
Akbar sampai rumah langsung masuk ke rumah,dan Akbar berjalan dengan pelan karena takut orang tuanya melihatnya pulang malam.
"Selamatt,,,"kata Akbar saat sudah di kamar.
Akbar lalu ganti baju dan bersiap untuk tidur,sebelum memejamkan matanya,Akbar melihat ke hpnya,Akbar rupanya melihat foto dirinya dengan Sila tadi.
"Selamat malam sayang,,"sambil mencium layar hpnya.
Akbar pun tidur dengan nyenyak sambil memeluk gulingnya.Alaram di hp Akbar berbunyi tanda sudah pukul 6 pagi.
Akbar langsung bangun dan mematikan hpnya,lalu Akbar ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
"Aduhhh,,sseettt,,,,sakit,aaww,,"Akbar lalu melihat ke kaca,saat cuci muka Akbar lupa kalau wajahnya terluka.
"Aduhh,,kok lebamnya kelihatan gini sih,pasti Papah sama Mamah akan mengintrogasi nih,"sambil mengusap lebam di ujung bibir nya.
Setelah selesai Abang mengambil hpnya,dan mengirim pesan pada Sila kalau akan mengantarnya berangkat ke klinik.
"Tunggu Aku,Aku akan mengantarmu ke klinik,"itu pesan dari Akbar,dan kata katanya ngga ada manis manisnya lagi.
Setelah mengirim pesan, Akbar lalu mau main basket sebentar karena kuliahnya masuk jam 10 pagi.
Akbar menuju meja makan,Akbar ambil minum juga mengambil roti yang sudah di kasih coklat.
Saat Abang akan menuju lapangan basket,ternyata ada Papahnya yang sedang mengurus burungnya.
"Pagi Pah,,"sapa Akbar dan langsung pergi,tapi Agung melihat wajah Akbar.
"Abang,,Tunggu,,"Akbar pun berhenti.
"Ada apa Pah,,"
"Itu kenapa,kenapa lebam gitu,,kamu habis berantem,,?"
"Oh ini,,ngga kok Pah,semalam cuman ada kesalah pahaman saat di parkiran restoran,dan Abang sudah kasih obat kok,ini juga sembuh,,"
"Jangan jadi orang yang sok jagoan,karena kadang akan jadi bomerang buat diri sendiri,"
"Iya Pah,Abang tau,,"
"Ya udah sanah lanjut mau main basket kan, "Akbar mengangguk dan pergi.
Akbar bermain basket untuk mencari keringat pagi,Akbar kalau kuliah masuk siang atau hari libur memang kalau pagi suka main basket dulu untuk mencari keringat.
"Pah ini kopinya,"Dinda datang sambil membawa secangkir kopi.
"Iya sayang,makasih,,"Dinda lalu duduk sambil melihat Agung yang sedang memberi makan pada burungnya.
"Mah nanti kasih Abang obat dan salep untuk luka lebamnya,"
"Luka lebam,Abang,,Abang terluka ,?"Agung mengangguk.
"Loh kok bisa,Abang kenapa emangnya,,"
"Tanya aja sama anaknya,biar jelas,"
Dinda langsung bangun dari duduknya dan berjalan menuju Akbar yang sedang bermain basket.
__ADS_1
"Abang,sinih,,"Dinda memanggil Akbar.Akbar lalu mendekati Dinda.
"Itu kenapa bisa lebam gitu,,?"
"Ngga papa Mah,,ini cuman luka kecil,"
"Mamah ngga nanya luka lebamnya separah apa,tapi kenapa bisa lebam gitu,?"
"Semalam saat di parkiran Restoran ada kesalah fahaman,dan Abang kena tonjok,"
"Ya Tuhan,,ayo Mamah obatin,,"
"Iya Mah,"Akbar langsung menurut saat Dinda berkata.
Keduanya langsung masuk ke rumah,dan Dinda memeriksa luka lebam Akbar sambil duduk di sofa.
"Ini udah di obati apa belum,,?"
"Semalam Sila sudah kasih salep Mah,"
"Ini nanti di kasih salep ,Mamah akan ambilkan yah,dan obatnya juga nanti di minum setelah Sarapan yah,"Akbar mengangguk.
"Sanah mandi dulu,"
"Iya Mah ,"Akbar pun pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap.
Akbar melihat hpnya,dan sila membalas pesan dari Akbar.
