MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Saling Tatap


__ADS_3

Vivi lalu lanjut kerja,sedang Dinda keluar dari ruanganya karena ada pasien yang harus di tangani Dinda.


Di ruangan itu hanya ada Vivi dan Akbar,Vivi merasa nafasnya sesak karena Vivi merasa terus saja di perhatikan Akbar.


"Eemm,,Maaf Den,,Den Akbar dari tadi melihat ke arah Saya terus apa ada yang Den Akbar butuhkan,?"


"Ngga ada,,Aku pengin aja lihat ke kamu,kenapa ada masalah,,"


"Ya jelas ada Masalah Den,saya sedang kerja dan Den Akbar lihatin saya terus ,jadi saya merasa terintimidasi,tolong jangan lihat ke saya ya Den,,"


"Ini mata saya ,jadi terserah saya mau lihat ke apa dan ke mana,"


"Tapi Den Akbar melihat ke arah saya,dan saya jadi terganggu Den,"


"Kamu ngga usah GR deh,cuman di lihatin aja sok banget,,"Vivi membuang nafasnya kasar,karena percuma ternyata menegur Akbar.


"Yo dadi wong mbok yo ojo galak galak ngono,mengko raenek wong wadon seneng sampean,lah galae ngono kok,,,"kata Vivi bicara bahasa jawa.(jadi orang itu ya jangan kalak galak begitu,nanti ngga ada perempuan yang suka ke situ,galaknya gitu banget sih)


Akbar ngga ngerti ,cuman ada kata kata galak membuat Akbar mengerutkan keningnya,dan Vivi bicara sambil sibuk kerja.


Akbar lalu mengambil kertas dan pensil di meja Dinda.Akbar mulai mencoret coret kertas itu sambil melihat ke Vivi.ternyata Akbar sedang menggambar Vivi yang sedang sibuk bekerja.


Akbar membutuhkan waktu setengah jam untuk mendapat gambar yang bagus,saat Dinda datang ,Akbar langsung pindah duduk ke sofa.


Akbar lalu mempercantik lukisanya agar lebih terlihat sempurna.


Sekitar jam 12 Dinda mengajak Akbar dan Vivi untuk makan siang di luar,tapi Vivi menolaknya,jadi yang pergi hanya Skbar dan Dinda saja.


Setelah Akbar dan Dinda pergi untuk makan siang di luar,Vivi juga memesan makanandi kantin klinik,saat melewati meja Sofa,selfi penasaran dengan kertas yang di meja,kertas yang tadi Akbar sibuk mencoret coretnya.


Saat Vivi melihatnya,Selfi langsung kaget,ternyata lukisan dirinya yang sedang menghadap Komputer.


"Tuh orang galak bisa juga gambar ,bagus lagi,dan ngapain juga ngambar aku gini,dasar orang aneh,,"Kata Vivi pelan.

__ADS_1


Lalu Vivi keluar karena akan memesan makanan di kantin klinik.


"Sayang kamu mau makan apa,,?"


"Terserah Mamah aja,,"


"Mamah mau bebek rica rica kamu mau,?"Sbar menjaw mau dan Dinda langsung pesan.


"Abang,,Abang kan katanya bosen di rumah,gimana kalau besok Vivi libur seminggu,Abang gantiin Vivi di klinik,?"


"Boleh,,Abang akan bantu Mamah,"


"Makasih ya sayang,,"Akbar hanya tersenyum.


"Tadi Abang lihat Vivi di antar sama cowo ,itu pacarnya Mah,,?"Akbar pura pura tadi ngga dengar saat Vivi dan Dinda bicara tentang Frengki,sekarang Akbar mau cari informasi yang lebih jelas.


"Frengki ya yang Abang maksud,,"


"Ngga tau ,,makanya Abang nanya,?"


"Dia anaknya baik dan sopan,makanya Mamah ngga melarangnya untuk dekat dengan Vivi,,"


"Mah,,tapi banyak loh orang yang kelihatan baik di depan tapi di belakang ngga,siapa tau didepan Mamah sok sopan dan baik,di belakangnya dia anak yang begajulan,"


"Tapi kalau Frengki kayanya ngga deh Bang,soalnya Mamah kenalnya sudah lama dan terlihat baik baik aja,"


Akbar malah makin kesal denger mamahnya muji terus itu si frengki.Makanan pun datang dan keduanya lalu makan.


Selesai makan keduanya langsung kembali ke klinik.


"Sayang tolong bawakan tas Mamah ke ruangan yah,Mamah mau menemui dokter Umum dulu,"Akbar hanya menjawab Iya lalu mengambil tas Dinda.


Saat masuk ruangan Dinda Akbar meletakan tas Dinda,dan melihat Vivi yang sedang sibuk dengan komputernya.

__ADS_1


Saat duduk di meja,Akbar melihat letak kertas gambarnya sudah berubah,lalu Akbar melihat ke Vivi.


"Dia sepertinya melihat gambarku,pasti ke Gran tuh,,"Akbar bangun sambil membawa kertas gambarnya.


"Ini gambar buat kamu,bagus kan gambaranku,?"


"Biasa aja,lagian Aden ngapain gambarin Saya,mending gambar Ibu yang terlihat cantik"


"Kamu GR yah saya gambarin,?"sura cutek sedikit keluar.


"Ng,,ngga,,Den,iya makasih,ini gambarnya sangat bagus,"sedikit gugup karena Akbar melihatnya dengan tajam.


Vivi lalu menyimpan di tasnya,dari pada makin lama Akbar di depanya.Vivi lalu menghadap komputer lagi agar terlihat sibuk.


Akbar lalu kembali ke sofa,Vivi langsung bernafas lega.


20 menit kemudian Dinda datang,dan duduk di bangkunya.


"Vi,,besok kamu kan sudah mulai libur,dan yang menggantikan kamu sementara Abang,jadi tolong Abang kamu ajarin apa saja pekerjaan yang kamu pegang yah,"Vivi menjawab Iya.


"Abang ini sudah sore,kamu coba gih minta ke Vivi untuk ajarin pekerjaanya apa saja,biar besok Abang ngga terlalu bingung,"


"Abang pasti bisa Mah,,ngga perlu di ajarin,"


"Abang,,ngga boleh meremehkan pekerjaan seperti itu,ayo sinih,,kamu harus tetap di ajari dulu,,biar ngga bingung,"


Ahirnya Abang berjalan ke meja Vivi,Vivi lalu bangun dari duduknya dan menyuruh Akbar untuk duduk.


Akbar duduk di bangku Vivi,lalu Vivi memberitau tentang apa saja pekerjaanya,posisi Vivi berdiri dekat Akbar,dan sedikit membungkuk,membuat wajah Vivi sedikit dekat dengan wajah Akbar.


"Aden kalau nanti bingung atau ada yang ngga Aden tau ,telfon Saya aja ,"sambil Vivi menujukan dimana fel tempat penyimpanan berkas di komputernya.


Akbar bukamya mendengarkan penjelasan Vivi ,malah Akbar melihat wajah Vivi yang sangat dekat dengan wajahnya,Vivi yang merasa ada yang memperhatikan langsung menengok.

__ADS_1


Vivi kaget saat mata Vivi bertemu dengan mata Akbar,keduanya malah saling tatap.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih....


__ADS_2