MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menyuapi Akbar Makan


__ADS_3

Brakkk.....


Akbar menghindari orang yang menyebrang tiba tiba,Akbar lalu membanting setir ke samping,dan ahirnya menabrak pohon.


"Aawww,,,"


Mobil Akbar bagian depanya langsung mengeluarkan asap,dan Akbar di dalam yang terbentur kesakitan ,dan akan keluar dari mobil Akbar kesusahan karena tanganya sakit.


Lalu datang orang yang menolong,dan mencoba mengeluarkan Akbar dari mobilnya.


Lalu Akbar di papah untuk menjauh dari mobilnya.


"Pak,,tolong bisa bantu ambilkan tas saya,,"Akbar meminta tolong sama bapa bapa yang menolongnya.


Lalu Bapa itu langsung mengambilkan tas Akbar,Akbar lalu mengambil hpnya dan menelfon Mamahnya.


"Hallo Mah,,,Mah tolongin Akbar ,Akbar kecelakaan ,"


....


"Di jalan simpang 3 Mah,,"


.....


"Iya,,"


Akbar lalu menunggu Mamahnya datang,dan banyak orang yang melihatnya,lalu polisi pun datang untuk menanyakan kecelakaan.


Saat mobil Akbar mau di derek oleh mobil polisi lalu lintas,Agung dan Dinda datang.


"Ya Tuhan sayang,,kamu ngga papa,mana aja yang luka,?"sambil melihat ke badan Akbar.


"Abang ngga papa Mah,cuman tangan Abang sakit ,,dan kepalanya pusing,"saat Dinda memegang tangan Akbar ternyata ada darah.


Agung sedang bicara dengan polisi,sedang Dinda membantu Akbar masuk mobil.Akbar tadi sudah memberi keterangan pada Polisi,karena tidak ada korban jiwa jadi polisi hanya mengamankan mobil Akbar.


Lalu Dinda dan Agung membawa Akbar ke kliniknya.sampai klinik Akbar di bawa ke ruangan Dinda,karena Dinda yang akan merawatnya.


Akbar di papah Agung menuju ranjang pasien di ruangan Dinda.Sila yang melihat Akbar datang bersama kedua orang dalam keadaan terluka langsung Bangun dari duduknya.


Agung dan Dinda lalu membantu mengobati luka Abang di lengan dan di keningnya.


"Aduh Mahh,,,sakit Mah,,perihh,,"


"Tahan dong Bang,,biar di obatin dulu lukanya"


Lalu Agung menggunting lengan baju Akbar,dan lukanya ternyata sayatan,dan cukup lebar.

__ADS_1


"Mah,,ini harus di jahit,,"


"Pah ngga ah Pah,,sakit ah,,Abang ngga mau,"


"Udah diem,masa laki laki kok cemen,biar cepat sembuh harus di jahit,,"Dinda lalu menyiapkan jarumnya.


Dan Agung menyuntikan obat Bius agar Abang tidak sakit kalau di jahit nanti lukanya.


Sila dari tadi hanya melihatnya saja,dan ngga berani melihat,karena takut ganggu.


Mata Sila dan Akbar bertemu,Sila lalu tersenyum untuk menyemangati Akbar.Sila sesekali di suruh Dinda untuk membantunya.


Ahirnya selesai juga Akbar di obati lukanya,Akbar hanya bisa rebahan dan lemas.


"Sekarang Sudah selesai,Abang harus istirahat dan infus harus habis,"kata Dinda.Akbar hanya mengangguk.


Lalu Dinda membantu Agung mengusap keringat di keningnya.


"Papah mau ke ruangan Papah dulu ya Mah,"


"Iya,,,"Sila dan Akbar hanya jadi penonton keromantisan Dinda dan Agung.


Kalau Akbar udah biasa,tapi kalau Sila ini baru pertama,dan menurut Sila ini sungguh pemandangan yang sangat indah di pandang.


