
"Eeeemmmhhh,, "Saat aku sedang menikmati cumbuan dari papah, tiba2 papah berhenti dan bangun dari atas tubuhku, aku langsung membuka mataku dan kulihat papah yang berjalan menuju kamar, lalu aku tersenyum melihat papah yang sepertinya sedang menahan suatu,,,๐๐
Aku bangun dan menuju kamar mandi yang ada di sebelah dapur, aku merapikan rambutku dan mencuci mukaku, lalu aku memakai bedak juga liftik, tidak lupa aku juga memeriksa leherku, takutnya ada tanda merah lagi, tapi untungnya tidak ada.
Setelah selesai aku keluar dari kamar mandi, dan langsung menuju dapur untuk mengambil minum, selesai minum aku merasa lapar lalu ku buka kulkas, ternyata hanya ada telor dan sosis, aku mengambil beras untuk memasak nasi, selesai dengan beras aku langsung membuat dadar telur dan aku kasih potongan sosis.
Saat sedang memasak dari belakang tiba2 ada yang memeluku, dari bau tubuhnya pun aku sudah tidak asing lagi, siapa lagi kalau bukan papah.
"Adek Masak apa hemmm, kenapa ngga pesen aja, "sambil wajah papah menciumi leherku,papah berbicara.
"Iiihh,,, Dinda geli Ayy jangan ciumin di situ, "kataku sambil membalik badan agar kita saling menghadap.
"Dinda laper, nih lagi dadar telur sama kasih sosis," kataku lagi sambil ku kalungkan tanganku di leher dan tangan papah melingkar di pinggangku.
"Oh,,, mau di bantuin ngga, "aku hanya menggeleng.
"Tadi pas di sofa kenapa langsung ninggalin Dinda sih, ? nyebelinnn...... "tanyaku.
Sambil tersenyum papah menjawab, "Di bawah ada yang sudah di ujung dan ingin segera keluar, jadi aku ke kamar mandi untuk mengeluarkanya ,sekalian deh aku mandi, "aku langsung tertawa mendengar perkataan papah. "Kasianya ayangku๐๐,"
"Seneng banget yah ngeliat orang tersiksa, "sambil menarik hidungku.
"Dinda selesaiin masak dulu yah Ayy, sekarang Ayy duduk di depan aja,nanti kalau sudah matang Dinda panggil, "
Ahirnya setelah 30 menit sudah matang semua, tinggal aku menyiapkan nya di piring, karena aku masak nasinya hanya sedikit jadi aku taro satu piring dan kita makan satu piring berdua.
Aku menuju ruang depan dengan membawa piring yang sudah di isi nasi juga telor.
__ADS_1
"Kita makanya barengan aja ya Ayy,, "
"Iya,,, "
Lalu aku pun menyuapi papah, setelahnya baru aku, dan seterusnya sampai abis,setelah habis aku memberi papah minum.
"Ayy,, Dinda mau pulang yah, tapi mau mampir dulu ke mol untuk membeli buku, "kataku setelah selesai makan.
"Entar aku anterin, aku mau sekalian ke rumah sakit ada urusan bentar, "
"Emang ngga repotin, "
"Ngga lah... "
"Ya udah Dinda cuci piring dulu yah baru pergi, "kataku sambil aku berjalan ke dapur.
Setelah selesai aku dan papah langsung menuju parkiran mobil dan kita langsung berangkat, saat di mobil papah juga menyuruhku ngga boleh lama2 setelah dapat yang di cari langsung pulang, aku meng iya kan saja, agar papah ngga ngomong aja, karena aku juga habis beli buku mau beli sesuatu.
Aku masuk mol dan langsung menuju toko yang aku tuju, aku langsung memilih buku yang aku cari saat sedang memilih2 buku, dari samping ada yang menyenggol tanganku, saat aku menengok ternyata kak Aldo yang sedang berdiri di sampingku sambil tersenyum .
"Sedang cari buku apa, ?"tanya nya.
"Nih,,, udah dapat, "kataku yang langsung berjalan menuju kasir.
"Kaka sedang cari buku apa dan sudah dapat belum,? "
"Udah nih,, ayo kita ke kasir bareng, "
__ADS_1
Kita pun menuju kasir dan saat aku akan membayar ternyata kak Aldo sudah memberi kan karu ATM miliknya ke mba kasir, aku menolak untuk di bayarinya tapi kak Aldo memaksanya, dari pada kita ribut di tempat umum mending aku ngalah aja.
"Mau ke mana lagi kamu Din, "
"Mau langsung pulang aja deh, "jawabku sambil kita berjalan keluar dari toko buku.
"Mumpung kamu di sini,temenin aku beli hadiah buat mamahku yuk, "kata kak Aldo sambil menarik tanganku, aku yang kaget dengan tarikan tanganya pun ahirnya mengikuti.
Sambil berjalan kak Aldo menanyakan hadiah apa yang cocok untuk mamahnya yang sudah berumur 50 tahun.
"Aku ngga punya ide, lagian aku ngga pernah ngasih hadiah pada ibuku, jadi aku ngga tau kamu pikir aja sendiri, ok... "jawabku karena memang aku juga ngga punya ide.
Ahirnya kak Aldo menariku untuk masuk ke toko baju muslimah,
"Selamat malam mas, mba bisa saya bantu,"tanya mba penjaga tokonya.
"Mau cari baju gamis buat mamah saya, dia umur 50 tahun, tolong di bantu ya mba, "kata kak Aldo pada pelayan toko.
Setelah aku membantu kak Aldo untuk memilih model juga warna, ahirnya dapat juga yang bagus tapi tidak norak, setelah di bungkus dengan rapi, kita pun langsung keluar dari toko itu.
"Kak,, Dinda pulang dulu yah dah malam nih,,"kataku
"Aku antar aja yah, lebih aman, "
"Ngga usah kak makasih, "
Tapi tanganku di tarik oleh kak Aldo menuju mobilnya, kak Aldo memarkirkan mobilnya di luar depan mol, jadi kita melewati lobi dan saat akan masuk mobil kak Aldo ada suara memanggilku.
__ADS_1
"Dindaa,,,, masuk, "
Terimakasih buat kaka kaka yang suka ceritaku, kaka semua adalah penyemangatku untuk membuat cerita, karena komen dan like dari kaka semua membuatku tambah semangat, jangan lupa vote juga ya kak. makasih๐๐๐