatan kaget.


"Inalilahi,,, Agung akan pulang bu, nanti abis ini Agung langsung pesan tiket,"


"Kalau kamu ngga bisa ngga papa ibu hanya memberi tau kamu aja, ibu sebenarnya ngga mau ganggu kamu,"

__ADS_1


"Agung ngga papa kok bu, Agung akan pulang, ya udah dulu ya bu, Agung matikan telfonya, "kata papah.


Telfonpun terputus dan papah langsung melihatku.


"Maaf ya dek kita ngga bisa lanjutkan dulu, kita harus pulang ke kampung Mas, anaknya paman Mas yang kemaren datang bersama ibu meninggal,"kata papah


"Adek pakai baju dan langsung rapikan baju baju kita, Mas mau pesan tiket dan kita akan langsung berangkat ke kampung Mas setelah mas mandi,"kata papah lagi.


Setelah semua siap aku dan papah langsung menuju bandara, sedang mobil papah di titipkan di parkiran bandara, aku juga sudah menelfon ayah dan memberi taunya kalau aku dan papah akan ke kampung papah karena ada sodaranya papah yang meninggal.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dalam pesawat, ahirnya kita sampai juga di bandara kota papah.


"Dek, Mas mau ke toilet dulu yah, adek tunggu sini dulu, "kata ayah sambil menujuk ke arah bangku kosong.


"Iya,,, "jawabku. Lalu aku duduk dan papah menuju ke toilet.


Saat aku sedang duduk di bangku, sebelah bangku ku ada anak perempuan sendirian dan sepertinya berumur sekitar 10 th, aku melihatnya sekilas karena aku mendengar rintihan seperti sedang menahan sakit.


"Adek kenapa,,,? "tanyaku karena rasa penasaranku melihat anak kecil sendirian.


"Dina sakit kak,,, "jawabnya


"Dina sama siapa di sini, apa sedang menunggu seseorang,? "tanyaku sambil aku pegang keningnya yang serasa panas.


"Dina bersama mamah, mamah sedang beli obat dan Dina suruh nunggu di sini, "


"Dina ke dinginan yah, ini pake jaket kaka yah, "sambil aku buka jaketku dan memakaikanya ke Dina.Karena Dina hanya memakai baju lengan panjang tapi tipis.


Saat Dina sudah memakai jaketku, tiba tiba dari belakang ada wanita yang menghampiri kita.


"Sayang,,, ini obatnya minum dulu yah, "aku menengok kesumber suara. Aku lihat seorang Wanita yang sangat cantik walau usianya sudah ngga muda lagi.


Aku menggeser duduku agar memudahkan mamah Dina memberikan obat untuk di minum.


Setelah memberi Dina minum obat, baru mamah Dina sadar akan keberadaanku.


"Terimakasih ya,, "


"Saya Dinda, "kataku cepat menyebutkan namaku.


"Oh ya Dinda terimakasih telah menemani anak saya dan meminjamkan jaketnya, jadi menyusahkan Dinda yah, tadi saya cari obat buat Dina,"


"Ngga nyusahin kok tan, tadi Dinda pas duduk di sini melihat Dina yang seperti ke dinginan jadi Dinda kasih jaket Dinda agar Dina tidak kedinginan lagi, "jawabku. Dan aku melihat papah yang keluar dari toilet aku pun langsung berdiri dari duduku.


"Tan,, saya pergi dulu yah, semoga Dina cepet sembuh, "lalu mama Dina pun tersenyu.


"Ayo dek,, kita pergi,"ajak papah padaku,tapi saat kita akan pergi mama Dina memanggil papah.


"Mas Agung,,, "


"Seli,,,, "


**Siapanya papah yah Seli itu?, ada yang tau ngga nih,,,, ?


Buat ayah Dinda dan ibunya tar aku satukan aja yah, nanti akan aku gabung setiap bab nya dengan kisah Dinda dan papah.

__ADS_1


Semoga suka dengan ceritaku yah kak, terimakasih.. 😘😘**


__ADS_2