
Akbar kesakitan karena tangan yang habis di jahit bergerak.Sila yang melihat Akbar kesakitan langsung meletakan piringnya,dan langsung meniupi lukanya sambil memegang tangan Akbar.
Akbar sampai mendesis kesakitan,Sila juga sambil mengusap pinggiran lukanya dengan tangan.
"Sudah Sil,,makasih yah,,"Sila menegakan duduknya lalu mengangguk.
"Bisa tolong ambilkan hpku ngga Sil,,"
"Iya,,Aku akan ambilkan,,"Sila mengambilkan hp Akbar.
Setelah di berikan pada Akbar ,Akbar melihat tadi siapa yang menelfonya,ternyata Dinda yang menelfon.
Hp Sila lalu berbunyi,dan saat Sila lihat ternyata Dinda.
"Dokter yang telfon,,mamahmu..."Kata Sila pada Akbar.
Sila lalu mengangkat telfon dari Dinda."Hallo Dok,,"
"Hallo Sil,,Akbar sudah bangun belum,,"
"Sudah Dok,,"
"Oh sudah bangun,suruh makan ya Sil,dan setelah makan tolong juga suruh minum obat yah ,"
"Iya Dok,,ini sudah Sila ambilkan makanya,dan Akbar juga sedang makan,"
"Sukur lah kalau sudah makan,ya sudah ya Sil,jangan lupa kasih Akbar obat,dan Obatnya ada di atas meja dekat ranjang yah,"Sila menjawab Iya dan telfon pun mati.
"Apa kata Mamah,,?"
"Kamu suruh makan dan minum obat,,"Akbar mengangguk.
"Lanjut makanya lagi yah,,"Sambil Sila mengambil piringnya.
"Udah ah,,kan udah habis banyak,,"
"Tapi belum habis,ayo habiskan,,"
"Ngga enak Sil makananya,,"
"Ya emang kaya gini makanan orang sakit,makanya cepat sembuh biar bisa makan enak lagi,,"
"Aku ngga sakit loh Sil,yang sakit cuman tanganku saja,,mulut dan perutku sehat dan normal,,"
"Ya udah ini satu suap lagi yah,ayo Aaa,,,"
Ahirnya Akbar menurut dan mau membuka mulutnya.
Sila lalu mengambilkan minun dan membantu Akbar untuk minum.
"Aku bakalan cepet sembuh kalau yang rawat kamu terus tiap hari,"saat Sila mengusap mulut Akbar dengan tisu.
"Masa sih,,gombal aja,,"
"Seriusan,,"sambil memegang tangan Sila yang masih mengusap mulut Akbar dengan tisu.
__ADS_1
Sila pun hanya tersenyum mendengar perkataan Akbar.
"Udah yah,sekarang minum obatnya dulu,biar cepet sembuh lukanya,"sambil menarik tanganya yang di genggam Akbar.
Lalu Sila mengambilkan obat untuk Akbar minum.
"Sekarang istirahat yah,Aku mau lanjut kerja,"Akbar hanya mengangguk.
Lalu Sila kembali ke mejanya dan lanjut kerja,sedang Akbar kembali tiduran.
Mata Akbar dari tadi melihat ke arah Sila terus,itu membuat Sila merasa risih.
"Ada apa,,butuh sesuatu,,?"tanya Sila karena Akbar dari tadi melihatnya terus.
"Ngga ada,, "
"Ya jangan lihatin terus ngapa sih,"
"Kenapa emangnya,grogi yah di lihatin cowo ganteng,"Sila hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.
Sila lanjut kerja lagi,dan Akbar masih tetap melihat ke Sila,dan sekarang Akbar malah mengambil hpnya,lalu memfoto Sila.
"Akbarr,,iihh iseng banget sih,,"Sila rupanya sadar kamera,dan Akbar malah pura pura ngga dengar,dan melihat kelayar hpnya,yang terlihat foto Sila.
Akbar lalu mencari no telfon Sila,dan memasang foto Silanya juga.
Akbar lalu mengirim pesan pada no Sila.
"Hai cantik,,mau tanya dong,udah punya pacar belum,,?"isi pesan Akbar.
Sila ngga membalasnya,lalu meletakan hpnya di atas meja lagi.Akbar yang melihatnya lalu mengirim pesan lagi.
"Kok ngga di balas,kenapa,,,?"Sila lalu melihatnya lagi dan hanya membacanya saja.
Sila melihat Akbar yang senyum senyum ngga jelas,lalu Sila curiga pada Akbar yang mengirim pesan padanya.
Sila lalu menekan tombol telfon,dan ternyata berdering,Sila lalu menghadap ke arah Akbar.
Akbar melihat layar hpnya dan ternyata nama Sila yang nongol di layar hpnya.Akbar langsung melihat ke Sila sambil tersenyum,karena Sila sedang menatapnya.
Sila bangun dari duduknya,dan mendekati Akbar.
"Iiihhh,,iseng banget sih,ngapain kirim pesan segala,tinggal langsung tanyain aja bisa kan,?"Akbar hanya Tersenyum.
"Kok punya no WAku,dari mana,,?"
"Dari Beni,,"
"Kapan mintanya,Beni kok ngga bilang sama Aku kalau kamu minta noku,,"
"Baru semalam Aku mintanya,,"
"Oh,,kamu kasih nama apa no telfonku,,?"
"Ngga usah tau,yang penting Aku udah punya no kamu,,"
__ADS_1
"Kenapa ,pelit amat,,"Akbar hanya tersenyum.
"No ku simpan yah,,"Sila mengangguk.
Lalu Sila kembali ke meja kerjanya lagi,dan lanjut kerja.tapi saat baru duduk perut Sila berbunyi tanda lapar.Sila melihat jam ternyata sudah jam 2 siang.
Sila lalu akan pergi keluar dari ruangan Dinda.
"Mau ke mana,,?"
"Mau ke kantin,Aku lapar,,"
"Aku ikut yah,,"
"Ngapain ikut,kamu tuh lagi sakit ,udah ah Aku dah lapar,,"
"Jangan lama lama yah,,"Sila menjawab Iya.
Akbar lalu tiduran lagi,dan merasa sendirian ahirnya Akbar pun memejamkan matanya dan tidur.
Sila selesai makan siang langsung kembali kembali ke ruangankerjanya,saat masuk ternyata sudah ada Dinda.
"Kamu dari mana Sil,,?"
"Maaf Dok,Sila Dari kantin,habis makan,"
"Oh,,kok telat sih makan siangnya,nanti sakit awas loh yah Sil jangan di biasakan,"
"Iya Dok,,"Sila lalu duduk.
Dinda merapikan mejanya,rupanya Dinda akan pulang duluan.
"Sil Saya pulang dulu yah,nanti tolong kamu ketikin ini lalu prin dan foto kopi yah,"
"Iya Dok,,"sambil mengambil map dari tangan Dinda.
Lalu Dinda membangunkan Akbar,agar bersiap pulang,dan infus pun sudah habis.
"Sayang bangun,,kita pulang yuk,,"
"Iya Mah,,"Akbar lalu bangun setelah Dinda melepas jarum infus.
Agung lalu masuk kedalam ruangan Dinda,dan mengajak pulang.
"Abang kuat jalan ngga,kalau ngga kuat pake kursi Roda aja,?"tanya Agung.
"Kuat kok pah,Abang jalan aja,"
"Oh ya udah,ayo kita pulang,,"
"Sila kita pulang duluan yah,"kata Dinda pamitan.
"Ya Dok,,"jawab Sila,dan Adit hanya tersenyum tipis kearah Sila.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1