
Suamiku mencium keningku dan turun ke pipi, setelah pipi kanan dan kiri di ciuminya, turun ke bibir, Aku menyambut bibir Suamiku yang sangat kenyal, karena bibir Suamiku sedikit tebal dan saat Aku menyedotnya serasa ada sensasinya.
Setelah kita puas di bibir, Suamiku turun ke leher, di ciuminya juga di gigit kecil kecil sehingga membuatku merinding.
Setelah meninggalkan setempel di leher, Suamiku melewati dua daging kenyalku, saat ku tanya dengan nafasku yang sudah sesak, jawaban Sumiku katanya ,"sekarang itu milik Akbar dulu". Aku hanya tersenyum mendengarkan jawaban suamiku.
Lalu suamiku menaikan dasterku ke atas, sehingga kain segitigaku sudah terlihat jelas. Di usapnya bekas sayatan oprsi di perutku, lalu diciunya. Tangan Suamiku pun ngga tinggal diam, tanganya menarik kain segi tiga itu sampai terlepas. Setelah terlepas Suamiku langsung melebarkan kakiku, dan dengan sangat tidak sabarnya Suamiku langsung menciuminya juga menyedotnya di tempat sensitifku itu. Aku merasakan nikmat yang amat karena sudah cukul lama tidak Aku rasakan,sehingga badanku langsung seperti kejang sangat nikmat. Lidah suamiku benar benar menari di sana, Aku seperti melayang merasakan kenikmatan, Sampai ahirnya Aku pun mendesah keenakan,tapi sedikit aku tertahan karena takut Akbar terbangun.Makin lama rasa nikmat itu pun makin menggila sampai ahirnya Aku pun melakukan pelepasan.
Teriakanku tertahan dengan tangan yang membekap mulutku, sedang Suamiku dengan rakusnya menyedotinya sampai terdengar suaranya.
Sruuppp... Srupppp..
Gila,,, ini sungguh nikmat. Suamiku lalu bangun dan langsung memosisikan badanya dengan badanku.
"Mas,, tapi pelan pelan yah, Dinda masih sedikit ngilu, "kataku saat Suamiku mau melakukan penyatuan.
"Iya Sayang,,,Mas akan pelan pelan, "sambil menekan miliknya untuk masuk.
Setelah masuk semuanya, Sumiku menggerakanya secara berlahan.
"Dek,,, ini enak banget,, uuuhhh,, "sambil terus memaju mundurkan kerakanya.
"Aahh,, Mass,,, "sambil ku turunkan kepala Suamiku dan Aku cium bibirnya,Agar desahanku tak mengeluarkan suara.
Setelah setengah jam suamiku belum ada tanda tanda akan pelepasan, padahal Aku sudah sangat lemas, padahal dulu sebelum Aku memiliki Anak, Suamiku sampai satu jam belum pelepasan pun Aku masih belum lemas, masih kuat mengimbangi suamiku, tapi sekarang kenapa Aku sudah merasakan lemas yah, apa gara gara sudah melahirkan apa karena Aku kecapean yah, tapi Aku tidak mengatakan pada Suamiku kalau Aku sudah sangat lemas dan tak kuat lagi. Aku tidak ingin membuat Suamiku merasa tak puas.
Setelah Aku menunggu sampai 40 menit, ahirnya suamiku melakukan pelepasan, dengan sedikit kasar Suamiku memaju mundurkan adek kecilnya. sambil berteriak dan langsung mencabut adek kecilnya dari sensitifku, hingga cairan kental mengalir di atas perutku. Aku yang sudah sangat lemas hanya bisa mengatur nafas sambil memejamkan mataku.
Untungnya teriakan Suamiku tidak membangunkan Akbar, karena suara teriakan Suamiku cukup kencang. Lalu suamiku bangun dan mengambil tisu di meja untuk mengelap cairan kental yang ada di perutku. setelah bersih Suamiku langsung menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
"Dek,, bangun dulu, ke kamar mandi gih bersih bersih dulu, "sambil mengusap keningku yang berkeringat, Setelah Suamiku keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Lalu Aku bangun dan berjalan ke kamar mandi, rasanya sangat lemas sampai mau berdiri pun sangat susah. rupanya Suamiku tau Aku yang merasa lemas. Lalu suamiku mengangkat badanku menuju kamar mandi. Suamiku pun menungguku di depan pintu kamar mandi menungguku sampai keluar.Dan di angkatnya lagi badanku sampai kasur.