"Iya Aku tunggu,jangan sampai telat ya sayang,,"Akbar tersenyum membaca pesan dari Sila.
Lalu Akbar mandi dan bersiap,setelah siap Akbar turun menuju meja makan,dan semuanya sudah kumpul.
"Abang bukanya kulaih siang yah,kok jam segini udah rapi aja,?"tanya Faizah.
"Iya ,,Abang mau pergi yah,,"kata Fatiya.
"Sutt,,anak kecil ngga perlu tau,,"Keduanya memonyongkan bibirnya.
"Abang mau pergi kemana,,?"tanya Mamah sekarang dan mau tidak mau Akbar pun menjawabnya.si kembar langsung menyulurkan lidahnya dengan kompak.Akbar yang melihatnya langsung melotot.
"Abang mau mengantar Sila berangkat ke Klinik Mah,,"Dinda mengangguk.
"Mau naik apa kamu Bang,,?"tanya Ayah.
"Pake motor pah,mobil Abang kan belum jadi"
"Jangan pake motor,pake mobil yang di garasi aja,,"
"Ngga ah pah,itu kan mobil kesayanganya Papah,,"
"Ngga papa,,pake aja,tapi harus hati hati yah,jangan ngebut,,"
"Iya Pah,,"
Selesai sarapan kembar pergi kesekolah di antar supir,sedang Akbar sedang di olesi salep oleh mamahnya,dan juga suruh minum obat juga.
"Udah ya Mah Pah,Abang pergi dulu,,"sambil cium tangan keduanya.
__ADS_1
"Iya hati hati yah di jalan,"
Akbar menuju mobil kesayangan Sgung yang ada di garasi,lalu Abang me.inta tolong samaPak Udin untuk membuka kan pintu pagar.
Abang membawa mobil papahnya dengan hati hati,karena takut mobilnya rusak atau lecet,karena mobil Agung ini mobil mahal dan limit di dunia .
Akbar sampai di rumah Sila,saat Akbar mau turun dari mobil Sila sudah keluar dari rumah,Akbar lalu turun dan membukakan pintu mobil untuk Sila.Setelah Sila Masuk mobil Akbar langsung masuk juga.Keduanya tersenyum dengan bahagia.
"Ini mobil siapa,,?"
"Ini mobil kesayanganya Papah,,"
"Kenapa di pake,,kan pake motor bisa,"
"Papah nyuruh pake mobil,katanya kasihan kamu kalau pake motor,udah cantik tar sampai klinik jadi berantakan,kan ngga lucu,"Sila hanya tersenyum.
"Apa lukanya sudah lebih baik,,?"tanya Sila.
"Sudah,,ini tadi sama Mamah di kasih obat sama salep,,"
"Apa kamu bilang kalau habis berkelahi,"
"Ngga,Aku bilang saat di parkiran Restoran ada kesalah fahaman sama orang ,gitu doang"
"Tumben bohong,biasanya apa aja suka cerita ke Mamah,,"
"Buat yang semalam ngga,soalnya takut kamu di introgasi oleh mamah,jadi Aku bohong aja,kamu kalau di tanya Mamah nanti bilangnya kaya yang tadi Aku bilang yah,,"Sila hanya mengangguk.
"Sudah sarapan belum,,?"tanya Akbar pada Sila.
"Belum,nanti aja Aku beli di kantin,,"
"Jangan lupa sarapan nanti sakit,,"
"Iya sayang,,"
Tidak lama mereka sampai di klinik,dan Akbar memarkirkan mobilnya di parkiran klinik.
"Aku turun yah,,"
"Kok buru buru sih,,"
"Iya ini udah waktunya masuk,"
"Masih 10 menit lagi kok,tunggu di sini dulu yah,Aku masih ingin sama kamu dulu,"Sila pun tersenyum,mereka lalu saling hadap,dan Sila melihat luka lebam Akbar,lalu mengusapnya.
"Masih sakit ngga,,"Akbar menggeleng.
"Cuman gini mah ngga kerasa,,"jawab Akbar.
"Aawww,,,sakit,,"teriak Akbar saat Sila menekan luka lebamnya.
"Kok di teken sih Sil,,"
"Katanya ngga sakit,gimana sih,,"Sila hanya tersenyum.
"Katanya ngga sakit,,"
__ADS_1
"Ya kalau di tekan sakit dong,,"Sila lalu mengusap usapnya dengan sayang luka lebamnya sambil bilang maaf.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...