Agung lalu keluar dari ruanganya Dinda,dan akan ke ruanganya sendiri.sedang Dinda di bantu Sila merapikan alat alat yang tadi habis di pake buat merawat Abang.


Agung menelfon Dinda,dan menyuruhnya bersiap karena akan ada pertemuan di rumah sakit Kasih Ibu.


"Sil,,Saya sama suami mau pergi ,ada acara di rumah sakit Kasih Ibu,tolong nanti kalau Akbar bangun kamu suruh makan siang yah,"


"Iya Dok,,"


Lalu Dinda pun keluar dari ruanganya dan.langsung menuju ruangan Agung.


Sedang Sila lanjut kerja lagi,Sila sesekali melirik ke arah Akbar yang sedang tidur.


"Lama tidak melihatnya,sekali melihatnya malah dia terluka,,"kata Sila pelan.


Lalu sekitar jam dua belas kurang 5 menit Akbar bangun dari tidaurnya.


Akbar lalu melihat kekanan dan ke kiri,dan ngga terlihat Mamahnya.


"Sil,,,Sila,,"Sila yang mendengar suara Akbar langaung menengok.


"Sudah bangun,,"Akbar tersenyum tipis.


"Mamah kemana,,?"

__ADS_1


"Dokter pergi bersama Bapak,ada acara di rumah sakit Kasih Ibu katanya,"Akbar hanya mengangguk.


"Dokter tadi pesan kalau kamu Bangun suruh makan,,Aki ambilkan dulu yah,,"


"Ngga ah malas makan ,,"


"Harus makan,ngga boleh ngga,Aku ambil dulu,"Sila lalu pergi keluar dan mengambil makan di dapur klinik .


Sila masuk lagi setelah mengambil makanan buat Akbar.


"Makan dulu nih,,"Akbar mau bangun dan duduk ,tapi ke susahan,lalu Sila membantunya.


"Aku ngga bisa makan,tanganku sakit,"


"Aku bantuin yah,,"Akbar mengangguk.Lalu Sila menyuapi Akbar.


"Gimana sakitnya yang kemarin,,?"tanya Akbar sambil makan.


"Sudah sembuh,kalau datang bulanya selesai,ya sudah ngga sakit lagi,,"


"Sukurlah kalau gitu,kamu harus selalu sedia obat sakit perutnya,biar nanti kalau datang bulan lagi jadi bisa langsung minum,,"


"Iya,,,trus kamu kenapa kok bisa terluka gini,?"


"Tadi pagi Aku bangun keaiangan,dan ada kuliah pagi,jadi Aku bawa mobilnya cukup kencang,saat ada di simpang 3 ada orang menyebrang tiba tiba,Aku kaget dan.langsung banting setir ke kiri,mobilku langsung menabrak pohon,jadilah begini,,"Sila mengangukan kepalanya.


"Untung cuman luka luka gini aja,ngga parah ,"


"Iya,,tapi Mobilku depanya ancur,,"


"Masalah mobil itu bisa di perbaiki,coba kalau kamu ancur,ngga bisa di perbaiki kan,,"


"Ya jangan lah,nanti kalau Aku ancur kamu nangis lagi ,,"Sila tersenyum.


"Ngga lah,,biat apa nangis ,"


"Masa sih ngga nangis,,"


"Udah Ah,,ini makanya habisin dulu,,"


Bara pun lanjut makan dan di suapi Sila,saat makan Akbar bibirnya kotor,lalu Sila mengusapnya dengan tisu.tiba tiba tangan Akbar memegang tangan Sila karena reflek.


Mata mereka lalu saling tatap dan tangan mereka juga masih saling pegangan.tiba tiba hp Akbar berbunyi dan membuat keduanya langsung sadar.


Akbar lalu mencari hpnya,saat mau mengambil dengan tanganya,Akbar tidak sadar tanganya yang sedang sakit karena grogi dan kaget,langsung teriak kesakitan.


"Aduhhh,,,sakittt,,,,"

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2