MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Kaget


__ADS_3

Esok harinya saat jam 6 pagi Rizki sudah sampai di rumah Mamah Dian tanpa Zara tau.


Semalam Hendra langsung menelfon Rizki untuk menyuruhnya menjemput Zara, dan Hendra juga mengatakakan kalau Doni ngga jadi mengantar Zara ,karena sedang sakit.


Rizki yang memang ingin menjemput Zara langsung sangat senang karena ahirnya dirinya lah yang akan menjemput Zara di kampung.


Rizki sampai ngga bisa tidur, dan ahirnya Rizki memutuskan untuk berangkat ke kampung. Rizki membawa mobilnya dengan pelan karena takut kecelakaan ,karena akibat mengantuk.


Kakek yang melihat mobil Rizki di depan rumahnya langsung mendekatinya.


Tokkk,,,Tokkk,, kakek mengetuk kaca pintu mobil Rizki.


"Nak Rizki Kok ngga turun,, ayo turun dan masak ke dalam,, "kata kakek saat Rizki membuka kaca mobilnya.


"Iya Kak,, "sambil mengucek matanya karena Rizki tadi sempat tidur.


Lalu Rizki mengikuti kakek masuk ke dalam rumah,dan saat sudah di dalam rumah Rizki di suruh untuk masuk ke kamar oleh kakek, untuk beristirahat.


"Di, Rizki sudah datang, Papah suruh dia untuk tidur lagi di kamar,, "kata Kakek pada Dian yang sedang di dapur.


"Loh udah datang, kirain nanti sore atau malam,, "


"Iya udah,, Papah tadinya ingin jalan pagi, tapi pas keluar rumah lihat mobil Rizki yang sudah ada di depan rumah, jadi Papah suruh masuk aja,, "


"Oh gitu,, ya udah Dian masak sarapanya mau di banyakin deh kalau gitu,, "


"Iya,, ya udah Papah mau jalan jalan pagi dulu kalau gitu yah,, "


"Iya Pah,,, "jawab Dian dan Kakek langsung keluar dari dapur.


Masakan Dian pun selesai, dan Dian langsung ke kamarnya untuk melihat anak dan suaminya, ternyata mereka sudah bangun dan sedang main di atas kasur.


"Mas,, Rizki sudah datang tuh,, "


"Oh Hendra nyuruh Rizki,, kok Jam segini sudah datang,, berangkat jam berapa dia,, "

__ADS_1


"Ngga tau Mas, orang sama Papah langsung di suruh masuk kamar,katanya suruh istirahat ,pastinya Rizki kesininya semalam Mas, orang jam segini sudah sampai,, "


"Iya mungkin sih,, "sambil berjalan ke kamar mandi Doni berkata.


Sedang Zara bangun langsung melihat ke hpnya, melihat ada pesan masuk apa tidak, karena semalam tumben Rizki ngga telfon atau kirim pesan.


Saat melihat hpnya ngga ada pesan yang masuk,Zara hanya membuang nafasnya kasar.


Lalu Zara masuk ke kamar mandi, untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu Zara menuju dapur untuk ambil minum.


"Sayang,, tolong panggilkan Rizki di kamar tamu, biar kita sarapan bareng,, "Zara yang mendengar perkataan Dian hanya diam karena tidak tau kalau Rizki sudah datang.


"Pangilkan siapa Mah, maaf Zara ngga begitu dengar tadi,,? "tanya Zara pada Dian untuk memastikan pendengaranya.


"Itu panggil Rizki suruh sarapan bareng sama kita,, "


"Rizki,, maksud Mamah Abang Rizki asisten Papah Hendra,, ?"sedikit kaget.


"Iya,, Rizki asisten Papah kamu, emang Rizki siapa lagi kalau bukan dia,, "


"Ya mau jemput kamu Zara,,, "


"Kok Abang Rizki yang jemput, bukanya Ayah yang mau antar Zara pulang ke kota Mah,,? "


"Ayah semalam sakit, badanya panas banget, takutnya nanti di jalan kenapa kenapa jadi Mamah telfon Papah Zara untuk jemput, tapi ternyata Papahmu ngga bisa, jadi nyuruh Rizki lagi yang jemput,, "


"Udah sonoh panggil Rizki, Kakek juga sekalian yah,, "Zara hanya mengangguk lalu pergi menuju kamar tamu juga memanggil kakek yang ada di teras .kakek kalau pagi selalu jalan jalan di sekitar komplek, dan setelah jalan jalan kakek biasanya duduk di teras sambil melihat ke kolam ikan.


"Kek,, di suruh Mamah untuk sarapan,, "Kata Zara saat sudah di samping kakek.


"Iya kakek akan masuk, Zara sekalian panggil Rizki yah, biar kita sarapan bareng, "


"Iya Kek,, "Jawab Zara, lalu Kakek pun masuk, sedang Zara menuju kamar tamu.


Tokkk,,, Tokkk,,, Zara terus saja mengetuk pintunya tanpa memanggil nama Rizki.

__ADS_1


Rizki di dalam kamar yang mendengar ketukan pintu tidak henti henti lalu terbangun, dengan rambut yang berantakan dan sambil mengucek matanya, Rizki membuka pintunya.


Zara melihat penampilan Rizki yang masih brantakan hanya menatapnya tak berkedip.karena Zara walau keadaan baru bangun tidur juga tetap masih ganteng.


"Abang di suruh sarapan bareng,,,sekarang, "kata Zara dengan cueknya, lalu berjalan meninggalkan Rizki sebelum Rizki menjawabnya.


Rizki hanya tersenyum tipis melihat Zara yang langsung pergi.


Rizki lalu masuk ke dalam lagi untuk cuci muka dan hosok gigi, setelah itu menyisir rambutnya yang berantakan, juga mengganti bajunya juga.


Rizki keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan, saat sampai di meja makan sudah kumpul semua tinggal menunggu Rizki.


"Ki,, ayo kita sarapan bareng,, "kata Mamah Dian.


"Iya Tan, makasih dan maaf jadi ngerepotin, "


"Ngga merepotkan kok,, "jawab Mamah Dinda.


Mereka sarapan sambil mengobrol santai, mulai dari bertanya Rizki berangkat dari kota jam berapa, dan kabar yang di kota.


Saat sarapan selesai, Rizki tiba tiba bilang izin pada mereka semua untuk mengajak Zara jalan jalan.


"Saya ingin melihat lihat kota ini, dan itu kalau semuanya mengizinkan Zara untuk menemani Saya, kalau Zara tidak boleh juga ngga papa , saya bisa pergi sendiri, "


"Nak Rizki memangnya ngga cape,habis menempuh perjalanan jauh,,? "


"Ngga kok Kek,, tadi kan udah istirahat, soalnya mumpung saya sedang di kota ini, biar tau keindahan kota di sini Kek,"Kakek menganggukan kepalanya, sedang Zara sedang harap harap cemas.


"Tanya Zaranya aja langsung gih Ki, dia mau apa ngganya,, kalau kita sih mengizinkan,, "kata Mamah Dian.


"Gimana Za,, mau ngga temani Abang muter muter kota ini, Abang sambil cari oleh oleh buat keluarga di kota nanti,,? "Zara yang malu hanya mengangguk, karena semuanya melihat ke Zara.


"Makasih ya Za,, "kata Rizki lagi sambil tersenyum tipis .


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2