"Mas,, Dinda haus,"kataku saat Aku sudah duduk di kasur.
Suamiku mengambilkan minum yang ada di atas meja, sekarang di kamarku sudah selalu di sediakan air minum di teko kecil.
"Makasih Mas,, "kataku setelah Aku minum.
"Adek tidur dulu gih, Mas mau ke ruang kerja dulu, "sambil menaro gelas di meja.
"Iya,, tapi Mas jangan malam malam yah, "sumiku pun mengangguk dan mencium keningku.
Aku pun langsung merebahkan badan ku dan tidur.
Aku terbangun dari tidurku saat mendengar tangisan dede Akbar. Aku langsung bangun dan melihat Suamiku yang sedang menggendong Akbar sambil menenangkanya.
"Mas,,, bawa sinih dede nya, pasti dede sudah pengin nen, "Suamiku pun langsung mendekat dan memberikanya padaku.
Aku langsung memberinya nen sambil tiduran di kasur, dan Suamiku juga ikut tiduran di samping dede Akbar.
"Iya Papah dedenya laper,"kataku sambil mengikuti suara anak kecil.
Saat Aku masih memberi nen pada dede Akbar, terdengar dengkuran halus dari Suamiku, ternyata Sumiku sudah tertidur dengan pulasnya.
.
.
.
Suara ocehan terdengar di telingaku, Saat ku buka mata ternyata anaku yang sedang bermain sendiri. Rupanya semalem dede Akbar tidak Aku pindahkan ke box nya, karena Aku merasa lelah hingga tidak terasa tertidur.
__ADS_1
"Mas,, Dinda mau mandi yah, Ini dede Akbarnya dah bangun.Tungguin dulu!, "kataku sambil mengusap wajah Suamiku.
"Hemm,,, Iya Sayang Mas bangun, "sambil mencium tanganku yang sedang berada di pipinya.
Lalu Aku bangun menuju kamar mandi untuk mandi, rasanya badanku lengket, mungkin akibat keringat hasil kerja tadi malam.
Selesai mandi Aku tidak melihat Suamiku dan anaku, mungkin mereka keluar.fikirku.
Aku langsung mengambil baju untuk ku pakai, setelah memakai baju Aku keluar dari kamar dan mencari Suami juga anaku.
"Mba,,, Bapa sama dede Akbar kemana yah,? "tanyaku saat melihat Mba Siti sedang menyapu.
"Itu Non di taman belakang, tadi Bapa jalan ke sana, "Aku langsung menuju taman belakang.
"Mas,,,, "kataku sambil mendekat ke pada Suamiku.
"Iya Mamah,, dede lagi cari udara pagi nih,, "jawab Suamiku sambil menirukan suara anak kecil.
"Dek,, nanti ikut mas ke rumah sakit yah, "setelah Aku duduk di sebelah Suamiku.
"Mau ngapain,? "
"Dede udah jadwalnya imunisasi hari ini, Dan Adek katanya mau suntik KB, "
"Oh,,Hari ini udah waktunya dede imunisasi ya Mas,kok Dinda lupa ya Mas,, "
"Iya udah nanti Dinda ikut ke rumah sakit. nanti Dinda KB apa ya Mas kira kira,? "
"Kalau menurut Mas KB yang sebulan sekali aja ya Dek, biar Adek dapat datang bulanya, kalau yang 3 bulan kadang ngga dapat datang bulan, di badan nanti kurang enak kalau ngga datang bulan Dek, "
"Oh gitu,, ya udah deh, Ayo kita masuk ke dalam Mas, dede Akbar mau Dinda mandiin dan siap siap, "lalu Aku dan Suamiku pun masuk menuju kamar untuk mandi dan kita akan bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
**Trimakasih banyak atas komen dan saran yang kaka kaka semua berikan pada ceritaku, aku sungguh terharu membaca komen komen daro kaka semuanya, sekali lagi teramakasih....
Dan jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak, biar aku tambah semangat nulisnya, makasih**...