MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Membantu Ganti Ban Mobil


__ADS_3

Sudah 4 hari Aku di rumah sakit, dan sekarang Aku dan dede Akbar mau pulang, karena kondisiku yang sudah membaik.


Setelah semua sudah beres, kita pun bersiap untuk pulang, Aku duduk di kursi roda dan Suamiku yang mendorongnya, sedang Ibu yang menggendong dede Akbar, untuk barang barang di bawa sama Mba Siti dan Pak Pujo. Sedang Ayah tidak bisa ikut menjemputku karena harus mengajar di sekolah sore.


Kita semua masuk mobil menuju rumah, karena hari masih belum terlalu sore, jalan pun tidak macet, membuat mobil yang kita naiki cepat sampai rumah.


Saat masuk rumah, Aku langsung di papah Suamiku untuk masuk kekamar, dan Aku langsung duduk di kasur sambil bersandar pada sandaran kasur. Lalu Suamiku merapikan tas ransel yang dari rumah sakit, karena ada obatku juga selep buat bekas luka oprasi.


Ibu menidurkan dede Akbar di box yang ada di samping kasurku.


"Ibu mau bantuin Mba Siti masak dulu ya Din, "setelah menidurkan Akbar,


"Ibu emangnya ngga cape apa, istirahat aja dulu Bu, "kataku.


"Ngga cape kok Sayang, nanti Ayah kan datang kesini ,jadi Ibu mau masak buat kita makan malam, "jawab Ibu.


Setelah Ibu pergi, Suamiku mendekat ke padaku.


"Adek mau Mas carikan orang buat bantu Adek ngurus dede Akbar ngga, ?"


"Ngga dulu lah Mas, Dinda masih bisa kok sekarang mah, nanti kalau Dinda sudah mulai kuliah, baru kita cari untuk mengasuh dede akbar, "ucapku.


"Ya udah Mas terserah Adek ajah,tapi kalau Adek ngerasa butuh bilang ke Mas yah, "Aku hanya mengangguk dan bilang "Iya, "


Eeeaaa,,, Eeeaaa..


Dan dede Akbar tiba tiba nangis, mungkin haus pengin nen, karena dari rumah sakit sampai rumah belum nen.


"Napa sayangnya Papah,, pengin nen yah,, ayok kita ke Mamah, "sambil mengangkat dede Akbar ke padaku.Suamiku itu sebenarnya tidak pernah gendong bayi sebelumnya, tapi saat pertama gendong dede Akbar kok langsung bisa dan tidak kaku.itu mungkin insting seorang Ayah yang sangat senang karena mempunyai seorang anak.


"uluu,, uluu,,, napa dede,, , mau nen, hemm,"kataku sambil Aku pangku dede Akbar.dengan di tatakin bantal agar agak tinggi.


"Masih sakit ngga Dek, Mas udah belikan pompa ASI untuk Adek, "saat Aku menyusui dede, Aku masih merasalan sakit karena setiap yang satu di sedot, yang satunya akan nyeri dan mrembes keluar air susunya.


"Iya masih sakit, ngga perlu dulu Mas, soalnya dede sekarang sudah kuat nen nya, jadi setelah yang ini pindah ke nen yang satunya,"jawabku.


.


.


.

__ADS_1


Ayah Doni POV


Hari ini anaku dan cucuku akan pulang dari rumah sakit setelah 4 hari di sana. Tapi Aku tidak bisa ikut menjemputnya ,karena Aku hari ini mengajar sore.


Jam sudah menujukan pukul 6 sore, dan Aku akan pulang, tapi pulang bukan ke rumahku melainkan kerumah Anaku, karena Aku akan menjemput Istriku yang masih di rumah anak kita. Aku juga ingin melihat cucuku yang ganteng. hehee..


Saat di jalan yang agak sepi Aku melihat seorang wanita yang sedang berdiri sambil melihat ke arah ban mobilnya yang kempes.


Saat mobilku makin mendekat, Aku melihat ke arah wanita itu sepertinya Aku tidak Asing dengan wajahnya.


Aku tepikan mobilku ke pinggir jalan, dan Aku langsung keluar dari mobilku, dan menuju ke wanita itu.


"Misiii,, mobilnya kenapa Mba,, ?"tanyaku.


"Eh,,kok Mas . Ini Mas banya kempes, "Aku pun tersenyum dan langsung melihat ke banya, rupanya Wanita itu yang kemaren bertemu di rumah sakit.


