
Badan Dian seperti cacing kepanasan saat mulutku menyed*t dengan rakusnya, rasanya nikmat banget, daging yang sangat kencang dan pas di genggamanku, membuatku menggila.
"Masss,,,, aahhh,,, "tangan Dian sambil meremas rambutku.
Tangan satuku memainkan daging kenyal satunya sambil ku remas dan ku mainkan dengan jari jariku.
Lalu senjataku sambil ku gesek gesekan pada bakpau milik Dian, kenapa Aku kasih nama bakpau, karena milik Dian itu sangat montok dengan daging yang ada di atasnya. (Aku susah jelasin, tapi kaka kaka semua taukan maksudku)
Sebetulnya Aku pun belum melihatnya, tapi saat Aku lihat dari luar kain segi tiganya sangat kelihatan montoknya, dan saat ku tekan dengan senjataku,Aku merasakan empuk gitu,, heheee...
"Aaaahhhh,,,,,, "saat Aku menekan senjataku dan Aku sedikit menarik ujung daging coklat dengan mulutku Dian sampai mengangkat kepalanya ke atas.
Setelah Aku melihat Dian yang seperti lemas Aku menghetikan pergerakanku sebentar, saat Aku bangun dari atas badan Dian, Aku melihat bakpau Dian yang sudah basah, rupanya Dian ciri has perempuan yang cepat terang*ang.Lalu Aku mengambil minum di atas meja untuk ku berikan pada Dian.
"Yang minum dulu,, "sambil ku bantu bangun.
Dian pun minum cukup banyak, mungkin tenggorokanya kering karena banyak men*esahhh...
"Mas,, Dian kok lemas yah, dan di sini basah lagi,,"sambil menarik selimut untuk menutupi badanya, dan menujuk ke arah bapaunya. Aku hanya tersenyum.
"Ya udah Sayang istirahat dulu yah,, Mas mau ke kamar mandi dulu,, "
__ADS_1
Aku pun masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil,selesai dari kamar mandi Aku menuju ke kasur lagi, ternyata Dian sudah tertigur dengan pulasnya.
"Aduhhh,,, kenapa malah tidur sih,, ini senjataku dah tegang gini giana nih... "sambil menjambak rambutku yang frustasi.
Aku menidurkan badanku di kasur, dan mataku pun ku pejamkan, tapi sudah 10 menit mataku pun belum juga mau tidur,karena kepalaku yang atas dan bawah merasa pusing.
Aku duduk dan bersandar pada sandaran kasur, dan melihat ke arah Dian yang tidur dengan nyenyaknya, saat Aku lihat jam sudah jam 3 sore,, aduhh,, ini nanti jam 5 sore harus sudah berangkat ke hotel tempat acara lagi. tapi kepalaku kalau merasa pusing begini bisa bisa di acara nanti Aku uring uringan lagi,, sambil mengusap wajahku.
Lalu Aku memutar otaku untuk mencari ide agar kepalaku tidak sakit lagi, sambil melihat ke arah Dian.
Saat Aku melihat ke arah Dian,Aku menemukan ide nih,, Aku buka dengan pelan slimut yang menutupi badan Dian, lalu setelah terbuka Aku melihat badan Dian yang sangat menggairahkan, badan yang sangat mulus dan putih ada di depan mataku, karena sudah halal membuatku tidak takut akan dosa.
Lalu dengan isengnya tanganku yang satunya mengusap daging kenyal milik Dian, mataku sampai merem melek,, Dian sedikit menggeliat mungkin merasakan geli tapi nikmat.
Lalu tanganku turun ke bawah dan mengusap perutnya, perut yang rata tanpa lemak sangat ku senang menggerakan tanganku.
Dan setelah puas bermain di perut, tanganku turun lagi, dan samapi lah pada bakpau Dian yang masih di bungkus kain segitiga yang tipis.dan terlihat lah bakpaunya itu saat ku turunkan penutupnya, sangat bersih dan putih, tidak ada hitam hitam nya sama sekali. mataku tidak lepas dari bakpau Dian. Dan Dian sedikit menggerakan badanya lagi.
Tangan ku yang satunya makin cepat menggerakan senjataku sambil sesekali Aku mengeluarkan suara.
Karena penasaran,Lalu Aku bergeser duduku, sekarang Aku ada di bawah kaki Dian, sedang kaki Dian Aku buka, dan terlihat lah dengan jelas bakpau Dian..
__ADS_1
Aku menelan air liurku sendiri, karena kalau tidak Aku telan bisa menetes dari mulutku,, Aku tidak tinggal diam, dengan cepatnya tanganku bergerak secara berlahan, dan mengusap bakpau Dian. dengan hanya mengusap Aku merasa kurang puas, tapi kalau Aku mainkan takut Dian bangun. Jadi bingung inih,, tapi bodo amat lah dari pada kepalaku pusing,,
Aku mendekatkan mulutku pada bakpau nya dan dari hidungku tercium bau khas,,tanpa pikir panjang Aku pun menjulurkan lidahku,, uuhhh enaknya,, tangan ku masih ada di senjataku, dan yang satunya mengusap paha Dian,, rupanya Dian seperti menyambutku karena kaki Dian makin di lebarkan, Aku langsung tidak menyia nyiakan kesempatan ini.
Aku jilat dan sedot dengan rakusnya, sampai sampai Dian terbangun karena merasakan sedotan dan jilatanku yang ada di bapaunya.
"Masss,,, ka,, mu sedang apaaa,,, aahhh,,, "sambil sedikit duduk.
"Hemmmm,,,, "kataku hanya bergumam. tangan Dian pun mencengkram rambutku.
"Masss,, jiji ih,,,,, "tapi Aku tetap melakukanya.
Dan tidak begitu lama senjataku pun mengeluarkan lahar panas.
"Aaaaahhhhh,,,, "teriaku sambil ku semprotkan ke lantai.
Setelah selesai Aku terkapar lemas dan jatuh ke kasur.
Ahirnya,, semoga suka.. maaf kalau ada typo karena Aku ngga teliti lagi,, otak kotorku udah pengin istirahat,, heheee
jangan. lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1