"Bawa ban serepnya ngga, biar Saya bantu pasangkan, ?"tanyaku.


"Bawa kok Mas, "jawabnya.


Lalu Aku langsung mengambil ban serepnya juga dongkrak untuk mengganti ban yang kempes, sedang kan wanita itu melihatku dan sesekali membantuku.


Sekitar setengah jam ahirnya selesai juga Aku mengganti ban mobil wanita itu.


"Iya sama sama, kalau begitu Saya pamit, "kataku yang akan berjalan.


"Tunggu Mas,,, kita sering bertemu dengan tidak sengaja tapi kok kita belum kenalalan yah.Nama Saya Hani,,"sambil menyodorkan tanganya padaku.


"Saya Doni, "sambil Aku menerima jabatan tanganya.


"Gimana kalau sebagai tanda trimakasih Saya, Saya tlaktir minum kopi di cafe Mas, "


"Trimakasih,,, bukanya Saya menolak, tapi Saya lagi buru buru, lain waktu aja gimana, "kataku.


"Ohh,, gitu yah. Ya udah ngga papa lain waktu aja, "ucapnya.


Aku pun langsung pergi memasuki mobilku, saat sudah masuk mobil, Hani memanghilku.


"Mas Doni tunggu,, "


"Iya,, Ada apa,,? "tanyaku.

__ADS_1


"Saya Minta no telfonya Mas boleh ngga, biar Saya bisa menghubungi Mas kalau nanti Saya sedang libur kerja, "kata Hani sambil menyodorkan hpnya ke padaku.


Lalu Aku pun mengambil hpnya, dan langsung aku tulis no hpku. setelah selesai Aku berikan hpnya padanya.


Setelah Hani mengucapkan terimakasih, dia langsung pergi menuju mobilnya, Aku pun langsung menginjak gas mobilku dan pergi.


Saat di jalan, Istriku menelfonku dan menanyakan kenapa belum sampai, Aku hanya menjawabnya sedang di jalan. Dan bentar lagi sampai.


Sekitar 15 menit ahirnya Aku sampai juga di rumah anaku. dan saat turun dari mobil Istriku sudah berdiri di depan pintu menungguku.


"Macet apa Yah, kok telat sih,,? "


"Ngga begitu macet sih Bu,, "jawabku.


"Kok baju Ayah basah kringetan begini, emang Ayah habis ngapain,? "tanya Istriku saat Aku sudah mendekat padanya.


"Tadi Ayah bantuin orang nggantiin ban mobilnya yang bocor, "jawabku. sambil kita masuk ke dalam rumah.


"Oh,, cewe pa cowo,,? "Aku langsung tersenyum.sepertinya Istriku cemburu.


"Apa Ibu cemburu, kalau yang Ayah bantu seorang cewe yang cantik, "kataku sambil tertawa.


"Aww,,,, Sakit Bu, "kataku yang tiba tiba Istriku mencubut perutku.


"Lagian Ayah ngomngnya nyebelin, "sambil memanyunkan bibirnya.


Cup,,


Aku langsung mencium bibirnya yang manyun, dan langsung ku peluk.


"Ibu segalanya buat Ayah, semoga kita tidak terpisahkan sampai maut yang memisahkan kita, "sambil ku lepas pelukanku.


"Hemmm,,, maaf Yah kalau mau mesara mesaraan mending di kamar aja, "Rupanya Pamuji melihat ku yang sedang berpelukan dengan Istriku.


"Sori Ji,, "jawabku sambil tersenyum.


"Cucuku di mana Ji? Aku dah kangen banget nih,, "tanyaku.


"Ada di kamar.Eeeettt,,, kalau mau ketemu anaku, Ayah bersih bersih dulu yah, soalnya Ayah bau dan kotor, "kata Pamuji sambil menujuk bajuku yang kotor.


"Iya Ayah bersih bersih dulu, kasian dede Akbar nanti terkena kuman, "kata Istriku.

__ADS_1


"Ya udah Aku bersih bersih dulu deh.Ayo Bu kita ke kamar,"sambil Aku tarik Istriku ke kamar.


Trimakasih buat kaka semua yang masih menyukai ceritaku, kaka kaka semua adalah penyemangatku untuk menulis, jadi jangan luoa untuk like, komen dan votenya ya kak, makasihhhh...


__ADS_2